Presiden Prabowo Subianto Ingin Infrastruktur Dipegang Swasta, AHY Beri Respon Tak Terduga

- Redaksi

Saturday, 18 January 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swarawarta.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan tanggapan terkait rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan menyerahkan sebagian besar proyek infrastruktur kepada sektor swasta.

“Kita ingin proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, apalagi infrastruktur yang besar di sana sini ini membutuhkan pengerjaan atau proyek-proyek yang benar-benar bisa tepat sasaran, harus efisien, tidak boleh ada kebocoran dan pendekatannya memang harus menyeluruh, terintegrasi,” ujar AHY kepada wartawan usai hadir dalam perayaan Natal di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025)

AHY menekankan pentingnya memastikan agar pelaksanaan proyek tersebut berjalan dengan efektif dan transparan, serta bebas dari potensi kebocoran anggaran.

“Berbagi peran antara badan usaha milik negara dengan swasta semuanya memiliki peran yang penting, peran atau sektor swasta yang semakin baik, semakin maju ini juga sangat dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur ke depan,” jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengumumkan keputusannya untuk mempercayakan pembangunan infrastruktur lebih banyak kepada pihak swasta.

“Saya ingin berikan peran besar kepada swasta, ada yang katakan saya hentikan proyek infrastruktur, tidak benar! Saya tidak menghentikan, saya mengubah!” tegasnya.

Menurutnya, sektor swasta memiliki efisiensi dan pengalaman yang lebih memadai dalam mengelola proyek besar.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara penutupan Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Baca Juga :  Ambulans Berlogo Demokrat Tabrak 5 Motor, Begini Tanggapan Ketua DPC Partai

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan tetap berlanjut, tetapi dengan skema yang berbeda, yaitu lebih mengutamakan partisipasi swasta.

Salah satu pendekatan yang akan digunakan adalah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dalam kerangka ini, proyek-proyek seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara akan dikelola oleh pihak swasta, mengurangi ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan perubahan pendekatan ini, pemerintah berharap sektor swasta dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional, tanpa mengorbankan keberlanjutan proyek infrastruktur yang telah direncanakan.

“Berkali-kali saya katakan, nanti pemerintah yang penting dan inti-inti yang menyangkut perlindungan rakyat dan sebagainya. Yang bisa dikerjakan swasta, biar swasta berkembang dan bekerja semuanya,” ujar dia.

Berita Terkait

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terbaru