SwaraWarta.co.id – Apa yand dimaksud masa ihtidhar? Dalam perjalanan hidup manusia, kematian adalah sebuah kepastian yang tak terelakkan.
Dalam literatur Islam, terdapat sebuah fase krusial yang dialami seseorang sesaat sebelum hembusan napas terakhir, yang dikenal dengan istilah ihtidhar.
Namun, sebenarnya apa yang dimaksud masa ihtidhar dan bagaimana cara menghadapinya?
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengertian Masa Ihtidhar
Secara bahasa, ihtidhar berasal dari kata hadhara yang berarti “menghadiri” atau “hadir”. Dalam konteks eskatologi Islam, masa ihtidhar adalah kondisi di mana seseorang sedang menghadapi sakaratul maut atau detik-detik menjelang kematian. Disebut demikian karena pada saat itu, para malaikat (Malaikat Maut dan malaikat rahmat/adzab) datang menghadiri orang tersebut untuk mencabut nyawanya.
Secara teknis, ini adalah masa transisi antara kehidupan dunia dan alam barzakh. Seseorang yang berada dalam kondisi ini biasanya menunjukkan tanda-tanda fisik dan spiritual tertentu, di mana kesadarannya terhadap dunia mulai memudar dan tabir kegaiban mulai terbuka.
Hal yang Disunnahkan Saat Menghadapi Orang Ihtidhar
Mengetahui apa yang dimaksud masa ihtidhar tidak hanya penting secara teologis, tetapi juga praktis agar kita bisa memberikan pendampingan yang tepat bagi keluarga atau kerabat yang mengalaminya. Berikut adalah beberapa adab yang dianjurkan:
- Menuntun Kalimat Tauhid (Talqin): Membisikkan kalimat Laa ilaha illallah dengan lembut di telinga mereka agar menjadi ucapan terakhirnya.
- Menghadapkan ke Arah Kiblat: Posisi terbaik adalah memiringkan tubuh ke sisi kanan menghadap kiblat atau menelentangkan dengan kaki menghadap kiblat dan kepala agak ditinggikan.
- Membacakan Surat Yasin: Sebagaimana anjuran dalam beberapa riwayat, membacakan Al-Qur’an dapat memberikan ketenangan batin bagi orang yang sedang ihtidhar.
- Berprasangka Baik kepada Allah: Mengingatkan mereka tentang rahmat dan ampunan Allah SWT agar mereka wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Mengapa Pemahaman Ini Penting?
Memahami masa ihtidhar membantu kita untuk lebih empati dan tenang saat mendampingi orang yang dicintai di saat-saat terakhirnya. Ini bukan sekadar momen medis, melainkan momen spiritual yang sangat menentukan nasib seseorang di akhirat kelak.
Masa ihtidhar adalah fase kritis kehadiran malaikat di sisi hamba yang akan berpulang. Dengan memberikan pendampingan yang sesuai syariat, kita membantu saudara kita untuk melewati gerbang kematian dengan penuh ketenangan dan iman.
















