Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Setelah Libur Nataru 2023

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Setelah Libur Nataru 2023

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Setelah Libur Nataru 2023.



SwaraWarta.co.id - Setelah liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pakar epidemiologi memprediksi mengenai gelombang kasus Covid diperkirakan akan melonjak hingga mencapai 1.000 hingga 2.000 kasus per hari.

Tetapi ini bukanlah pemberitaan klasik yang suram. Simak balik pernyataan Kementerian Kesehatan yang meminta masyarakat tetap berhati-hati, melibatkan masker sebagai penari setia saat berpergian atau berkumpul.

Epidemiolog kelas dunia dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, merprediksi bahwa Nataru tahun ini akan menjadi lebih waspada daripada Lebaran tahun lalu dengan meningkatnya Covid.

"Kenaikan kasusnya akan lebih menonjol, meski tidak sebesar pada puncak pandemi. Ini seperti melihat pertunjukan di mana pertunjukan kenaikan kasus sedang berlangsung di seluruh panggung, menandakan bahwa imunitas kita sedang turun," ujarnya.

Menyikapi perkiraan tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, membawa pesan berbentuk statistik. Kasus aktif hingga Jumat mencapai 2.761, dengan 453 kasus baru dan sembilan nyawa yang berpulang.

Meski angka ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan standar level 1 WHO, Budi mengingatkan kita untuk tidak terlena.

"Meskipun 2.800 per minggu masih jauh di atas 56.000 kasus per minggu level 1 WHO, tetap saja, kita tetap perlu mewaspadai situasi ini," ujar Budi dengan nada hati-hati dalam konferensi pers.

Bukan rahasia lagi,varian baru Covid bernama JN.1 yang menjadi masalah ini. Menurut Menteri Kesehatan, kita harus bersiap-siap karena varian ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada Januari mendatang, sebelum akhirnya menurun pada Februari 2024.

JN.1 juga mendapat perhatian khusus dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengklasifikasikannya sebagai "varian yang diperhatikan." Meski demikian, WHO memberikan sentuhan positif dengan menyatakan bahwa risiko terhadap kesehatan masyarakat dari varian ini masih tergolong rendah.

Mengapa gelombang ini terjadi di tengah status endemi Indonesia?

Miko memberikan jawaban menarik. Imunitas masyarakat yang dulu begitu kokoh kini mulai berderak, terutama setelah liburan Nataru.

 Miko menyebut, "Nataru sekarang, statusnya imunitas orang Indonesia sedang menurun."

Selain itu, kehadiran varian JN.1 yang lebih cepat menular membuat peningkatan kasus diperkirakan akan diwarnai oleh pertunjukan dramatisnya pada Januari mendatang.

Para ahli dan Kementerian Kesehatan pun berseru serentak, mengajak masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan, seperti menari dalam jarak yang aman dan memakai masker sebagai aksesori kekinian. Jangan lupa melengkapi dosis vaksinasi, sebagai benteng pertahanan, dan menjaga daya tahan tubuh agar kita semua bisa mengikuti irama yang sehat dan aman.



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter