BAGAIMANA Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Yang Efektif Dapat Diterapkan Dalam Suatu Organisasi Untuk Memastikan Hasil Yang Optimal

- Redaksi

Thursday, 6 November 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknik pengambilan keputusan kelompok efektif untuk hasil optimal dan partisipasi aktif. Simak metode dan langkah penerapannya di sini.

Teknik pengambilan keputusan kelompok efektif untuk hasil optimal dan partisipasi aktif. Simak metode dan langkah penerapannya di sini.

Bagi kalian yang sedang mencari referensi jawaban soal bagaimana teknik pengambilan keputusan kelompok yang efektif dapat diterapkan dalam suatu organisasi untuk memastikan hasil yang optimal dan partisipasi aktif semua anggota, silakan simak artikel ini sampai selesai.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai pengambilan keputusan kelompok, teknik-teknik yang bisa digunakan, serta contoh penerapan metode yang efektif agar seluruh anggota organisasi dapat berpartisipasi aktif dan hasil keputusan menjadi optimal.


Soal Lengkap

Dalam suatu organisasi, sering kali keputusan penting harus diambil secara kolektif untuk memastikan bahwa semua perspektif dan kebutuhan anggota terakomodasi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, proses pengambilan keputusan kelompok bisa menghadapi tantangan seperti perbedaan pendapat, dominasi individu tertentu, atau bahkan kebuntuan diskusi.

Dari narasi di atas, Saudara diminta untuk:

  1. Pertukaran beberapa teknik pengambilan keputusan kelompok.

  2. Bagaimana teknik pengambilan keputusan kelompok yang efektif dapat diterapkan dalam suatu organisasi untuk memastikan hasil yang optimal dan partisipasi aktif semua anggota?

  3. Berikan contoh metode yang bisa digunakan dan jelaskan langkah-langkah pelaksanaannya.


1. Pengertian Pengambilan Keputusan Kelompok

Pengambilan keputusan kelompok adalah proses di mana sejumlah individu dalam organisasi berdiskusi, menilai berbagai alternatif, lalu memilih solusi terbaik secara bersama-sama. Tujuan utama dari proses ini adalah mendapatkan keputusan yang lebih berkualitas karena menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan pandangan dari banyak pihak.

Menurut Robbins dan Judge (2017), pengambilan keputusan kelompok sering menghasilkan keputusan yang lebih baik dibanding individu karena adanya keragaman perspektif, kreativitas yang lebih tinggi, serta penerimaan keputusan yang lebih kuat di antara anggota.

Baca Juga :  Diskusikan Bagaimana Nilai-nilai Akhlak dapat Diterapkan dan Dijaga dalam Berbagai Situasi Kehidupan Saat Ini

Namun, tanpa teknik yang tepat, pengambilan keputusan kelompok dapat terhambat oleh konflik, bias, atau dominasi anggota tertentu. Karena itu, organisasi perlu menerapkan metode yang sistematis dan inklusif.


2. Teknik-Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok

Berikut adalah beberapa teknik pengambilan keputusan kelompok yang dapat diterapkan dalam organisasi:

a. Teknik Musyawarah (Consensus Decision Making)

Teknik ini menekankan pada kesepakatan bersama tanpa paksaan. Semua anggota memberikan pandangan, lalu keputusan diambil setelah mencapai titik temu yang diterima semua pihak.

Kelebihan:

  • Meningkatkan rasa memiliki terhadap keputusan.

  • Mendorong kerja sama dan solidaritas tim.

Kekurangan:

  • Membutuhkan waktu lebih lama.

Contoh penerapan:
Dalam rapat tim proyek, semua anggota diberi kesempatan menyampaikan pendapat sebelum keputusan akhir diambil melalui musyawarah bersama.


b. Teknik Voting (Pemungutan Suara)

Jika kelompok tidak dapat mencapai konsensus, metode voting bisa digunakan. Setiap anggota memiliki hak suara untuk memilih alternatif terbaik.

Kelebihan:

  • Cepat dan efisien.

  • Menghindari kebuntuan diskusi.

Kekurangan:

  • Keputusan mungkin tidak memuaskan semua pihak.

Contoh penerapan:
Dalam organisasi kemahasiswaan, voting sering digunakan untuk memilih ketua panitia atau menentukan agenda kegiatan.


c. Teknik Nominal Group Technique (NGT)

NGT merupakan metode terstruktur untuk memastikan setiap anggota berpartisipasi aktif dalam memberikan ide.

Langkah-langkah penerapan:

  1. Fasilitator menjelaskan masalah yang akan diputuskan.

  2. Setiap anggota menuliskan ide atau solusi secara individu.

  3. Semua ide dikumpulkan dan dibacakan tanpa menyebut nama.

  4. Diskusi dilakukan untuk menilai kelebihan dan kekurangan setiap ide.

  5. Anggota melakukan voting atau peringkat ide untuk menentukan pilihan terbaik.

Baca Juga :  Apakah Kalian Pernah Memberikan Usul Pemikiran dan Saran dalam Suatu Kegiatan Musyawarah? Ini Penjelasannya!

Kelebihan:

  • Menghindari dominasi individu tertentu.

  • Meningkatkan partisipasi semua anggota.

Kekurangan:

  • Proses bisa terasa kaku jika fasilitator kurang berpengalaman.


d. Teknik Delphi

Teknik ini dilakukan dengan mengumpulkan pendapat para ahli secara anonim melalui beberapa putaran kuesioner.

Langkah-langkah:

  1. Para ahli mengisi kuesioner tentang masalah yang akan diputuskan.

  2. Hasil dikompilasi, dirangkum, dan dikirim kembali kepada peserta.

  3. Putaran dilakukan berulang sampai tercapai konsensus.

Kelebihan:

  • Cocok untuk keputusan strategis dan kompleks.

  • Mengurangi pengaruh sosial dan bias antar peserta.

Kekurangan:

  • Proses bisa memakan waktu lama.

Contoh penerapan:
Teknik Delphi sering digunakan dalam organisasi besar atau lembaga pemerintah untuk perumusan kebijakan strategis.


e. Brainstorming

Metode ini digunakan untuk menghasilkan banyak ide dalam waktu singkat tanpa langsung menilai atau mengkritik ide tersebut.

Langkah-langkah:

  1. Fasilitator menyampaikan topik atau masalah.

  2. Anggota mengemukakan ide secara bebas.

  3. Semua ide dicatat tanpa kritik.

  4. Setelah sesi selesai, ide diseleksi dan dianalisis bersama.

Kelebihan:

  • Meningkatkan kreativitas dan inovasi.

  • Memberi ruang bagi semua anggota berpartisipasi.

Kekurangan:

  • Dapat didominasi oleh individu yang lebih aktif berbicara jika tidak dikontrol.


3. Strategi Menerapkan Pengambilan Keputusan Kelompok yang Efektif

Untuk memastikan hasil yang optimal dan partisipasi aktif seluruh anggota, organisasi perlu memperhatikan beberapa strategi berikut:

1. Tetapkan Tujuan dan Kriteria Keputusan Sejak Awal

Sebelum diskusi dimulai, penting bagi pemimpin atau fasilitator untuk menjelaskan tujuan rapat, batas waktu, dan kriteria keputusan yang akan digunakan. Ini membantu menjaga fokus dan arah diskusi.

Baca Juga :  CEK JAWABAN UAS THE Pengantar Statistika Sosial ISIP4215 Tahun 2025, Simak Pembahasan Lengkapnya

2. Gunakan Fasilitator Netral

Fasilitator berperan penting untuk mengatur jalannya diskusi agar setiap anggota memiliki kesempatan bicara yang sama dan tidak ada dominasi dari pihak tertentu.

3. Dorong Partisipasi Semua Anggota

Organisasi bisa menggunakan metode seperti round-robin discussion (giliran bicara bergantian) agar semua anggota menyampaikan pendapat.

4. Catat Semua Ide Secara Transparan

Gunakan papan tulis, sticky notes, atau aplikasi kolaborasi digital agar semua ide yang muncul terdokumentasi dan dapat dievaluasi bersama.

5. Lakukan Evaluasi dan Umpan Balik

Setelah keputusan diambil, lakukan review hasil dan prosesnya. Hal ini membantu kelompok memperbaiki teknik pengambilan keputusan di masa mendatang.


4. Contoh Kasus Penerapan

Misalnya, dalam organisasi non-profit yang sedang menentukan program kerja tahunan, tim menggunakan metode NGT:

  1. Semua anggota menuliskan ide kegiatan sosial.

  2. Fasilitator membacakan ide tanpa menyebutkan siapa pengusulnya.

  3. Tim mendiskusikan ide yang paling relevan.

  4. Anggota melakukan voting untuk menentukan prioritas kegiatan.

Hasilnya, keputusan diambil secara adil, partisipatif, dan berdasarkan masukan semua anggota.


5. Kesimpulan

Teknik pengambilan keputusan kelompok yang efektif sangat penting untuk menciptakan hasil yang optimal, inklusif, dan disepakati bersama.
Beberapa metode seperti musyawarah, voting, brainstorming, NGT, dan Delphi dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Kunci keberhasilan terletak pada fasilitasi yang netral, komunikasi terbuka, serta partisipasi aktif dari semua anggota. Dengan penerapan teknik yang tepat, keputusan kelompok tidak hanya lebih berkualitas tetapi juga memperkuat kohesi tim dan kepercayaan antar anggota.

Berita Terkait

Bagaimana Cara Memberikan Bantuan pada Teman Saat Melakukan Headstand? Berikut ini Penjelasannya!
Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas? Jelaskan Alasannya!
Apa Itu Bencana Nasional? Memahami Kriteria dan Dampaknya di Indonesia
Mengapa Manusia untuk Hidup dan Bertumbuh Perlu Bernafas? Berikut Pembahasannya!
Menurut Kalian Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Berikut ini Penjelasannya!
Bagaimana Jika Sekitarmu Ada Seseorang yang Secara Tidak Sadar Memiliki Kecenderungan NPD?
3 Cara Mendapatkan Akun SIMPKB untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
Bagaimana Keberagaman yang Dimiliki Masyarakat Indonesia? Simak Pembahasannya!

Berita Terkait

Sunday, 11 January 2026 - 15:01 WIB

Bagaimana Cara Memberikan Bantuan pada Teman Saat Melakukan Headstand? Berikut ini Penjelasannya!

Sunday, 11 January 2026 - 13:02 WIB

Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas? Jelaskan Alasannya!

Saturday, 10 January 2026 - 15:12 WIB

Apa Itu Bencana Nasional? Memahami Kriteria dan Dampaknya di Indonesia

Saturday, 10 January 2026 - 10:18 WIB

Mengapa Manusia untuk Hidup dan Bertumbuh Perlu Bernafas? Berikut Pembahasannya!

Friday, 9 January 2026 - 16:59 WIB

Menurut Kalian Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Berikut ini Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara Mengatasi Live IG yang Error

Teknologi

5 Cara Mengatasi Live IG yang Error agar Lancar dan Jernih

Sunday, 11 Jan 2026 - 11:06 WIB