Donald Trump Tetapkan Tarif Impor AS 32% untuk Indonesia Mulai 1 Agustus 2025

- Redaksi

Wednesday, 9 July 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump Ambil Alih Venezuela dalam Operasi Militer Besar-besaran

Donald Trump Ambil Alih Venezuela dalam Operasi Militer Besar-besaran

SwaraWarta.co.id – Presiden AS Donald Trump secara resmi menetapkan tarif impor 32% atas produk Indonesia, yang akan diterapkan mulai 1 Agustus 2025.

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi tarif timbal balik kepada 14 negara, yang diumumkan melalui surat resmi pada 7 Juli dan dipublikasikan lewat platform Truth Social .

Menurut isi surat tersebut, “Starting on August 1, 2025, we will charge Indonesia a tariff of only 32 percent on any and all Indonesian products sent into the United States…”.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini konsisten dengan tarif yang sebelumnya diumumkan pada April, dan tidak mengalami perubahan menjelang implementasi di akhir musim panas.

Pemerintah AS menekankan bahwa tarif tersebut dirancang sebagai sarana deregulasi perdagangan lebih seimbang (“reciprocal”), guna menekan defisit perdagangan yang dinilai merugikan ekonomi AS.

Baca Juga :  Mendikdasmen Dukung Pengusutan Kasus Korupsi Laptop Chromebook, 3 Stafsus Nadiem Dicekal ke Luar Negeri

Trump pun memberikan syarat bahwa tarif tersebut dapat dieliminasi jika Indonesia mulai memproduksi barang di dalam negeri AS, atau jika kedua negara mampu menyepakati kebijakan perdagangan yang lebih terbuka.

Reaksi Indonesia Usai Tarif Meningkat

Penetapan tarif tersebut langsung menuai kritik keras dari kalangan ekonom. Syafruddin Karimi dari Universitas Andalas menyebut kebijakan itu “tidak adil,” dan memperingatkan bahwa tarif tinggi tersebut dapat menggerus daya saing ekspor Indonesia di pasar AS, terutama untuk sektor tekstil, elektronik, karet, dan alas kaki.

Karimi menyoroti dampak lanjutan seperti potensi pengurangan produksi, pemangkasan margin keuntungan, dan bahkan PHK massal, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyerukan pemerintah Indonesia segera meninjau kembali strategi negosiasi perdagangan, dan mendorong pembentukan zona bebas tarif bilateral (“zero tariff corridor”) sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Houthi Ancam Kepentingan AS di Timur Tengah Jika Serangan ke Yaman Berlanjut

Upaya Diplomasi dan Prospek Negosiasi

Pemerintah RI merespons dengan mengutus delegasi ke Washington, D.C. guna melobi agar tarif dapat diturunkan atau dihapuskan. Strategi diplomasi ini dianggap krusial, karena tekanan tarif dapat merambat ke neraca perdagangan dan pertumbuhan ekonomi yang saat ini sudah melambat—tercatat hanya 4,87% pada kuartal pertama tahun ini .

Negosiasi juga diharapkan memanfaatkan posisi Indonesia sebagai anggota BRICS, yang sedang dalam sorotan akibat ancaman tarif tambahan 10% terhadap negara-negara BRICS.

Namun, kritik Karimi menunjukkan sinyal skeptis karena belum terlihat itikad baik dari AS.

Outlook

Tarif 32% memberi tekanan besar pada sektor ekspor non‑minyak dan gas Indonesia. Bila diplomasi gagal, Indonesia perlu menyiapkan alternatif, seperti diversifikasi pasar dan penguatan rantai pasok domestik. Sementara, Trump tampak mantap menggunakan alat tarif sebagai tekanan negosiasi alih-alih kebijakan perdagangan terbuka.

Baca Juga :  Trump Naikkan Tarif Impor Tiongkok Jadi 125 Persen, 75 Negara Lain Dapat Penangguhan

Pakar menilai hal ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga geopolitik: Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kini menjadi titik perhentian penting dalam strategi Trump dalam debat perdagangan global.

Berita Terkait

KJP Februari 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Resmi dan Cara Cek Statusnya
Apa Itu Epstein Files? Dokumen Skandal yang Gemparkan Amerika Serikat
Tanggal 16 Februari 2026 Apakah Libur? Yuk Cari Tahu Informasi Terbarunya!
Apakah Jeffrey Epstein Sudah Meninggal Dunia? Begini Fakta yang Sebenarnya!
Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Berita Terkait

Saturday, 7 February 2026 - 06:38 WIB

KJP Februari 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Resmi dan Cara Cek Statusnya

Wednesday, 4 February 2026 - 07:34 WIB

Apa Itu Epstein Files? Dokumen Skandal yang Gemparkan Amerika Serikat

Tuesday, 3 February 2026 - 10:10 WIB

Tanggal 16 Februari 2026 Apakah Libur? Yuk Cari Tahu Informasi Terbarunya!

Tuesday, 3 February 2026 - 09:58 WIB

Apakah Jeffrey Epstein Sudah Meninggal Dunia? Begini Fakta yang Sebenarnya!

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

Berita Terbaru

Cara Menutup Kartu Kredit Bank Mega

Teknologi

5 Cara Menutup Kartu Kredit Bank Mega dengan Mudah dan Aman

Saturday, 7 Feb 2026 - 14:14 WIB

Apa Itu Thanksgiving dan Maknanya

Pendidikan

Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Thanksgiving dan Maknanya?

Friday, 6 Feb 2026 - 15:03 WIB