Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Sering Dilakukan saat Nuzulul Qur'an, Begini Tata Cara Itikaf yang Benar

Sering Dilakukan saat Nuzulul Qur'an, Begini Tata Cara Itikaf yang Benar
Cara itikaf di malam Nuzulul Qur'an (Dok. Istimewa)


SwaraWarta.co.id - Iktikaf adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang muslim yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Dalam pelaksanaannya, orang-orang muslim ini melakukan konsentrasi penuh terhadap ibadah dan meninggalkan kegiatan dunia. 

Di antara beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama iktikaf adalah membaca Al-Quran, berdoa, dan menghadiri ceramah agama.

Kapan Waktu Itikaf yang Benar

Iktikaf bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadan saja. Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa iktikaf juga bisa dilakukan pada bulan-bulan tertentu selama tahun ini, tetapi puncaknya adalah pada bulan Ramadan. 

Tata Cara Itikaf 

Pada malam Nuzulul Quran, seseorang yang berniat untuk melaksanakan iktikaf sebaiknya diisi dengan kegiatan berzikir, membaca Al-Quran, salat sunah, dan merenung atau introspeksi diri.

1. Niat

Kegiatan iktikaf dimulai dengan membaca niat yang diringi dengan tulus ikhlas untuk melakukan iktikaf di masjid. 

2. Membaca Dzikir

Selanjutnya, orang yang melakukan iktikaf dianjurkan untuk melakukan dzikir, yaitu kegiatan yang memfokuskan pikiran pada Allah SWT. 

3. Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW 

Kegiatan selanjutnya adalah bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, di dalam iktikaf dianjurkan untuk membaca Al-Quran, mengerjakan salat sunah, serta melakukan introspeksi diri.

4. Sedikit Makan dan Tidur

Agar lebih khusyuk dalam beriktikaf, disarankan untuk sedikit makan, minum, dan tidur. Namun, kebiasaan makan dan tidur sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mengganggu konsentrasi dalam beribadah. 

5. Menjaga Kebersihan dan Kesucian Diri

Selama melaksanakan iktikaf, kita juga harus menjaga kebersihan dan kesucian diri serta tempat di mana kita berada.

Iktikaf dianggap sah jika disertai dengan beberapa syarat seperti berakal sehat, memeluk agama Islam, serta suci dari hadas besar. 

Hadas besar adalah keadaan suci yang harus dimiliki seseorang yang ingin melakukan ibadah seperti salat dan puasa.

Seseorang yang berniat untuk melakukan iktikaf bisa memasuki masjid sebelum waktu magrib. 

Durasi iktikaf sendiri bisa sebentar atau lama, tergantung pada pendapat para ulama. 

Namun, ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa iktikaf tidak sah jika tidak dilakukan minimal selama satu hari atau setengah hari.

Terakhir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar iktikaf tetap dapat dilaksanakan dengan lancar. 

Hal-hal yang Membatalkan Itikaf 

Hal-hal yang perlu dihindari agar iktikaf tidak batal seperti murtad, mabuk, gangguan jiwa, pingsan, bersetubuh, bersentuhan kulit dengan syahwat, dan keluar dari masjid tanpa ada kepentingan. 

Dalam melakukan iktikaf, kita juga harus selalu memperhatikan kebersihan dari tubuh dan juga sekitar kita. 

Hal ini dipandang sangat penting karena akan mempengaruhi kenyamanan dan keberkahan dalam melakukan ibadah iktikaf.



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter