Sindrom Neuropati: Gejala dan Cara Pengorbanannya

- Redaksi

Tuesday, 28 May 2024 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sindrom Neuropati (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.idNeuropati adalah sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan atau penyakit pada saraf di tubuh. 

Gejala yang muncul bisa berupa nyeri, kesemutan, kram otot, hingga sulit buang air kecil. Penyebab neuropati bisa bermacam-macam, mulai dari cedera sampai dengan penyakit tertentu seperti diabetes. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebanyakan neuropati bisa terjadi sejak lahir dan pengobatan untuk neuropati akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Salah satu jenis neuropati yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, yaitu gangguan atau kerusakan saraf yang terjadi akibat penyakit diabetes. 

Baca Juga:

Manfaat Obat Dydrogesterone Beserta Efek Sampingnya Bagi Tubuh

Jika Anda menderita penyakit diabetes, lakukan kontrol ke dokter secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Gejala Neuropati Secara Umum

Gejala neuropati bisa tergantung pada jenis, jumlah, dan area saraf yang terganggu. Neuropati sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu mononeuropati, mononeuritis multiple, dan polineuropati. 

Baca Juga :  Mengatasi Kesehatan Mental Mahasiswa: Pentingnya Layanan Kesehatan Mental di Kampus

Beberapa gejala neuropati yang muncul pada saraf sensorik adalah kesemutan, mati rasa, perubahan pada sensor perasa seperti merasakan nyeri parah, sensasi terbakar, dan hilangnya kemampuan koordinasi dan refleks tubuh. 

Beberapa gejala neuropati yang muncul pada saraf motorik adalah otot terasa lemas, otot berkedut, kram otot, tegang otot, sulit berjalan atau menggerakkan tangan atau kaki.

 Baca Juga:

Mengenal Operasi Kuret, dan Waktu Tindakan dilakukan

Selain itu, beberapa orang pernah mengalami hilangnya kendali pada otot, dan tidak mampu menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Pemeriksaan Neuropati yang Tepat 

Jika Anda merasakan gejala-gejala awal neuropati, segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan agar kondisi dapat segera ditangani dan risiko kerusakan lebih lanjut pada saraf dapat dicegah.

Baca Juga :  Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Efektif dan Alami

Pengobatan neuropati akan ditentukan berdasarkan penyakit atau kondisi yang mendasarinya. 

Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter seperti pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan pengobatan pola hidup sehat. 

Meskipun banyak kasus neuropati yang tidak dapat sembuh sepenuhnya, pengobatan yang tepat dapat membantu meredakan dan mengendalikan gejala agar tidak muncul kembali.

Baca Juga:

Perbedaan Pro Login Quitat dan Pro Domo Kacamata yang Jarang Diketahui

Cara Mencegah Sindrom Neuropati

Sindrom Neuropati: Gejala dan Cara Pengorbanannya
Sindrom Neuropati (Dok. Ist)

Pencegahan neuropati tergantung pada penyebabnya. Untuk mencegah neuropati diabetik, perlu dilakukan pencegahan terhadap penyakit diabetes itu sendiri seperti memperbanyak konsumsi makanan sehat serta berolahraga secara teratur. 

Jangan lupa menggunakan alat pelindung diri di tempat kerja untuk mencegah neuropati akibat gerakan berulang di tempat kerja.

Baca Juga :  Tren Kesehatan Mental untuk 2024: Fokus pada AI, Informasi yang Benar, dan Kompetensi Budaya

Selain itu, usahakan untuk memperhatikan pola makan dengan baik. Hal ini bertujuan agar tubuh lebih sehat sehingga resiko terkena sindrom Neuropati lebih kecil. 

Meskipun sindrom neuropati tidak dapat sembuh dengan total. Namun pola hidup yang sehat dan juga pengobatan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit saat penyakit kambuh. 

 Baca Juga:

Apa Itu Pemeriksaan Appendicogram? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Agar mendapatkan penanganan yang tepat, sebaiknya penderita sindrom Neuropati harus lebih sering berkomunikasi dengan dokter. 

Jangan khawatir jika Anda merasa gejala neuropati berkembang pada tubuh Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berita Terkait

Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Durian? Mitos vs Fakta yang Busui Wajib Tahu
Kenapa Ada Benjolan di Ketiak? Penyebab Umum dan Kapan Harus Waspada
7 Cara Meredakan Nyeri Haid secara Alami dan Ampuh
Berapa Lama Sebelum Konsepsi Sebaiknya Calon Ibu Mulai Mengonsumsi Asam Folat?
Cara Menghitung Gerakan Janin yang Perlu Ibu Hamil Wajib Tahu
Apakah Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan? Simak Syarat dan Prosedurnya!
Apakah HIV Bisa Sembuh? Memahami Realita dan Fakta yang Sebenarnya!
Mitos atau Fakta: Apakah Nanas Muda Bisa Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan 1 Minggu?

Berita Terkait

Thursday, 1 January 2026 - 15:29 WIB

Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Durian? Mitos vs Fakta yang Busui Wajib Tahu

Tuesday, 30 December 2025 - 14:36 WIB

Kenapa Ada Benjolan di Ketiak? Penyebab Umum dan Kapan Harus Waspada

Thursday, 18 December 2025 - 15:55 WIB

7 Cara Meredakan Nyeri Haid secara Alami dan Ampuh

Tuesday, 16 December 2025 - 13:44 WIB

Berapa Lama Sebelum Konsepsi Sebaiknya Calon Ibu Mulai Mengonsumsi Asam Folat?

Tuesday, 16 December 2025 - 13:35 WIB

Cara Menghitung Gerakan Janin yang Perlu Ibu Hamil Wajib Tahu

Berita Terbaru

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat?

Pendidikan

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Thursday, 1 Jan 2026 - 16:33 WIB

Cara Menggunakan Mendeley dengan Mudah

Teknologi

Cara Menggunakan Mendeley dengan Mudah, Cocok untuk Pemula!

Thursday, 1 Jan 2026 - 16:27 WIB