Level Gunung Marapi Naik! Warga Sekitar Harus Siaga

- Redaksi

Wednesday, 10 January 2024 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Level Gunung Marapi Naik, Warga Diimbau Siaga-SwaraWarta.co.id (Sumber: CNN)

SwaraWarta.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat terkait peningkatan status Gunung Marapi, Sumatera Barat, menjadi Level III atau Siaga terhitung sejak Selasa, 9 Januari 2024, pukul 18.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hendra Gunawan, Kepala PVMBG Badan Geologi, menekankan agar penduduk dan pengunjung di sekitar Gunung Marapi tidak memasuki area dalam radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran sungai, dan bantaran sungai berhulu di puncak Gunung Marapi untuk waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Baca Juga :  Latber Drag Bike Ponorogo: Latihan Sambil Berbagi untuk Janda dan Anak Yatim

“Dilarang memasuki wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi,” jelas Hendra Gunawan dalam laporan aktivitas gunung api pada Rabu (10/01/2024).

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghadapi dampak erupsi, seperti menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari hujan abu dan menjaga kebersihan air bersih.

Hendra Gunawan juga mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menghindari menyebarkan informasi palsu, serta mengikuti petunjuk pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan G.

Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi guna mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.

Baca Juga :  Warga Pulau Enggano Terisolasi, Harga Pisang Anjlok Akibat Pelabuhan Dangkal

Selain itu, masyarakat, instansi pemerintah, dan instansi terkait disarankan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui aplikasi Magma Indonesia, situs web Magma Indonesia (vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), serta media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram).

Dalam laporan cuaca per Rabu (10/01/2024) hingga pukul 06.00 WIB, kondisi meteorologi Gunung Marapi mencatat cuaca mendung dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya.

Suhu udara tercatat sekitar 21.8 °C, kelembaban udara 81.6%, dan tekanan udara 681.2 mmHg.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan berita palsu, dan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.

Semua pihak diharapkan dapat bersinergi dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Marapi.***

Berita Terkait

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?
Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah
20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan
Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”
Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”
5 Adegan Video Amalia Mutya yang Viral di TikTok, Nomor 3 Bikin Netizen Tak Bisa Berkedip
Heboh! Isi Link Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik yang Viral di TikTok, Ternyata Isinya Mengejutkan!
Full Video Nay TikTok Diduga Bocor! Netizen Heboh Sebut Isinya Pink Banget, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?

Berita Terkait

Monday, 23 February 2026 - 11:05 WIB

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?

Monday, 23 February 2026 - 09:23 WIB

Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah

Sunday, 22 February 2026 - 17:14 WIB

20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan

Sunday, 22 February 2026 - 14:34 WIB

Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”

Friday, 20 February 2026 - 21:43 WIB

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”

Berita Terbaru