Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Melewati Tiga Fase, Berikut Daur Hidup Ular yang Patut Diketahui

spesies ular unik
spesies ular unik

SwaraWarta.co.id - Sama halnya dengan kupu-kupu, jangkrik, capung atau binatang lainnya, daur hidup ular memiliki tahapan demi tahapan untuk bisa sampai ke fase dewasa.

Jika kupu-kupu memiliki daur hidup yang bisa dikatakan sempurna dari mulai telur-larva-pupa-imago, daur hidup ular tidaklah seperti demikian.

Daur hidup ular sangatlah bervariasi, tergantung dari jenis atau spesies mana ular ini berasal.

Ular sebagai bagian dari kelompok besar hewan melata memiliki dua jenis cara perkembangbiakkannya. Ada yang berkembangbiak dengan cara mengeluarkan telurnya, ada pula spesies yang melahirkan anak-anaknya.

Selain itu ada pula spesies unik yang mampu menghasilkan telur dengan tanpa melalui proses perkawinan, ini dinamakan dengan istilah partenogenesis.

Ada pula spesies ular unik lainnya yang terlahir dari sebutir telur yang proses keluarnya dengan menggunakan gigi khusus untuk memecahkan selaput dalam pada telur sebelum memutuskan keluar dari dalam telur.

Dalam istilah populer ular yang baru menetas dan berukuran mini biasanya disebut sebagai snakelets. Dan snakelets langsung diajarkan untuk bisa mandiri agar bisa bertahan hidup tanpa bantuan indukan.

Karena hal itulah, snakelets sudah harus bisa mencari makan sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Biasanya ular-ular kecil ini akan memangsa hewan-hewan lain yang jauh lebih kecil darinya.

Snakelets sebagai predator baru harus sudah mahir bagaimana caranya membunuh reptil kecil atau tikus-tikus kecil untuk dijadikannya sebagai mangsa.

Snakelets sudah dilatih untuk bisa mencari makan sendiri bahkan ketika baru menetas dari cangkang telur.

Jika beberapa hewan seperti kupu-kupu dan katak mengalami proses daur hidup sempurna atau yang kita kenal sebagai metamorfosis, daur hidup ular tidaklah mengalami hal seperti itu.

Daur hidup ular lebih cenderung sederhana yang hanya melalui tiga fase saja. Sementara misalnya kupu-kupu, harus memulainya dari telur, untuk kemudian menjadi ulat atau larva, kemudian pupa atau kepompong, terakhir menjadi kupu-kupu.

Daur hidup ular dari mulai kecil hingga dewasa sama sekali tidak mengubah bentuk tubuh panjangnya kecuali hanya ukuran dan berat tubuhnya saja ketika telah berada di fase dewasa.

Ular merupakan hewan melata yang bisa hidup di berbagai habitat, dari mulai habitat air, darat, hutan, laut, sungai, bahkan gurun. 

Sebagai informasi, ular yang hidup di kawasan gurun pasir yang panas cenderung memiliki bisa racun yang mematikan. 

Klasifikasi Ular

Klasifikasi Ular
Klasifikasi Ular

Menurut spesiesnya, ular terbagi ke dalam jumlah yang sangat banyak dengan penyebaran habitatnya di hampir semua sudut di bumi, dari mulai air, rawa-rawa, sungai, hutan, danau, laut, gurun, hingga rumah penduduk.

Dengan bentuk tubuh yang ramping dan memanjang, tentunya tidak sulit bagi ular untuk hidup di tempat-tempat yang kadang sulit ditempati oleh manusia ataupun binatang lainnya.

Di tumpukan batu ular bisa tinggal dan menetap. Di atas pohon, ular pun mampu bertahan, bahkan di kedalaman tertentu perairan beberapa spesies ular bahkan bisa bertahan hidup.

Tercatat ada sekitar 3.400 jenis reptil yang ada di bumi, dengan spesies ular menjadi yang paling banyak dibanding jenis reptil lainnya.

Dalam ilmu Biologi, ular diklasifikasikan ke dalam ordo Squamata yang juga merupakan ordo dari berbagai jenis kadal.

Kenapa ular masuk ke dalam ordo yang sama dengan kadal? Ini tentunya merujuk kepada sejarah evolusi yang menyebutkan bahwa kadal selama waktu yang lama telah mengalami perubahan secara reduksi struktural, penyederhanaan bentuk, serta kehilang bagian-bagian tubuh tertentu sebagai spesialisasinya.

Ular dan kadal dianggap memiliki ikatan persaudaraan yang erat menurut teori evolusi. Kadal yang sekarang dianggap kadal yang tidak mengalami evolusi bentuk seperti ular pada saat ini.

Sedikit catatan, ular pada kebanyakan tidak memiliki anggota tubuh pada bagian luar yang membedakannya dari reptil lainnya. Akan tetapi setiap reptil yang tidak berkata tidak selalu merujuk kepada spesies ular.

Ada jenis kadal yang tidak memiliki kaki bagian depan atau bagian belakang atau sama sekali tidak memiliki kaki. 

Hal ini tentu saja tidak serta merta membuat kadal tersebut diklasifikasikan sebagai ular.

Daur Hidup Ular

Daur Hidup Ular
Daur Hidup Ular

Setiap hewan pada kondisi normal tentunya akan melewati fase perkembangbiakkan, ini tentu saja berlaku pula pada banyak spesies ular.

Daur hidup ular akan tersusun secara berurutan dari mulai fase perkawinan, menghasilkan sel sperma yang membuahi sel telur dan menjadi telur, kemudian akan menetas senagai anak ular, untuk lantas selanjutnya menjadi ular dewasa.

Dalam ilmu Biologi perkembangbiakkan ular terbagi menjadi tiga golongan yakni: Vivipar, Ovipar, dan terakhir Ovovivipar.

Sebagai penjelasannya, Ovipar adalah ular yang bertelur langsung untuk menghasilkan bakal makhluk baru.

Vivipar adalah jenis ular yang melahirkan anaknya yang masih muda, sementara jenis Ovipar merujuk kepada jenis ular yang menyimpan telurnya di dalam tubuh untuk kemudian menetaskannya masih di dalam tubuh, dengan proses akhir melahirkan ular-ular muda yang ada di dalam tubuh hasil dari telur yang menetas sebelumnya.

Menurut penelitian, pada kebanyakan daur hidup ular akan mengalami tiga fase yang menyangkut:

TAHAP PERTAMA: Bertelur

TAHAP PERTAMA: Bertelur
TAHAP PERTAMA: Bertelur


Setelah melalui fase perkawinan, telur betina akan menghasilkan telur di dalam tubuhnya setelah proses pembuahan pada sel kelamin keduanya. 

Hasil pembuahan tersebut akan bertahan dalam waktu kurang lebih antara 1 hingga 2 bulan. Tahap selanjutnya adalah telur di dalam perut betina akan mengalami pertumbuhan hingga pada saatnya tiba akan menjadi besar dan siap dikeluarkan.

Pada fase matang untuk bertelur, telur betina akan mengeluarkan telur di tubuhnya yang jumlahnya bisa mencapai antara 10 hingga 15 butir yang kemudian akan diletakkan di lubang-lubang yang dangkal pada permukaan tanah atau di bawah tumpukan-tumpukan batu agar tersembunyi dan aman dari serangan predator lain.

Lapisan kulit telur ular biasanya tidak terlalu keras, akan cenderung lembut. Setelah bertelur, indukan akan menunggu hingga telur-telur tersebut menetas dengan aman.

TAHAP DUA: Ular Remaja

TAHAP DUA: Ular Remaja
TAHAP DUA: Ular Remaja


Ular dikatakan memasuki masa remaja dihitung dari mulai keluar dari dalam telur untuk kemudian mencari makanannya sendiri.

Dalam fase ular remaja, biasanya akan mengalami pergantian kulit hingga sebanyak 4x dalam satu tahun.

Ada sekitar 20 % spesies ular yang berkembang biak dengan cara melahirkan, terutama ular yang hidup di daerah yang dingin.

Pada kasus ular yang melahirkan sebenarnya ular tersebut bertelur terlebih dahulu untuk kemudian baru mengeluarkan ular-ular kecilnya.

TAHAP TIGA: Ular Dewasa

TAHAP TIGA: Ular Dewasa
TAHAP TIGA: Ular Dewasa

Setelah melalui fase remaja, daur hidup ular akan melaju ke fase ular dewasa, biasanya rentang waktu yang dibutuhkan dari mulai ular remaja hingga menjadi dewasa memakan waktu dari dua hingga empat tahun.

Perbedaan signifikan dari ular remaja dan dewasa terletak pada aktivitas molting atau pergantian kulit yang biasanya untuk ular remaja akan melakukannya secara berkala dalam rentang 4x dalam setahun sementara ular dewasa melakukannya dengan 1x dalam rentang waktu satu tahun.

Itulah daur hidup ular yang cukup sederhana.. semoga bisa menambah pengetahuan para pembaca.




Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.