Pemerintah Alihkan Subsidi LPG 3 KG ke DME, Upaya Tekan Ketergantungan Impor

- Redaksi

Sunday, 14 December 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Alihkan Subsidi LPG 3 KG ke DME

Pemerintah Alihkan Subsidi LPG 3 KG ke DME

SwaraWarta.co.id – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), secara resmi membuka opsi untuk mengalihkan sebagian subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram ke pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar substitusi.

Langkah strategis ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang membebani neraca perdagangan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya batu bara dalam negeri melalui program hilirisasi.

Kebijakan ini diungkapkan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung. Ia menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan penghitungan mendetail terhadap Harga Pokok Penjualan (HPP) DME.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang ada subsidi, itu merupakan pengalihan subsidi dari LPG yang ada pada saat ini,” tegas Yuliot. Artinya, skema pendanaan untuk membuat harga DME terjangkau akan bersumber dari efisiensi anggaran subsidi LPG 3 kg yang telah ada.

Baca Juga :  Mahasiswi Boltim Tewas Usai Nekat Bunuh Diri, Begini Kronologinya!

Latar Belakang: Defisit Besar dan Ketergantungan Impor

Dorongan utama kebijakan ini adalah tingginya ketergantungan Indonesia pada impor LPG. Data Kementerian ESDM memperkirakan total konsumsi LPG pada 2026 mencapai sekitar 10 juta metrik ton (MT).

Sementara itu, kapasitas produksi nasional hanya berada di kisaran 1,3 – 1,4 juta MT per tahun.

Kesenjangan yang mencapai sekitar 8,6 juta MT ini harus dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, DME yang dihasilkan dari proses gasifikasi batu bara domestik dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk substitusi impor dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Proyek DME: Dari Kegagalan Masa Lalu ke Komitmen Baru

Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini telah didengungkan sejak era sebelumnya, namun sempat mandek setelah investor utama dari Amerika Serikat, Air Products & Chemicals Inc., mundur dari kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Baca Juga :  Siswi SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Mengalami Tragedi Memilukan: Korban Perundungan dan Dipaksa Gerakan Asusila

Belajar dari pengalaman tersebut, pemerintah kini menunjukkan komitmen kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memberikan “karpet merah” dan insentif yang pas bagi investor yang ingin membangun industri DME di Indonesia.

Saat ini, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk melanjutkan proyek dan sedang dalam proses menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study).

Evaluasi komprehensif ini ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025 untuk memastikan proyek benar-benar feasible baik dari sisi teknologi, pola distribusi, maupun nilai komersial sebelum eksekusi.

Dengan demikian, rencana pengalihan subsidi LPG 3 kg ke DME tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah menjadi bagian dari strategi nyata pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran subsidi sekaligus mendorong industri hilirisasi berbasis sumber daya dalam negeri. Jika terwujud, kebijakan ini diharapkan dapat menghemat devisa negara dari impor LPG dan membuka lapangan kerja baru dari industri pengolahan batu bara.

Baca Juga :  Pria Asal Kebumen Ditangkap Usai Jual Video Porno Ke Medsos

 

Berita Terkait

Siapa Hashim Djojohadikusumo? Sosok di Balik Layar Kekuasaan Prabowo yang Jarang Tersorot
Penyebab Raffi Ahmad Dihujat Netizen: Ternyata Ini Pemicu Utamanya!
Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi
KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 10:10 WIB

Siapa Hashim Djojohadikusumo? Sosok di Balik Layar Kekuasaan Prabowo yang Jarang Tersorot

Tuesday, 3 November 2026 - 09:27 WIB

Penyebab Raffi Ahmad Dihujat Netizen: Ternyata Ini Pemicu Utamanya!

Monday, 2 November 2026 - 12:00 WIB

Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi

Monday, 2 November 2026 - 09:56 WIB

KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Berita Terbaru