Pendidikan

Kenapa Air Laut Asin? Simak Begini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id – Kenapa air laut asin? Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa air laut memiliki rasa yang begitu khas, yaitu asin? Jawabannya terletak pada sebuah siklus alami yang luar biasa, melibatkan geologi, hidrologi, dan waktu yang sangat panjang.

Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari proses berkelanjutan yang telah terjadi selama miliaran tahun. Memahami asal-usul rasa asin ini membuka jendela pada cara kerja sistem Bumi kita yang menakjubkan.

Proses Utama: Erosi dan Siklus Air

Rasa asin air laut berasal dari garam terlarut, yang sebagian besar adalah natrium klorida (NaCl), sama seperti garam dapur yang kita gunakan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garam-garam ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dibawa ke laut melalui dua sumber utama:

  1. Pelapukan dan Aliran Sungai

Sumber terbesar garam di laut berasal dari erosi dan pelapukan batuan di daratan. Ketika air hujan turun, ia bersifat sedikit asam karena bereaksi dengan karbon dioksida di atmosfer, membentuk asam karbonat yang lemah.

Air asam ini mengalir di atas dan melalui batuan serta tanah, secara perlahan melarutkan mineral dan garam-garam ionik dari batuan yang dilaluinya. Ion-ion terlarut ini, seperti natrium (Na+), klorida (Cl−), magnesium (Mg2+), dan kalium (K+), kemudian terbawa oleh sungai dan akhirnya bermuara ke laut. Selama jutaan tahun, proses ini telah secara konsisten memasok garam ke lautan.

  1. Sumber Hidrotermal Bawah Laut

Sumber garam lainnya yang signifikan adalah ventilasi hidrotermal di dasar laut dan aktivitas gunung berapi bawah laut. Di area ini, air laut meresap ke dalam celah-celah kerak bumi, dipanaskan oleh magma, dan bereaksi dengan batuan panas di sekitarnya. Air yang sangat panas ini melarutkan sejumlah besar mineral, termasuk berbagai garam. Ketika air panas ini menyembur kembali ke laut, ia membawa serta ion-ion terlarut tersebut.

Mengapa Garam Tidak Menghilang?

Jika sungai terus-menerus membawa air tawar, mengapa air laut tidak menjadi tawar seiring berjalannya waktu? Jawabannya adalah evaporasi atau penguapan.

Ketika sinar matahari memanaskan permukaan laut, air murni menguap, meninggalkan garam dan mineral yang terlarut di belakangnya. Air yang menguap ini kemudian membentuk awan dan turun kembali sebagai hujan (air tawar), melanjutkan siklusnya.

Proses evaporasi ini berfungsi sebagai “filter” alami. Air terus menerus dikeluarkan dari lautan melalui penguapan, namun garam tetap tertinggal. Inilah yang menyebabkan konsentrasi garam di laut meningkat dan stabil pada tingkat keasinan rata-rata sekitar 35 bagian per seribu (ppt) atau 3,5% (perkiraan).

Keseimbangan Garam

Meskipun garam terus-menerus ditambahkan ke laut, konsentrasinya tetap relatif stabil. Ini karena ada proses alami yang menghilangkan garam dari air laut, menciptakan keseimbangan:

  • Pembentukan Mineral Lempung: Beberapa ion, seperti kalium dan magnesium, dihilangkan dari air melalui reaksi dengan partikel tanah liat di dasar laut.
  • Aktivitas Biologis: Organisme laut, seperti kerang dan karang, menggunakan ion kalsium (Ca2+) dan silika untuk membangun cangkang atau kerangka mereka.
  • Pengendapan dan Sedimen: Garam dapat diendapkan dan terkubur dalam sedimen dasar laut, terutama di cekungan laut dangkal.

Dengan demikian, air laut asin adalah bukti nyata dari keseimbangan dinamis antara penambahan garam melalui sungai dan ventilasi, serta penghilangan garam melalui proses geologis dan biologis. Ini adalah fitur esensial yang mendukung seluruh ekosistem laut.

Jadi, air laut asin bukan hanya sekadar air dengan rasa unik, melainkan sebuah “warisan” geologis. Rasanya yang asin adalah hasil dari pergerakan air melalui batuan, pelarutan mineral, dan proses penguapan yang konstan selama miliaran tahun. Proses ini adalah komponen kunci yang menjadikan lautan sebagai lingkungan yang unik dan vital bagi kehidupan di Bumi.

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Terbaru! Berapa Biaya Bikin Paspor 2026? Cek Rincian Lengkapnya di Sini

SwaraWarta.co.id – Berapa biaya bikin paspor sih? Merencanakan perjalanan ke luar negeri, baik untuk liburan,…

23 hours ago

Gaji ke-13 dan THR TPG 2025: Jadwal Cair, Syarat, dan Cara Cek

SwaraWarta.co.id - Bagi guru di seluruh Indonesia, akhir tahun 2025 membawa kabar gembira dengan pencairan Gaji…

23 hours ago

Cara Membuat Passphrase Coretax untuk Keamanan Akun Pajak Anda

SwaraWarta.co.id – Tidak perlu bingung cara membuat passphrase Coretax dengan aman. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)…

1 day ago

Panduan Terbaru Cara Cek BLT Kesra 2026 Lewat Hp: Mudah dan Cepat!

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara cek BLT Kesra 2026. Memasuki tahun anggaran baru, pemerintah terus…

1 day ago

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa kita perlu mempelajari teori belajar dalam mengajarkan matematika? Matematika sering kali dianggap…

1 day ago

Gagal Masuk? Ini 5 Penyebab Tidak Bisa Login Coretax yang Sering Terjadi

SwaraWarta.co.id – Bagaimana penyebab tidakn bisa login Coretax? Implementasi Coretax System oleh Direktorat Jenderal Pajak…

1 day ago