SwaraWarta.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Etihad Stadium. Setelah hampir satu dekade mengukir dominasi, Pep Guardiola dipastikan akan meninggalkan Manchester City.
Meskipun baru saja meneken perpanjangan kontrak pada November 2025 yang seharusnya mengikatnya hingga Juni 2027, sang manajer ulung asal Catalunya ini telah memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya lebih cepat, tepatnya pada penghujung musim 2025/2026.
Ini bukan sekadar rumor. Laporan dari berbagai media kredibel Inggris seperti Daily Mail dan The Athletic mengonfirmasi bahwa berita kepergian Guardiola sudah menjadi “rahasia umum” di kalangan internal klub.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, manajemen Manchester City dikabarkan telah mulai memberi tahu para mitra sponsor mereka bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan.
Tekanan dan Kejenuhan: Alasan di Balik Keputusan
Lantas, apa yang mendorong Guardiola mengambil langkah mengejutkan ini? Selama beberapa tahun terakhir, ia berulang kali menyinggung tekanan luar biasa yang menguras fisik dan mentalnya sebagai manajer. Dalam sebuah wawancara jujur, ia pernah mengakui bahwa beban kerja 24/7 telah berdampak signifikan pada kesehatannya.
Perpisahan dengan sang istri, Cristina, yang dikabarkan terjadi setelah Guardiola memilih bertahan di Manchester, menjadi bukti bahwa kehidupan pribadinya juga terkena dampaknya.
Secara profesional, performa Manchester City yang inkonsisten di liga menambah beban pikiran Guardiola. Meski berhasil meraih dua gelar domestik musim in Piala FA dan Piala Liga Inggris—persaingan ketat di Premier League yang kemungkinan besar akan lepas dari genggamannya, menandakan siklus alami yang mulai menurun. Guardiola sendiri pernah menyatakan akan berhenti ketika ia merasa “tidak bisa lagi memberi yang terbaik”.
Warisan Sang Maestro dan Calon Pengganti
Kepergian Guardiola akan menjadi kehilangan besar bagi Manchester City dan Premier League. Selama 10 tahun di Etihad, ia mempersembahkan 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions yang didambakan. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan Sir Alex Ferguson sebagai salah satu manajer terhebat dalam sejarah sepak bola Inggris.
Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan, Manchester City dikabarkan sudah menyiapkan suksesor. Nama Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea yang juga pernah menjadi asisten Guardiola di City, muncul sebagai kandidat terkuat. Maresca dianggap memahami filosofi permainan yang telah dibangun Guardiola, sehingga diharapkan dapat melanjutkan fondasi yang sudah ada.
Kini, semua mata tertuju pada laga kandang terakhir Manchester City melawan Aston Villa pada Minggu, 24 Mei 2026. Pertandingan itu akan menjadi panggung perpisahan yang emosional bagi sang maestro, menutup babak keemasan yang akan selalu dikenang oleh para penggemar The Citizens.

















