Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

- Redaksi

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika

SwaraWarta.co.id – Mengapa kita perlu mempelajari teori belajar dalam mengajarkan matematika? Matematika sering kali dianggap sebagai “momok” bagi banyak siswa. Angka, rumus, dan logika abstrak kerap membuat mereka merasa kewalahan.

Di sinilah peran guru menjadi sangat vital. Namun, menguasai materi matematika saja tidak cukup. Muncul pertanyaan penting: mengapa kita perlu mempelajari teori belajar dalam mengajarkan matematika?

Memahami teori belajar ibarat memiliki peta jalan saat menjelajahi hutan belantara. Tanpanya, seorang guru mungkin hanya memberikan instruksi tanpa memahami apakah pesan tersebut benar-benar tersampaikan ke otak siswa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah alasan utama mengapa teori belajar adalah fondasi dalam pendidikan matematika.

Baca Juga :  Apa Tanggungjawab Guru Kepada Rekan Sesama Guru Sesuai Permendikbudristek No 67 Tahun 2024?

1. Menyesuaikan Materi dengan Tahap Kognitif Siswa

Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Teori perkembangan kognitif, seperti yang dikemukakan oleh Jean Piaget, membantu guru memahami bahwa anak kecil belum bisa berpikir abstrak sepenuhnya.

Dalam matematika, Anda tidak bisa mengajarkan konsep variabel aljabar kepada anak yang masih berada di tahap operasional konkret tanpa alat bantu visual.

Dengan memahami teori ini, guru dapat menyajikan materi yang sesuai dengan kapasitas mental siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan minim rasa frustrasi.

2. Jembatan dari Konkret ke Abstrak

Matematika adalah ilmu yang sangat abstrak. Teori belajar seperti Jerome Bruner menawarkan solusi melalui tahapan Enaktif (fisik), Ikonik (gambar), dan Simbolik (angka/rumus).

  • Enaktif: Siswa menggunakan benda nyata (seperti blok) untuk berhitung.
  • Ikonik: Siswa mulai melihat gambar atau diagram yang merepresentasikan benda tersebut.
  • Simbolik: Siswa akhirnya mampu mengoperasikan angka secara abstrak.
Baca Juga :  Mengajarkan Keindahan Islam Melalui Tindakan, Bukan Perdebatan

Tanpa memahami urutan ini, guru cenderung langsung melompat ke rumus (simbolik), yang sering kali membuat siswa kehilangan makna di balik angka-angka tersebut.

3. Membangun Pengetahuan Secara Mandiri (Konstruktivisme)

Melalui teori konstruktivisme (Vygotsky), kita belajar bahwa siswa tidak sekadar “menerima” informasi, melainkan “membangun” pengetahuan berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya. Dalam matematika, guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan tantangan di dalam Zone of Proximal Development (ZPD) area di mana siswa dapat memecahkan masalah dengan sedikit bantuan.

Mengapa kita perlu mempelajari teori belajar dalam mengajarkan matematika? Karena mengajar bukan sekadar mentransfer informasi, melainkan memastikan terjadinya proses perubahan perilaku dan pemahaman di dalam diri siswa. Dengan teori belajar, guru dapat merancang strategi yang inklusif, terstruktur, dan mampu menyentuh berbagai gaya belajar siswa.

Berita Terkait

Pernahkah Anda Menyaksikan atau Mendengar Adanya Perlakuan Negatif Terhadap Individu dengan Penyakit Mental? Bagaimana Perasaan Anda Pada Saat Itu?
Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Al-Qur’an? Berikut Pembahasannya!
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Uraikan Cara yang Bisa Kalian Lakukan untuk Mempromosikan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Cara Hitung Matrix Destiny: Panduan Lengkap untuk Pemula
Apa Hubungan antara Bumi, Matahari, dan Bulan? Simak Pembahasanya Berikut ini!
Apakah Hubungan antara Frekuensi Pernapasan dengan Aktivitas Seseorang? Ini Penjelasannya!
Apa Tujuan Manusia Diciptakan dengan Bentuk yang Sebaik-baiknya? Simak Penjelasannya!

Berita Terkait

Wednesday, 28 January 2026 - 14:21 WIB

Pernahkah Anda Menyaksikan atau Mendengar Adanya Perlakuan Negatif Terhadap Individu dengan Penyakit Mental? Bagaimana Perasaan Anda Pada Saat Itu?

Wednesday, 28 January 2026 - 10:48 WIB

Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Al-Qur’an? Berikut Pembahasannya!

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:49 WIB

Uraikan Cara yang Bisa Kalian Lakukan untuk Mempromosikan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

Sunday, 25 January 2026 - 13:02 WIB

Cara Hitung Matrix Destiny: Panduan Lengkap untuk Pemula

Berita Terbaru

Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Berita

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Thursday, 29 Jan 2026 - 15:40 WIB

Cara Beli Perak untuk Investasi

Ekonomi

Cara Beli Perak untuk Investasi: Panduan Cerdas bagi Pemula

Thursday, 29 Jan 2026 - 15:14 WIB