Contoh Nyata Komunitas yang Berhasil Menerapkan Nilai-nilai Keadaban
SwaraWarta.co.id– Berjabat tangan adalah salah satu tanda kelembutan hati. Selain menampilkan sikap ramah, berjabat tangan juga dapat menghapus permusuhan dan kedengkian. Namun, ada adab dan etika tertentu yang perlu diperhatikan saat berjabat tangan.
Menurut Ustaz Rikza Maulana dari Rumah Zakat, berikut enam hal yang harus diperhatikan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum berjabat tangan, hendaknya diawali dengan ucapan salam. Mengucapkan salam memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku beri tahu sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah RA).
Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram tidak dianjurkan. Rasulullah SAW tidak pernah berjabat tangan dengan wanita kecuali wanita yang merupakan mahramnya. Dalam sebuah riwayat, Sayyidah Aisyah RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita kecuali istri-istrinya. (HR. Al-Bukhari). Riwayat lain menyebutkan bahwa menyentuh tangan wanita yang bukan halal lebih buruk daripada ditusuk jarum besi. (HR. At-Tabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).
Disarankan untuk memulai berjabat tangan terlebih dahulu ketika bertemu dengan sesama muslim. Rasulullah SAW sering memulai jabat tangan lebih dahulu, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdullah Nasih Ulwan.
Saat berjabat tangan, sebaiknya jangan menarik tangan sebelum saudara kita melepas tangannya. Rasulullah SAW tidak menarik tangan beliau sebelum orang yang dijabatnya menarik tangannya, dan tidak mengalihkan wajahnya sampai orang tersebut melakukannya. (HR. Turmudzi).
Mencium tangan sebagai bentuk penghormatan atas kesalehan atau kemuliaan seseorang dibolehkan oleh sebagian besar ulama, dan bahkan dianjurkan. Namun, mencium tangan karena alasan kekayaan atau kedudukan duniawi dianggap makruh dan tidak dianjurkan. Imam An-Nawawi berpendapat bahwa mencium tangan karena sifat keagamaan adalah hal yang baik, sementara karena alasan duniawi adalah makruh. Abu Sa’id Al-Mutawalli juga menyatakan bahwa mencium tangan tidak diperbolehkan dalam konteks tersebut. (Fathul Bari, Al-Hafizh Ibn Hajar 11/57).
Diperintahkan untuk memberi penghormatan kepada sesama muslim dan membalas penghormatan dengan cara yang lebih baik. Jika seseorang mengucapkan salam, balaslah dengan salam yang lebih baik atau serupa. Jika seseorang berjabat tangan, balaslah dengan jabat tangan yang lebih erat dan hangat. Rasulullah SAW bersabda, “Di antara bentuk penghormatan yang paling sempurna adalah berjabat tangan.” (HR. Turmudzi).
Itulah 6 adab berjabat tangan yang harus kita ketahui, tunjukkan ekspresi wajah ramah dalam menyambut seseorang agar terjaganya tali silahturahmi yang baik.
SwaraWarta.co.id – Apa saja perbedaan iPhone Inter dan iBox? Membeli iPhone di Indonesia seringkali memunculkan…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara menggunakan minyak zaitun untuk wajah flek hitam? Memiliki wajah yang bersih…
SwaraWarta.co.id – Mengapa Sriwijaya disebut kedatuan bukan kerajaan? Bagi masyarakat awam, istilah "Kerajaan Sriwijaya" sudah…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara menggunakan Warplane proxy? Di era digital saat ini, privasi data dan…
SwaraWarta.co.id - Instagram bukan lagi sekadar platform untuk berbagi foto makanan atau momen liburan. Bagi…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda merasa produksi ludah menjadi lebih aktif saat sedang menjalankan ibadah puasa?…