Swarawarta.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik kebijakan larangan wisuda untuk siswa sekolah mulai dari jenjang usia dini hingga menengah atas adalah untuk menekan keterlibatan masyarakat Jawa Barat dalam jeratan pinjaman online.
Menurut Dedi, kebutuhan anak di bawah umur untuk memiliki ponsel atau terlibat dalam kegiatan sekolah di luar esensi belajar mengajar seringkali membuat orang tua yang tidak mampu secara ekonomi akhirnya menggunakan jasa pinjaman online.
“Kan problem utama kenapa saya menghentikan kegiatan wisuda, studi tur, perpisahan, saya itu lagi nurunin pinjaman online. Karena Jawa Barat itu ranking tertinggi pinjol itu salah satunya konsumsinya adalah konsumsi kegiatan untuk anak-anaknya,” kata Dedi saat kunjungan ke SMAN 2 Purwakarta bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan larangan wisuda, Dedi berharap dapat mengurangi tekanan pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka yang tidak esensial, sehingga dapat mengurangi risiko mereka terjebak dalam pinjaman online.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Jawa Barat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan menghindari jeratan pinjaman online yang dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka.
SwaraWarta.co.id - Mengapa kita harus berhati-hati dalam membagikan informasi di internet? jelaskan dengan menggunakan konsep…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara menjaga reputasi diri di dunia maya? jelaskan minimal 4 tindakan yang…
SwaraWarta.co.id – One Piece 1175 kapan rilis? Bagi para penggemar One Piece, pertanyaan "kapan rilis" selalu…
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa aplikasi saham terbaik untuk pemula kini hadir dengan fitur super praktis…
SwaraWarta.co.id - Cara membuat salad buah untuk dijual sebenarnya sangat mudah dan bisa menjadi peluang…
SwaraWarta.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mendapat perhatian…