Penyebab Konflik Thailand dengan Kamboja, Bukan Hanya Soal Sengketa Wilayah

- Redaksi

Friday, 25 July 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab Konflik Thailand dengan Kamboja

Penyebab Konflik Thailand dengan Kamboja

SwaraWarta.co.id – Konflik antara Thailand dan Kamboja mungkin tidak sepopuler perang di belahan dunia lain, namun perselisihan ini sempat menjadi perhatian internasional karena melibatkan kekuatan militer dan warisan sejarah.

Penyebab perang Thailand dengan Kamboja ternyata bukan hanya persoalan batas wilayah, tetapi juga menyangkut identitas budaya dan nasionalisme yang kuat dari kedua negara.

Konflik memuncak pada tahun 2008 hingga 2011, saat ketegangan di sekitar Candi Preah Vihear kembali memanas. Candi kuno ini terletak di perbatasan kedua negara dan telah lama menjadi objek sengketa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski Mahkamah Internasional pada tahun 1962 memutuskan bahwa candi tersebut berada di wilayah Kamboja, Thailand tetap bersikeras bahwa sebagian area di sekitar candi merupakan wilayahnya.

Baca Juga :  Jo Stevens Kunjungi Museum NTB, Terinspirasi Batik Karya Anak Disabilitas

Penyebab utamanya bisa diringkas menjadi tiga faktor penting:

  1. Sengketa Wilayah Perbatasan
    Setelah keputusan Mahkamah Internasional, peta batas antara Thailand dan Kamboja masih belum sepenuhnya disepakati. Kedua negara memiliki versi peta masing-masing, yang menyebabkan klaim tumpang tindih dan mendorong militer dari kedua belah pihak untuk menempatkan pasukan di zona sengketa.
  2. Nasionalisme dan Politik Dalam Negeri
    Persoalan nasionalisme memainkan peran besar. Baik di Thailand maupun Kamboja, para politisi menggunakan isu ini untuk memperkuat dukungan rakyat. Di Thailand, ketegangan meningkat saat tekanan politik dalam negeri sedang tinggi, sementara di Kamboja, pemerintah menggunakan konflik ini untuk menunjukkan ketegasan nasional.
  3. Warisan Sejarah dan Budaya
    Candi Preah Vihear bukan hanya simbol agama dan budaya, tapi juga lambang kejayaan masa lalu. Thailand dan Kamboja sama-sama mengklaim keterkaitan sejarah dengan candi tersebut. Perselisihan ini menimbulkan sentimen emosional yang dalam di kedua negara.
Baca Juga :  Bernardo Tavares Ungkap Lika-liku Bersama PSM Makassar

Meski saat ini konflik telah mereda dan upaya diplomasi terus dilakukan, penyebab perang Thailand dengan Kamboja menjadi pelajaran penting bahwa sengketa wilayah tak hanya soal batas fisik, tetapi juga tentang identitas dan warisan yang dijaga oleh suatu bangsa. Untuk menjaga perdamaian di kawasan ASEAN, dialog terbuka dan kerja sama regional tetap menjadi kunci utama.

 

Berita Terkait

Kapan Cap Go Meh di Tahun 2026? Catat Tanggal dan Tradisinya!
Mudik Gratis Jasa Raharja 2026: Kapan Pendaftaran Dibuka?
KJP Februari 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Resmi dan Cara Cek Statusnya
Apa Itu Epstein Files? Dokumen Skandal yang Gemparkan Amerika Serikat
Tanggal 16 Februari 2026 Apakah Libur? Yuk Cari Tahu Informasi Terbarunya!
Apakah Jeffrey Epstein Sudah Meninggal Dunia? Begini Fakta yang Sebenarnya!
Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Berita Terkait

Sunday, 8 February 2026 - 15:07 WIB

Kapan Cap Go Meh di Tahun 2026? Catat Tanggal dan Tradisinya!

Sunday, 8 February 2026 - 14:43 WIB

Mudik Gratis Jasa Raharja 2026: Kapan Pendaftaran Dibuka?

Saturday, 7 February 2026 - 06:38 WIB

KJP Februari 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Resmi dan Cara Cek Statusnya

Wednesday, 4 February 2026 - 07:34 WIB

Apa Itu Epstein Files? Dokumen Skandal yang Gemparkan Amerika Serikat

Tuesday, 3 February 2026 - 10:10 WIB

Tanggal 16 Februari 2026 Apakah Libur? Yuk Cari Tahu Informasi Terbarunya!

Berita Terbaru

1 Lustrum Berapa Tahun?

Pendidikan

Mengenal Satuan Waktu: 1 Lustrum Berapa Tahun?

Wednesday, 11 Feb 2026 - 11:28 WIB

HB Rendah Kenapa?

Kesehatan

HB Rendah Kenapa? Kenali Penyebab dan Tanda-Tandanya

Wednesday, 11 Feb 2026 - 10:46 WIB