Ternak Sapi (Dok. Ist)
SwaraWarta.co.id – Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia, Agus Warsito, menyambut baik kebijakan pemerintah yang membuka kuota impor sapi.
Menurutnya, langkah ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk meningkatkan kualitas bibit sapi perah di Indonesia.
“Ini kesempatan bagi peternak melakukan revitalisasi bibit agar produksi susu meningkat,” kata Agus Warsito
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agus menjelaskan bahwa kualitas indukan sapi perah milik peternak rakyat saat ini sudah menurun cukup jauh.
Penyebab utamanya adalah manajemen kandang yang kurang baik dan masih banyaknya praktik inbreeding, yaitu kawin silang antara sapi yang memiliki garis keturunan sama.
“Karena anak dan cucu dari induk sapi kawin dengan semen yang sama, sehingga genetiknya terus memburuk,” ujarnya.
Ia pun berharap impor sapi bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produksi susu nasional, terutama dari peternakan rakyat. Namun, menurut Agus, peternak membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pembiayaan.
“Peternak butuh akses KUR dengan tenor khusus, karena ini usaha jangka panjang, bukan harian,” ucap Agus Warsito.
Agus juga membagikan pengalamannya soal jenis sapi impor yang cocok dikembangkan di Indonesia.
Iamenyebut sapi asal Australia dan Selandia Baru sebagai contoh yang terbukti mampu beradaptasi dengan baik di iklim Indonesia, sekaligus menghasilkan susu dalam jumlah yang besar.
Sebagai penutup, Agus mengingatkan pentingnya pengawasan dari pemerintah agar kesalahan di masa lalu, seperti praktik inbreeding, tidak terulang lagi.
Ia pun optimistis jika semua berjalan baik, produksi susu per ekor bisa kembali mencapai 20 liter per hari seperti saat awal masuknya sapi impor dulu.
SwaraWarta.co.id – Bagaimana sejarah munculnya sengketa batas wilayah blok ambalat Indonesia dan Malaysia? Sengketa Blok…
SwaraWarta.co.id - Pernah nggak sih, kamu merasa sedikit was-was saat harus pulang larut malam atau…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu tiba-tiba butuh berobat tapi pas cek status kepesertaan, ternyata kartu BPJS…
SwaraWarta.co.id - Menghadapi pertumbuhan rambut halus yang berlebihan di area wajah, dada, atau punggung memang…
SwaraWarta.co.id - Tidak dapat dipungkiri bahwa isu "Apakah benar 2026 tidak ada lagi honorer?" masih…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jadinya jika kopi luwak favoritmu atau nikel dari Sulawesi…