1 Pengungsi Rohingya Ditetapkan Tersangka, Terima Setoran Rp 14 Juta Per Orang

Avatar

- Redaksi

Tuesday, 19 December 2023 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu orang pengungsi Rohingya ditetapkan sebagai tersangka atas tudingan dalang penyeludupan
( Dok. Istimewa)


SwaraWarta.co.id
– Muhammad Amin (MA), seorang laki-laki pengungsi Rohingya, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Banda Aceh pada Senin, 18 Desember lalu. 

Ia terlibat dalam kasus penyelundupan manusia khususnya pengungsi Rohingya ke Indonesia. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini terjadi setelah polisi melakukan penyelidikan terkait tiba nya sebanyak 137 orang pengungsi Rohingya di pesisir Aceh Besar, Provinsi Aceh pada tanggal 10 Desember lalu. 

Saat ini, para pengungsi etnis Rohingya yang tiba di Aceh Besar sedang ditempatkan sementara di Balai Meuseraya Aceh (BMA) Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, mengatakan bahwa setiap warga etnis Rohingya yang hendak keluar dari kamp di Bangladesh dan berlayar ke Indonesia dikenakan biaya sebesar 100.000-120.000 Taka atau sekitar Rp14–16 juta per orang.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan 2 Tersangka Atas Kasus Bullying di Cilacap

“Pada umumnya masing-masing warga Rohingya itu menyetor uang sebanyak 100.000–120.000 Taka atau Rp14–16 juta per orang,” kata Fahmi, Senin (18/12).

Uang tersebut lalu diserahkan kepada MA. Fahmi menjelaskan bahwa selain menjadi penyelundup, MA juga memiliki peran sebagai kapten atau pembawa kapal dan pengendali yang membawa para pengungsi etnis Rohingya menuju Indonesia. 

Kapal yang digunakan untuk berlayar ke Indonesia diduga dibeli dari uang para penumpang.

“Kapal itu enggak gratis. Kapal itu dibeli sebesar 2 juta Taka atau senilai Rp280 juta. Uang itu didapatkan dari warga Rohingya yang akan berlayar ke Indonesia,” jelasnya.

Perilaku mencurigakan MA dan seorang warga etnis Rohingya lainnya berinisial AH yang mendekati mereka begitu kapal sampai di Blang Ulam menarik perhatian warga yang kemudian melaporkan kepada polisi. 

Baca Juga :  BI Purwokerto Imbau, Hati-Hati Saat Transaksi dengan QRIS

“Keterangan tersangka patut diduga bahwa dia melanggar Pasal 120 Ayat (1) UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” ucap Fahmi.

Keduanya sempat diamankan dan diserahkan kepada polisi, yang kemudian menemukan ponsel keduanya yang memuat informasi terkait penyelundupan etnis Rohingya ke Indonesia.

 Meskipun keduanya diduga kuat terlibat, polisi baru menetapkan MA sebagai tersangka. 

Saat ini, MA telah diketahui berada di Polresta Banda Aceh setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 15 Desember lalu.

Berita Terkait

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat
Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap Polisi, 200 Gram Sabu Diamankan
Jadi Korban Pengintipan saat Mandi, Perempuan di Denpasar Buka Suara
Persela Lamongan Datangkan Samsul Arif dan Ezechiel N’Douassel untuk Perkuat Tim di Liga 2
PJ Wali Kota Malang Mundur Demi Maju Pilwali 2024, Ini Kata DPRD
Heboh, Penemuam Jenazah Pasutri Lansia yang Sudah Membusuk di Rumahhya di Bogor
Wakil Ketua Umuk PKB, Tangapi Foto 5 Nahdliyin yang Bertemu dengan Presiden Israel
51 Siswa di Depok Dongkrak Nilai hingga 20 Persen, Manipulasi Rapor Terbongkar

Berita Terkait

Thursday, 18 July 2024 - 14:06 WIB

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat

Thursday, 18 July 2024 - 13:53 WIB

Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap Polisi, 200 Gram Sabu Diamankan

Thursday, 18 July 2024 - 11:54 WIB

Jadi Korban Pengintipan saat Mandi, Perempuan di Denpasar Buka Suara

Thursday, 18 July 2024 - 10:38 WIB

PJ Wali Kota Malang Mundur Demi Maju Pilwali 2024, Ini Kata DPRD

Thursday, 18 July 2024 - 05:41 WIB

Heboh, Penemuam Jenazah Pasutri Lansia yang Sudah Membusuk di Rumahhya di Bogor

Berita Terbaru

Toning Rambut Hitam: Cara dan Manfaatnya/Pixabay.com

Lifestyle

Toning Rambut Hitam: Cara dan Manfaatnya

Thursday, 18 Jul 2024 - 14:31 WIB

Ilustrasi Suasana Sekolah Internasional (Dok Ist)

Berita

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat

Thursday, 18 Jul 2024 - 14:06 WIB