Pendidikan

Bagaimana Sistem Kepercayaan pada Masa Perundagian? Berikut ini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id – Bagaimana sistem kepercayaan pada masa perundagian? Masa Perundagian, yang dikenal juga sebagai Zaman Logam atau Zaman Besi, menjadi periode akhir dari masa prasejarah di Indonesia.

Meskipun masyarakat pada masa ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam teknologi peleburan dan pembuatan perkakas logam, sistem kepercayaan yang dianut ternyata masih melanjutkan tradisi dari masa sebelumnya.

Lantas, bagaimana sistem kepercayaan pada masa perundagian? Jawabannya terletak pada keyakinan animisme dan dinamisme, serta penghormatan yang mendalam terhadap leluhur dan benda-benda berkekuatan gaib.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Pilar Utama Kepercayaan: Animisme dan Dinamisme

Pada dasarnya, sistem kepercayaan masyarakat Perundagian ditopang oleh dua konsep utama:

  1. Animisme: Kata ini berasal dari bahasa Latin anima yang berarti roh. Masyarakat Perundagian meyakini bahwa setiap benda di alam mulai dari gunung, gua, pohon besar, hingga bebatuan memiliki kekuatan supranatural yang dihuni oleh roh, terutama roh nenek moyang atau roh halus.
    • Roh-roh ini dipercaya dapat dipanggil dan dimintai pertolongan, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan kesuburan pertanian. Hal ini menumbuhkan praktik pemujaan dan pemberian sesajen.
  2. Dinamisme: Ini adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan magis atau tenaga gaib. Kekuatan ini bukanlah roh, melainkan zat atau daya yang dapat membantu manusia dalam menjalani hidup. Benda-benda seperti nekara perunggu, kapak upacara, atau pusaka lainnya seringkali dianggap memiliki kekuatan dinamis ini, yang menjadikannya sangat dihormati dan digunakan dalam berbagai ritual penting.

Pengaruh Kepercayaan pada Kebudayaan dan Ritual Kematian

Pengaruh sistem kepercayaan ini sangat terlihat dalam kebudayaan material dan praktik ritual yang berkembang:

  • Pemujaan Leluhur: Penghormatan kepada arwah nenek moyang menjadi hal yang sangat menonjol. Arwah leluhur dianggap memengaruhi perjalanan hidup manusia dan masyarakat, sehingga harus diperhatikan dan dipuaskan melalui upacara-upacara pemujaan yang teratur.
  • Budaya Penguburan: Terkait erat dengan kepercayaan akan kehidupan setelah mati dan roh leluhur, masa Perundagian sudah mengenal budaya penguburan. Terdapat dua pola penguburan yang dikenal:
    • Penguburan Langsung (Primary Burial).
    • Penguburan Tidak Langsung (Secondary Burial), di mana tulang belulang yang tersisa akan dikuburkan kembali dalam wadah seperti tempayan atau sarkofagus.
  • Benda Upacara: Hasil-hasil kebudayaan logam seperti Nekara Perunggu dan Moko tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan perangkat upacara yang memiliki daya magis religius untuk memanggil hujan, atau memohon berkat kepada leluhur.

Secara ringkas, sistem kepercayaan pada masa Perundagian adalah kelanjutan dari masa sebelumnya, yang berpusat pada animisme (kepercayaan pada roh penghuni alam dan leluhur) dan dinamisme (kepercayaan pada kekuatan magis benda). Kepercayaan ini menjadi dasar penting yang membentuk tata sosial, praktik pemakaman, dan hasil-hasil kebudayaan seperti alat-alat upacara dari perunggu yang kaya nilai religius.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Rahasia Cara Masak Rendang Daging Sapi yang Empuk dan Meresap Sempurna

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara masak rendang daging sapi yang benar. Menyajikan rendang di meja…

8 minutes ago

Link Nonton Rooster Fighter Episode 1 Sub Indo Legal, Ternyata Bisa di Sini Selain Bilibili!

Anime Rooster Fighter menjadi salah satu tontonan yang paling ditunggu pada tahun 2026. Banyak penggemar…

11 hours ago

Siapa Yuyu Muti Ali? Biodata Pemandu Wisata Pangandaran yang Viral, Kisah Hidupnya Bikin Salut Dari Anak Sungai Kini Raup Jutaan!

Nama Yuyu Muti Ali belakangan ramai dicari di internet. Banyak orang penasaran dengan sosoknya, terutama…

13 hours ago

Kapan Sholat Ied 2026? Jadwal Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Terungkap

Pertanyaan “kapan sholat Ied 2026 Muhammadiyah, NU, pemerintah, sholat Idul Fitri 1447 H tanggal berapa?”…

14 hours ago

Status NPWP Non Aktif SPDN Ternyata Bukan Dihapus! Ini Cara Aktifkan Lagi di Coretax dengan Mudah

Status NPWP sering membuat bingung, terutama ketika muncul keterangan “Non Aktif SPDN” di sistem Coretax…

16 hours ago

Cara Bikin Ketupat untuk Pemula: Anti Gagal, Padat, dan Tahan Lama

SwaraWarta.co.id - Menjelang hari raya atau acara spesial, ketupat selalu menjadi primadona yang mendampingi opor…

17 hours ago