American Airlines Hentikan Penerbangan ke Israel hingga April 2025 di Tengah Ketegangan Regional

- Redaksi

Monday, 19 August 2024 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Dari warta internasional, American Airlines telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan ke Israel hingga April 2025, sebagaimana dilaporkan oleh media Israel, KAN, pada hari Minggu.

Keputusan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, terutama akibat serangan militer Israel yang intensif di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, yang telah menyebabkan lebih dari 40.100 orang tewas dan melukai sekitar 92.600 lainnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun langkah penghentian penerbangan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, American Airlines tidak memberikan penjelasan spesifik terkait alasan di balik keputusan tersebut.

Namun, langkah ini sejalan dengan keputusan serupa yang diambil oleh beberapa maskapai internasional lainnya. United Airlines dan Delta Airlines, misalnya, juga telah menghentikan operasi penerbangan mereka ke Israel.

Baca Juga :  Ini Dia Sosok Lisa Mariana yang Diduga jadi Selingkuhan Ridwan Kamil

Dalam beberapa bulan terakhir, sejak 7 Agustus, jumlah maskapai yang telah menangguhkan penerbangan mereka dari dan ke Israel terus bertambah.

Menurut laporan dari KAN, saat ini setidaknya 20 maskapai telah melakukan tindakan serupa.

Ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat setelah pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli di Teheran, ibu kota Iran.

Israel berada dalam siaga militer tinggi karena khawatir akan adanya serangan balasan dari Iran, yang menyalahkan Israel atas pembunuhan Haniyeh.

Meski demikian, Israel hingga kini belum memberikan konfirmasi ataupun bantahan terkait tuduhan tersebut.

Di sisi lain, ketegangan juga datang dari kelompok Hizbullah di Lebanon yang berjanji akan melakukan aksi balasan terhadap Israel setelah komandan senior mereka, Fouad Shukr, tewas dalam serangan udara di Beirut pada 30 Juli.

Baca Juga :  Kunjungan Khofifah ke Sentra Tas Anyam Ponorogo: Dorong Kreativitas Lokal

Keputusan penghentian penerbangan ini mencerminkan situasi yang semakin kompleks di Timur Tengah, di mana banyak negara dan perusahaan internasional mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari risiko yang terkait dengan meningkatnya konflik di wilayah tersebut.

Keamanan dan stabilitas di kawasan ini terus menjadi perhatian utama, terutama dengan adanya potensi balasan dari berbagai kelompok yang terlibat dalam konflik tersebut.***

Berita Terkait

Guncang Dunia, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia Usai Serangan dari AS dan Israel
Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!
Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya
Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km
Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern
Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern
Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!
Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!

Berita Terkait

Sunday, 1 March 2026 - 12:38 WIB

Guncang Dunia, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia Usai Serangan dari AS dan Israel

Saturday, 28 February 2026 - 13:01 WIB

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!

Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

Friday, 27 February 2026 - 18:41 WIB

Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km

Friday, 27 February 2026 - 18:39 WIB

Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern

Berita Terbaru