Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan: Komitmen Presiden di Tengah Ancaman Krisis Pangan

- Redaksi

Sunday, 17 May 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan

SwaraWarta.co.id – Di tengah tekanan inflasi pangan global dan harga beras yang masih tinggi di sejumlah daerah, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh jika rakyat Indonesia mengalami kelaparan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo secara tegas menyatakan bahwa tidak ada pihak lain yang bisa dimintai pertanggungjawaban selain dirinya sebagai kepala negara dan mandataris kedaulatan rakyat atas nasib pangan 287 juta jiwa penduduk Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sebagai Presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat. Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab,” tegas Prabowo di hadapan hadirin.

Baca Juga :  220 Volt Berapa Watt? Ini Dia Cara Menghitungnya!

Pernyataan tersebut merupakan respons atas kekhawatiran publik terhadap potensi krisis pangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Presiden juga menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan kondisi riil masyarakat.

Dalam Sidang Tahunan MPR pada 2025, Presiden pernah mengkritik pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% yang tidak tercermin dalam kesejahteraan rakyat masih banyak anak-anak yang kelaparan, petani dan nelayan yang kesulitan menjual hasil panennya, serta keluarga yang belum memiliki rumah layak huni.

Untuk memastikan komitmen tersebut tidak sekadar retorika, Presiden Prabowo telah menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mencapai swasembada pangan.

Target yang semula dipatok empat tahun, kini diyakini dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun. Keyakinan ini muncul dari capaian positif sektor pertanian sepanjang 2025.

Baca Juga :  Indonesia vs Arab Saudi: Peluang dan Tantangan Tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Audit tematik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36% dari tahun sebelumnya, tanpa impor. Pemerintah juga berhasil mengamankan 3 juta ton beras domestik sebagai cadangan pangan strategis.

Stok beras di Bulog bahkan sempat menembus rekor 4,2 juta ton pada pertengahan tahun 2025, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dan seluruhnya berasal dari produksi petani lokal.

Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang berhasil memperkuat kedaulatan pangan di saat banyak negara lain justru panik menghadapi krisis. Namun, Presiden Prabowo menekankan bahwa menjamin pangan bagi 287 juta rakyat bukanlah pekerjaan ringan. Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian terus dimasifkan, terutama di Kalimantan dan wilayah potensial lainnya.

Baca Juga :  Kontroversi Raja Ampat: PT Gag Nikel Selamat, Walhi Ngotot Cabut Semua Izin Tambang!

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo benar-benar serius dalam menangani ancaman kelaparan. Tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga eksekusi yang terukur dan akuntabel.

Dengan pernyataan tegas “Saya bertanggung jawab jika rakyat terjadi kelaparan”, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan langsung kepada rakyat. Kini, rakyat tinggal menunggu bukti nyata dari komitmen tersebut, bukan sekadar kata-kata.

 

Berita Terkait

Viral! Pria Paruh Baya Berbuat Mesum dengan Wanita Diatas Motor di Pinggir Jalan Tanah Abang, Cek Fakta Sebenarnya
BLT untuk 50 Juta Warga Miskin, Benarkah Langsung Masuk Rekening? Ini Jadwalnya
Update Klasemen Asian Games 2026: Indonesia Raih 30 Medali, Ada Tambahan Emas dari Leo/Daniel
Kenapa Hari Ini Bendera Setengah Tiang di Berbagai Instansi? Ternyata Karena Alasan Ini!
Viral! Wanita Dipaksa Berhubungan Badan lalu Diperas Rp50 Juta, Diancam jika Tak Menuruti
Viral! Video Oknum Guru di Subang Diduga Rekam Rok dalam Siswi SMP saat Ambil Ijazah, Warganet Murka
VIRAL! Video Berjilbab Mesum di Dalam Mobil Durasi 41 Detik Bikin Heboh Warganet, Ini Fakta dan Reaksi Netizen
Kapan Kartu Prakerja Dibuka Kembali? Ini Fakta Terbaru yang Wajib Kamu Tahu!

Berita Terkait

Wednesday, 30 September 2026 - 12:23 WIB

BLT untuk 50 Juta Warga Miskin, Benarkah Langsung Masuk Rekening? Ini Jadwalnya

Wednesday, 30 September 2026 - 12:19 WIB

Update Klasemen Asian Games 2026: Indonesia Raih 30 Medali, Ada Tambahan Emas dari Leo/Daniel

Wednesday, 30 September 2026 - 10:11 WIB

Kenapa Hari Ini Bendera Setengah Tiang di Berbagai Instansi? Ternyata Karena Alasan Ini!

Wednesday, 30 September 2026 - 09:50 WIB

Viral! Wanita Dipaksa Berhubungan Badan lalu Diperas Rp50 Juta, Diancam jika Tak Menuruti

Tuesday, 29 September 2026 - 09:29 WIB

Viral! Video Oknum Guru di Subang Diduga Rekam Rok dalam Siswi SMP saat Ambil Ijazah, Warganet Murka

Berita Terbaru