JELASKAN Yang Dimaksud Lewat Waktu (Daluarsa) Dalam Sistem Hukum Perdata Dan Berikan Contoh Kongkretnya

- Redaksi

Saturday, 10 May 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewat waktu atau daluarsa dalam hukum perdata merupakan konsep penting yang mengatur batas waktu penuntutan hak atau kewajiban dalam suatu perikatan. Konsep ini menjamin kepastian hukum dan mencegah tuntutan yang tak berkesudahan. Daluarsa memberikan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak dalam suatu perjanjian.

Sesuai Pasal 1946 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), daluarsa adalah alat untuk memperoleh sesuatu atau alasan pembebasan dari perikatan karena lewatnya waktu tertentu. Syarat-syaratnya diatur dalam undang-undang. Memahami konsep ini sangat krusial dalam berbagai aspek hukum perdata.

Jenis-jenis Daluarsa

Secara umum, daluarsa dibagi menjadi dua jenis:

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daluarsa Acquisitive

Daluarsa acquisitive digunakan untuk memperoleh hak milik atas suatu barang. Misalnya, seseorang yang secara terus-menerus dan secara terbuka menguasai tanah milik orang lain selama jangka waktu tertentu dapat memperoleh hak milik atas tanah tersebut melalui daluarsa acquisitive. Syarat-syaratnya sangat ketat dan harus dipenuhi secara sempurna.

Baca Juga :  Doa Ketika Mimpi Baik: Cara Mensyukuri Nikmat Allah dalam Tidur

Daluarsa Extinctif

Daluarsa extinctif adalah daluarsa untuk membebaskan seseorang dari suatu perikatan. Ini merupakan jenis daluarsa yang paling sering ditemui dalam praktik hukum perdata. Contohnya adalah daluarsa untuk menuntut pembayaran utang.

Jangka Waktu Daluarsa

Pasal 1967 KUHPerdata menetapkan jangka waktu daluarsa umum selama 30 tahun untuk semua tuntutan hukum, baik kebendaan maupun perorangan. Namun, beberapa jenis tuntutan memiliki jangka waktu daluarsa yang lebih pendek, yang diatur secara khusus dalam undang-undang.

Contohnya, tuntutan pembayaran utang biasanya memiliki jangka waktu daluarsa yang lebih singkat, seringkali 3 tahun sejak utang jatuh tempo. Jangka waktu ini dapat bervariasi tergantung jenis perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  DENGAN Melihat Dari Pernyataan Di Atas, Jelaskan Apakah Kritik Sebagai Aspek Evaluatif Budaya Partisipan Mahasiswa Efektif Dalam Mempengaruhi Proses

Contoh Konkret Daluarsa

Contoh paling umum adalah tuntutan pembayaran utang. Jika seorang kreditur tidak menuntut pembayaran utang dalam jangka waktu daluarsa yang telah ditentukan, maka haknya untuk menuntut pembayaran tersebut akan gugur. Debitur dapat menggunakan daluarsa sebagai pembelaan hukum.

Contoh lain adalah sengketa kepemilikan tanah. Jika seseorang tidak menuntut hak kepemilikannya dalam jangka waktu daluarsa, hak tersebut dapat dianggap hilang. Ini menekankan pentingnya bertindak tegas dan tepat waktu dalam melindungi hak-hak hukum.

Selain itu, daluarsa juga berlaku dalam kasus-kasus wanprestasi kontrak, klaim ganti rugi karena perbuatan melawan hukum, dan berbagai jenis sengketa perdata lainnya. Setiap kasus memiliki jangka waktu daluarsa tersendiri yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang relevan.

Baca Juga :  Mengapa Bayi yang Baru Lahir Usiannya Baru 1 Hari, Bukankah Seharusnya 9 Bulan? Simak Penjelasannya!

Implikasi Daluarsa

Daluarsa memiliki implikasi penting bagi kepastian hukum. Ia memberikan jaminan bagi pihak yang berhak untuk segera menuntut haknya. Sebaliknya, ia juga melindungi pihak tergugat dari tuntutan yang sudah kadaluarsa dan sulit dibuktikan.

Oleh karena itu, memahami konsep daluarsa sangat penting bagi setiap individu dan badan hukum. Konsultasi dengan ahli hukum disarankan jika terdapat ketidakpastian atau keraguan mengenai jangka waktu daluarsa dalam suatu kasus hukum.

Konsep daluarsa, meskipun terlihat teknis, berperan krusial dalam menjaga keadilan dan efisiensi sistem peradilan. Ia mencegah tuntutan yang tak berkesudahan dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat dalam suatu perselisihan perdata.

Berita Terkait

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru
Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!
Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan
Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!
Apa Perbedaan Imlek dan Natal: Dari Tradisi hingga Makna Spiritual
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 4 January 2026 - 14:33 WIB

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Saturday, 3 January 2026 - 16:12 WIB

Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru

Thursday, 1 January 2026 - 16:33 WIB

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

Tuesday, 30 December 2025 - 13:46 WIB

Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan

Berita Terbaru