Categories: BeritaRegional

Ramai Tentang Daging Babi Vegan, Begini Tanggapan MUI

Ramai Babi Vegan, Begini tanggapan MUI
(IG/Ganjaranapp)

SwaraWarta.co.id- Belakangan ini publik dihebohkan dengan unggahan salah satu pemilik akun Twitter yang menanyakan status daging babi Vegan. Unggahan tersebut sontak saja langsung banjir komentar dari sejumlah warganet.

Unggahan tersebut pertama kali di posting oleh akun Twitter @tanyaknrl 3 hari yang lalu. Dalam unggahan tersebut tampak pemilik akun menanyakan apakah daging babi Vegan halal atau tidak. Hal ini lantaran daging babi Vegan terbuat dari berbagai macam vegetarian non babi. 

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Babi vegan ini berarti halal gak sih? Kan pasti gak mengandung babi kn soalnya itu dari tumbuhan?” tulis pemilik akun Twitter pada Minggu (17/09).

Seperti yang diketahui, daging babi Vegan merupakan produk yang terbuat dari berbagai macam bahan nabati dan vegetarian. Bahan nabati tersebut juga meliputi gandum, kacang kedelai, dan sayuran lain. Meskipun mengusung nama babi, namun produk tersebut tidak mengandung babi.

Meskipun diolah tanpa menggunakan daging babi, namun tekstur, rasa, dan aroma dari daging babi Vegan ini menyerupai produk aslinya. Hal inilah yang kemudian memicu sejumlah reaksi dan pendapat dari sejumlah warganet. 

Hingga kemarin, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 222.000 kali dan juga 350 komentar warganet. Sejumlah warganet menilai bahwa produk daging babi Vegan tidak mendapatkan sertifikasi halal lantaran mengandung istilah “babi”.

Ada juga warganet yang mengungkapkan bahwa sertifikasi halal dari MUI tidak akan didapatkan jika produk tersebut menyerupai non halal. Sebagian warganet juga beranggapan walaupun bahannya halal tapi dilabeli istilah ” babi” membuat sertifikasi halal tidak bisa didapatkan.

Sementara wakil ketua MUI yakni Anwar Abbas mengungkapkan bahwa daging babi Vegan tidak mendapatkan sertifikasi halal lantaran mengandung unsur “babi”. Hal ini terlepas dari tidak adanya kandungan daging babi di dalamnya. 

Abbas sendiri mengungkapkan bahwa makanan maupun minuman tidak diperbolehkan memakai nama-nama yang terlarang menurut MUI. 

“Jadi tidak boleh memberi nama makanan dan minuman dengan nama-nama yang tidak layak. Misalnya kerupuk babi, kerupuk setan, dan lainnya,” ungkapnya. 

Hal itulah yang membuat umat muslim tidak diperkenan untuk mengonsumsi olahan tersebut. Penetapan label halal dari MUI harus memenuhi standarisasi yang telah diatur dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2003. 

Penjelasan yang dikeluarkan oleh MUI ini bisa dijadikan sebagai salah satu acuan bagi umat muslim ketika akan mengonsumsi makanan atau minuman yang masih diragukan kehalalannya.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Belum Terima PKH Tahap 3 September 2026? Ini Cara Usulkan Diri sebagai Penerima Bansos

September 2026 menjadi periode pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3. Namun, tidak semua masyarakat…

5 hours ago

Bansos Beras 30 Kg Cair Sekaligus September 2026, Siapa Saja yang Berhak Menerimanya?

Bansos beras 30 kg September 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat. Bantuan pangan ini diberikan kepada…

5 hours ago

Amal Buton Adik Arie Kriting Meninggal Dunia Jelang Pernikahan, Sakit Apa? Ini Faktanya

Kabar duka datang dari keluarga komika Arie Kriting. Sang adik, Amal Buton, meninggal dunia pada…

5 hours ago

Guruh Soekarno Putra Sakit Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

SwaraWarta.co.id – Guruh Soekarno Putra sakit apa? Kabar duka menyelimuti dunia seni dan politik Indonesia.…

7 hours ago

VIRAL! Pelecehan Seksual di Mikrotrans Jak 31: Korban Mengalami Depresi!

SwaraWarta.co.id – Dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng layanan transportasi publik Ibu Kota. Insiden ini terjadi di…

8 hours ago

KAJ September 2026 Kapan Cair? Cek Faktanya di Sini, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id – KAJ September 2026 kapan cair? Kabar pencairan Kartu Anak Jakarta (KAJ) September 2026…

10 hours ago