Berita

Video Manipulasi Sri Mulyani Bagikan Uang: Fakta di Balik Hoaks yang Beredar

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahwa sebuah video yang menampilkan narasi bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membagikan uang telah dipastikan sebagai informasi palsu.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui investigasinya menyatakan bahwa video yang beredar di media sosial tersebut mengandung unsur manipulasi dan menyesatkan publik.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video tersebut memuat klaim bahwa Sri Mulyani membagikan uang sebesar Rp50 juta sebagai bentuk nazar setelah Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memilihnya kembali menjabat sebagai Menkeu.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, Kemkomdigi memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan video tersebut adalah hasil suntingan.

Menurut keterangan resmi yang diterima pada Minggu, 5 Januari 2025, Kemkomdigi menyatakan bahwa klaim tersebut sepenuhnya hoaks.

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa narasi terkait nazar Sri Mulyani yang dibagikan melalui sebuah akun di platform Threads adalah tidak berdasar.

Selain itu, fakta menunjukkan bahwa hingga saat ini, Sri Mulyani tidak memiliki akun di platform media sosial Threads.

Lebih lanjut, video yang beredar diketahui telah disunting dengan memasukkan elemen manipulasi visual dan suara.

Kemkomdigi mengungkapkan bahwa video tersebut menggunakan teknologi ‘deepfake’, yakni teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan pembuatan video palsu dengan tampilan dan suara yang menyerupai individu asli.

Kemkomdigi juga menyebutkan bahwa video tersebut memuat suntingan gambar yang diambil dari momen kehadiran Sri Mulyani pada acara Asian Development Bank (ADB) 2021 High-Level Policy Dialogue yang berlangsung pada 15 April 2024.

Gambar tersebut kemudian dipadukan dengan suara buatan yang dihasilkan oleh teknologi AI.

Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa suara yang terdengar dalam video tersebut memiliki tingkat probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa teknologi AI.

Teknologi ini digunakan untuk menciptakan kesan bahwa Sri Mulyani berbicara langsung dalam video tersebut.

Padahal, baik visual maupun audio dalam video itu sepenuhnya merupakan hasil manipulasi.

Kemkomdigi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran konten digital yang memanfaatkan teknologi manipulasi canggih seperti ‘deepfake’.

Teknologi ini memungkinkan penyebar hoaks menciptakan konten yang tampak autentik, sehingga dapat dengan mudah menyesatkan publik.

Kementerian juga mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berasal dari sumber yang tidak jelas atau mencurigakan.

Dalam situasi ini, langkah untuk mem-verifikasi informasi melalui sumber resmi menjadi sangat penting guna mencegah penyebaran berita palsu yang dapat merugikan individu maupun masyarakat secara luas.

Melalui keterangan ini, Kemkomdigi kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi penyebaran hoaks di ruang digital.

Mereka juga mengingatkan bahwa manipulasi seperti ini tidak hanya melanggar etika, tetapi juga dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Pihak Kemkomdigi mengajak seluruh pengguna media sosial untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola informasi yang diterima dan disebarluaskan.

Hoaks yang melibatkan teknologi canggih seperti deepfake menjadi tantangan baru dalam era digital ini.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi permasalahan ini.***

Utep Sutiana

Menulis Novel, Cerpen, dan Puisi yang kemudian hijrah ke jalur jurnalistik media online. Tergabung dalam portal Busurnusa.com dan SwaraWarta.co.id

Recent Posts

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…

2 minutes ago

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…

14 minutes ago

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…

26 minutes ago

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

19 hours ago

Ole Romeny Tercengang! Gairah Suporter Indonesia Ternyata Beda Jauh dari Eropa, Ini Pengakuannya Setelah Juara FIFA Asean Cup 2026

SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…

1 day ago

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…

1 day ago