Swarawarta.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik kebijakan larangan wisuda untuk siswa sekolah mulai dari jenjang usia dini hingga menengah atas adalah untuk menekan keterlibatan masyarakat Jawa Barat dalam jeratan pinjaman online.
Menurut Dedi, kebutuhan anak di bawah umur untuk memiliki ponsel atau terlibat dalam kegiatan sekolah di luar esensi belajar mengajar seringkali membuat orang tua yang tidak mampu secara ekonomi akhirnya menggunakan jasa pinjaman online.
“Kan problem utama kenapa saya menghentikan kegiatan wisuda, studi tur, perpisahan, saya itu lagi nurunin pinjaman online. Karena Jawa Barat itu ranking tertinggi pinjol itu salah satunya konsumsinya adalah konsumsi kegiatan untuk anak-anaknya,” kata Dedi saat kunjungan ke SMAN 2 Purwakarta bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan larangan wisuda, Dedi berharap dapat mengurangi tekanan pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka yang tidak esensial, sehingga dapat mengurangi risiko mereka terjebak dalam pinjaman online.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Jawa Barat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan menghindari jeratan pinjaman online yang dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka.
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kalian duduk diam di kursi, lalu tiba-tiba teringat bahwa sebenarnya kita sedang…
SwaraWarta.co.id - Usai operasi militer spektakuler yang berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pemerintahan Donald…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara aman galbay pinjol? Menghadapi situasi gagal bayar (galbay) pinjaman online tentu…
SwaraWarta.co.id - Mengalami sensasi terbakar di dada (heartburn) atau rasa pahit di kerongkongan tentu sangat…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda mendapati sinyal kartu XL tiba-tiba hilang dan tidak bisa digunakan untuk…
SwaraWarta.co.id - Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru membawa perubahan mendasar, di mana praktik…