Mengapa Bayi yang Baru Lahir Usiannya Baru 1 Hari, Bukankah Seharusnya 9 Bulan? Simak Penjelasannya!

- Redaksi

Wednesday, 25 December 2024 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa bayi yang baru lahir usianya baru 1 hari, bukankah seharusnya 9 bulan?

Mengapa bayi yang baru lahir usianya baru 1 hari, bukankah seharusnya 9 bulan?

SwaraWarta.co.id – Mengapa bayi yang baru lahir usianya baru 1 hari, bukankah seharusnya 9 bulan? Pertanyaan ini mungkin terdengar lucu, tetapi sebenarnya menyentuh inti dari bagaimana kita menghitung usia manusia.

Sederhananya, “usia” dihitung sejak kelahiran, yaitu saat bayi keluar dari rahim ibu dan mulai bernapas sendiri.

Proses kehamilan, yang berlangsung sekitar 9 bulan (atau 40 minggu), adalah periode perkembangan di dalam rahim, bukan usia yang dihitung setelah kelahiran.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analogi sederhananya seperti menanam benih. Benih berada di dalam tanah selama beberapa waktu untuk berkecambah dan tumbuh.

Periode di dalam tanah ini penting, tetapi kita tidak menghitung “usia” tanaman sejak benih ditanam. Usia tanaman dihitung sejak ia muncul ke permukaan tanah dan mulai tumbuh di lingkungan luar.

Baca Juga :  Kisah R.A. Kartini: Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia

Demikian pula, bayi mengalami perkembangan yang luar biasa selama 9 bulan di dalam rahim. Selama periode ini, organ-organ tubuhnya terbentuk dan ia mempersiapkan diri untuk kehidupan di luar kandungan. Namun, secara resmi, usia bayi dihitung sejak ia lahir dan menghirup udara pertama.

Ada beberapa poin penting untuk dipahami:

  • Usia kehamilan (gestasi): Ini mengacu pada periode perkembangan bayi di dalam rahim, dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir ibu. Biasanya berlangsung sekitar 40 minggu.
  • Usia kronologis: Ini adalah usia yang dihitung sejak kelahiran. Inilah yang kita maksud ketika kita mengatakan bayi berusia 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, dan seterusnya.

Jadi, meskipun bayi telah “berusia” sekitar 9 bulan di dalam rahim, secara kronologis, usianya dimulai dari 1 hari saat ia lahir. Perbedaan ini penting dalam konteks medis dan perkembangan, karena dokter menggunakan usia gestasi untuk memantau perkembangan bayi selama kehamilan, dan usia kronologis untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya setelah lahir.

Baca Juga :  Keutamaan Ikhlas dalam Bekerja: Kunci Sukses dan Kebahagiaan Sejati

Memahami perbedaan ini membantu kita menghargai kompleksitas perkembangan manusia dan pentingnya kedua periode, baik di dalam rahim maupun setelah kelahiran. Keduanya merupakan tahapan penting dalam perjalanan kehidupan manusia.

 

Berita Terkait

Bagaimana Cara Menggunakan Matriks SWOT untuk Merumuskan Strategi Bisnis? Mari Kita Bahas!
Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru
Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!
Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan
Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!

Berita Terkait

Monday, 5 January 2026 - 15:36 WIB

Bagaimana Cara Menggunakan Matriks SWOT untuk Merumuskan Strategi Bisnis? Mari Kita Bahas!

Sunday, 4 January 2026 - 14:33 WIB

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Saturday, 3 January 2026 - 16:12 WIB

Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru

Thursday, 1 January 2026 - 16:33 WIB

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

Berita Terbaru