Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Dikira Maling, Pemilik Rental Mobil Meninggal Dihajar Warga, Mobilnya Dibakar

Disangka Maling Boss Rental Dihajar Warga
Dikira Maling Boss Rental Mobil Dihajar Warga, Mobilnya Dibakar - SwaraWarta.co.id (KalimantanInfoDisway)


SwaraWarta.co.id - Kejadian main hakim sendiri terjadi hingga menimbulkan kehilangan nyawa.

Diberitakan bahwa, seorang pemilik rental mobil dari Jakarta berinisial BH tewas setelah dikeroyok warga di Pati, Jawa Tengah.

Insiden tersebut terjadi karena BH dan tiga orang lainnya disangka maling oleh warga setempat.

Selain BH, tiga orang lainnya juga mengalami luka-luka akibat pemukulan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin, mengungkapkan kronologi pengeroyokan yang menyebabkan kematian BH.

Menurut penjelasannya, BH bersama tiga orang lainnya berangkat dari Jakarta menuju Pati untuk mencari mobil rental yang hilang.

BACA JUGA: Pungli di Rutan Kupang, Ini Dia Modus yang Digunakan!


Berdasarkan penelusuran GPS, mereka menemukan lokasi mobil tersebut di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Setibanya di lokasi, BH berusaha mengambil mobil tersebut menggunakan kunci cadangan yang dibawanya.

Namun, saat mencoba mengambil mobil, warga yang melihat kejadian tersebut mengira BH dan rekannya adalah maling.

Teriakan warga menyebabkan massa berdatangan dan mengamuk, menyerang keempat orang tersebut hingga babak belur.

Selain itu, mobil yang mereka gunakan dari Jakarta ke Pati juga dibakar oleh massa.

Menurut Alfan, warga yang melihat BH dan teman-temannya berusaha mengambil mobil dengan kunci cadangan kemudian meneriaki mereka sebagai maling.

Teriakan tersebut memicu warga untuk mengejar dan memukul mereka. Polisi segera turun ke lokasi kejadian setelah menerima laporan, dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Namun, BH dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.

BACA JUGA: Tak Terima Istri Digoda, 2 Pria di Probolinggo Terlibat Carok


Insiden pengeroyokan ini terjadi pada sore hari, dan sekitar pukul 18.00 WIB di RSUD Kayen, BH dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan salah satu korban yang masih hidup, mereka diajak oleh BH untuk mengambil mobil rental yang hilang tersebut.

Keempat korban pengeroyokan ini adalah BH (52) dari Kemayoran Jakarta Pusat, SH (28) dari Koja Jakarta Barat, KB (54) dari Kedungbanteng Tegal, dan AS (37) dari Pulo Gadung Jakarta Timur.

Dalam hal ini, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan ini dan langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Alfan menjelaskan bahwa kejadian ini bermula ketika para korban berangkat dari Jakarta menuju Pati untuk mencari mobil rental yang hilang.

Ketika mereka tiba di Desa Sumbersoko, BH mencoba mengambil mobil dengan menggunakan kunci cadangan.

Namun, upaya mereka disalahartikan oleh warga sebagai tindakan pencurian.

Warga yang melihat tindakan BH kemudian berteriak maling, yang mengakibatkan massa berdatangan dan melakukan kekerasan terhadap BH dan tiga rekannya.

Massa yang marah kemudian mengeroyok keempatnya hingga mengalami luka-luka yang cukup parah.

Mobil yang mereka gunakan juga dibakar oleh warga yang marah. Polisi yang tiba di lokasi segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit, namun sayangnya BH tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Insiden ini mengakibatkan keprihatinan yang mendalam, mengingat tindakan kekerasan yang dilakukan massa berdasarkan asumsi yang keliru.

Polisi kini tengah menyelidiki lebih lanjut kasus ini dan memastikan bahwa para pelaku kekerasan akan diproses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, kondisi tiga korban lainnya yang selamat dari pengeroyokan masih dalam perawatan dan pemeriksaan medis.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***
Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.