Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

4 Tarian Kepulauan Riau yang Memiliki Sejarah Luhur

Tarian Kepulauan Riau
Tari Inai - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pariwisata Indonesia)


SwaraWarta.co.id - Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di wilayah Sumatera, dengan ibukota di Tanjung Pinang dan dikenal dengan kota terkenalnya, Batam.

Kepri sendiri terletak di sebelah timur Sumatera, yang membuatnya memiliki tradisi dan budaya yang mirip dengan provinsi di sekitarnya.

Tarian Kepulauan Riau mencerminkan sebuah akulturasi budaya Melayu dengan Islami yang khas.

Salah satu contohnya adalah Tari Zapin, yang merupakan tarian penggabungan dari elemen-elemen Melayu dan juga Islami.

Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara adat, dari mulai acara sakral pernikahan, maupun perayaan yang berhubungan dengan ritual keagamaan.

Tari Zapin umumnya memiliki gerakan yang khas, termasuk langkah-langkah ringan serta gerakan tangan yang elegan.

Biasanya musik pengiringnya menggunakan alat musik tradisional Melayu seperti gambus, rebana, serta gendang.

Melalui gerakan dan musiknya yang begitu indah, tarian ini merupakan penggambaran keindahan dan keagungan budaya Kepri.

Selain Tari Zapin, kemudian ada juga Tari Seudati yang berasal dari Aceh tetapi telah merambah ke Kepulauan Riau dan menjadi bagian dari budaya lokal.

Tari Seudati biasanya dipentaskan dalam rangkaian acara upacara adat serta keagamaan, dengan gerakan yang begitu enerjik dan penuh dengan semangat.

BACA JUGA: 5 Tarian NTT yang Memiliki Nilai Adat Budaya dan Sejarah Adiluhung

Tari lainnya yang populer dari Kepulauan Ria yaitu Tari Makyong juga populer di Kepri.

Tarian ini sejarah awalnya berasal dari Malaysia dan telah menjadi bagian penting dari budaya Melayu di Kepri.

Tari Makyong menggambarkan kisah-kisah legendaris dan juga mitos Melayu melalui gerakan-gerakan yang dinamis serta cerita yang diperankan oleh para penari.

Secara keseluruhan, tarian tradisional di Kepulauan Riau tidak hanya memperkaya warisan budaya provinsi tersebut, tetapi juga bisa memperkuat ikatan antargenerasi dan mempertahankan identitas budaya Melayu-Islam yang sangat unik.

Dengan terus dipertahankannya tradisi ini, tentunya Kepri bisa terus menjadi pusat kekayaan budaya di wilayah Sumatera.

Tarian Kepulauan Riau Populer


Ada banyak Tarian Kepulauan Riau populer, dan beberapanya seperti di bawah ini:

1. Tari Dayung Sampan


Tarian Kepulauan Riau
Tari Dayung Sampan - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Tari Kepulauan Riau yang pertama adalah Tari Dayung Sampan merupakan ritual yang tak terpisahkan dari upacara adat Tingkeban di Kepulauan Riau.

Tarian ini khusus diselenggarakan untuk wanita yang sedang mengandung anak pertama, terutama saat usia kandungan mencapai 7 bulan, tarian ini bisa dikatakan menandai momen penting dalam kehidupan keluarga.

Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas kehamilan tersebut, tarian ini juga menjadi sebuah simbol kearifan lokal dan tradisi yang turun-temurun dijaga.

Dalam acara-acara penting seperti sunatan dan pernikahan, Tari Dayung Sampan juga sering dihadirkan untuk memeriahkan suasana.

BACA JUGA: 7 Tarian NTB yang Memiliki Nilai Sejarah Tinggi

Bagi wanita yang mengikuti upacara adat ini, tarian tersebut memiliki makna mendalam yang bisa melambangkan kebahagiaan serta harapan atas kelahiran anak yang sehat.

Gerakan-gerakan dalam Tari Dayung Sampan umumnya menggambarkan kelembutan dan keanggunan, menciptakan atmosfer yang meriah dan bersemangat.

Dengan demikian, tarian ini tidak hanya memperkaya warisan budaya Kepulauan Riau, tetapi juga bisa mengikat masyarakat dalam perayaan dan penghormatan terhadap siklus kehidupan.

Tari Dayung Sampan tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi adat semata, tetapi lebih dari itu juga menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan dalam setiap momen berharga dalam kehidupan masyarakat setempat.

2. Tari Gamelan


Tarian Kepulauan Riau
Tari Gamelan - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Tarian Kepulauan Riau yang kedua adalah Tari Gamelan yang merupakan salah satu jenis tari tradisional Melayu klasik yang memiliki akar sejarah yang sangat kaya, berasal dari masa Kesultanan Riau Lingga pada abad ke-17.

Tarian ini biasanya ditampilkan oleh kelompok wanita yang terlatih dengan baik dalam gerakan-gerakan yang khas serta anggun.

Biasanya, Tari Gamelan dipentaskan dalam berbagai acara kebudayaan, festival, atau kegiatan daerah yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan keberagaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kepulauan Riau.

Selain menjadi bentuk seni pertunjukan, tarian ini juga merupakan sarana untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah yang kaya di wilayah tersebut.

Gerakan-gerakan dalam Tari Gamelan menampilkan keanggunan dan kehalusan, sering kali disertai dengan penggunaan properti seperti kipas atau selendang yang menambahkan elemen estetika pada penampilan penari.

Musik pengiring yang khas, yang sering kali juga disebut gamelan, memberikan nuansa yang mendalam dan mempesona pada setiap penampilan tarian ini.

BACA JUGA: 3 Tarian Yogyakarta dengan Makna Filosofisnya yang Mendalam

Dengan keindahan dan keunikannya, Tari Gamelan bukan hanya menjadi bagian penting dari budaya tradisional Kepulauan Riau, tetapi juga menjadi identitas yang memperkaya kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan.


3. Tari Inai


Tari Inai adalah tarian sakral yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau.

Tradisi ini terutama dipentaskan dalam upacara pernikahan sebagai bagian yang penting dalam merayakan kesucian dan kebersamaan pasangan pengantin.

Dalam pertunjukannya, tarian ini menggunakan perlengkapan lilin sebagai properti utama, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh makna.

Meskipun berasal dari Kepulauan Riau, Tari Inai juga ditemukan di provinsi lain seperti Jambi dan daerah Melayu lainnya.

Hal ini menunjukkan sebaran dan pengaruh budaya yang luas dari tradisi ini di wilayah-wilayah dengan latar belakang budaya Melayu.

Tari Inai tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menyiratkan makna-makna yang dalam terkait dengan pernikahan dan kesatuan keluarga.

Gerakan-gerakannya yang lembut dan simbolisme properti lilin mencerminkan keanggunan dan keharmonisan hubungan antara pasangan pengantin.

Sebagai tarian sakral, Tari Inai memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat yang menjalankan tradisi ini.

Dengan demikian, tarian ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Kepulauan Riau, tetapi juga memperkaya tradisi pernikahan dan kepercayaan di wilayah Melayu secara luas.

BACA JUGA: Ragam Jenis Tari Daerah Banten yang Populer di Kalangan Masyarakat

4. Tari Jogi


Tari Jogi adalah salah satu tarian tradisional yang sangat terkenal di Kepulauan Riau, merupaka bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya Melayu.

Gerakan dalam tarian ini telah mengalami perkembangan sepanjang waktu, menciptakan sebuah penampilan yang anggun dan indah.

Tari Jogi sering dipentaskan dalam berbagai acara besar, termasuk festival kebudayaan dan acara resmi pemerintahan.

Keanggunan gerakan serta keselarasan antara penari menciptakan sebuah penampilan yang memukau dan penuh warna.

Seiring berjalannya waktu, Tari Jogi telah menjadi lebih dari sekadar tarian adat; ia menjadi simbol keindahan dan identitas budaya bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Melalui penampilannya yang megah, tarian ini menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat lokal dan juga dunia luar.

Dengan demikian, Tari Jogi tidak hanya memperkaya kehidupan budaya Kepulauan Riau, tetapi juga menjadi jendela yang mengungkapkan keindahan dan keanggunan tradisi Melayu kepada seluruh dunia.


Keempat Tarian Kepulauan Tradisional menjadi beberapa dari banyaknya tarian tradisional yang ada di Kepulauan Riau.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.