Sebutkan Contoh Perbuatan Tabzir dalam Kehidupan Sehari-hari dalam Hal Makan dan Minum?

- Redaksi

Monday, 13 October 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh Perbuatan Tabzir dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Perbuatan Tabzir dalam Kehidupan Sehari-hari

SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas soal sebutkan contoh perbuatan tabzir dalam kehidupan sehari-hari dalam hal makan dan minum?

Dalam ajaran Islam, tabzir berarti menghambur-hamburkan harta pada hal yang tidak bermanfaat, sia-sia, atau bahkan haram.

Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan ini dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’: 27).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu bentuk tabzir yang paling umum dan sering tidak disadari terjadi dalam konsumsi makanan dan minuman kita sehari-hari. Lalu, sebutkan contoh perbuatan tabzir dalam kehidupan sehari-hari terkait hal ini?

1) Memesan atau Membeli Makanan Berlebihan

Salah satu contoh tabzir yang paling nyata adalah ketika kita memesan atau membeli makanan melebihi kapasitas kita. Misalnya, saat makan di restoran atau memesan secara online, godaan untuk mencoba banyak menu seringkali berakhir dengan sisa makanan yang tidak habis. Perbuatan ini termasuk boros karena uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang didapat, dan berujung pada makanan terbuang.

Baca Juga :  PERKEMBANGAN Fintech Mendorong Popularitas Bank Digital Yang Minim Atau Bahkan Tanpa Kantor Fisik Seperti Bank Jago, SeaBank, Bank Neo Commerce, dsb

2) Membuang Sisa Makanan yang Masih Layak Konsumsi

Masih berkaitan dengan poin pertama, membuang nasi, lauk pauk, atau sayuran yang masih bisa dimakan ke dalam tempat sampah adalah bentuk tabzir yang jelas. Islam mengajarkan untuk menghargai setiap butir nasi. Sebelum membuang, pertimbangkan untuk menyimpan atau mengolahnya kembali menjadi makanan lain.

3) Tidak Menyimpan Makanan dengan Baik

Membiarkan bahan makanan basi di kulkas karena lupa atau tidak dikelola dengan benar juga merupakan tabzir. Harta yang telah dibeli untuk menjadi konsumsi justru berakhir menjadi sampah. Kelola isi kulkas dengan sistem first in, first outdan rencanakan menu mingguan untuk meminimalisir pemborosan ini.

4) Makan dan Minum Secara Berlebihan (Israf)

Baca Juga :  Inilah Adab-Adab Makan dalam Islam yang Wajib Diketahui!

Meskipun makanan habis, makan dan minum melebihi batas kecukupan juga termasuk dalam israf yang merupakan saudara dekat tabzir. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya…” (HR. Tirmidzi). Konsumsilah secukupnya, bukan untuk sekadar memuaskan nafsu.

5) Membeli Minuman Kemasan Secara Berlebihan

Membeli minuman kemasan dalam jumlah banyak tanpa perencanaan yang jelas sering berakhir dengan minuman kadaluarsa atau terbuang karena sudah bosan. Lebih baik membeli sesuai kebutuhan atau beralih ke air putih yang lebih menyehatkan dan ekonomis.

6) Mengadakan Pesta dengan Hidangan Berlimpah Tanpa Perhitungan

Dalam acara walimah atau kenduri, seringkali ada keinginan untuk menunjukkan kemewahan dengan menyajikan hidangan yang berlebihan. Jika kemudian banyak makanan yang tersisa dan terbuang percuma, ini adalah bentuk tabzir. Perencanaan yang matang mengenai jumlah tamu dan porsi makanan adalah kuncinya.

Baca Juga :  Ini 6 Alasan Tubuh Perlu Air Putih yang Cukup, Salah Satunya Dapat Meningkatkan Suhu Tubuh

7) Memaksakan Diri untuk Menghabiskan Makanan yang Sudah Kenyang

Ini adalah sisi lain yang menarik. Memaksakan diri menghabiskan makanan padahal perut sudah kenyang justru dapat membahayakan kesehatan. Tabzir di sini terjadi lebih awal, yaitu pada saat mengambil porsi yang berlebihan. Ambillah porsi secukupnya, dan jika masih kurang, tambah sedikit demi sedikit.

Contoh-contoh tabzir dalam makan dan minum di atas seringkali terlihat sepele, namun jika dilakukan terus-menerus, dampaknya sangat besar baik dari segi finansial, lingkungan, maupun nilai ibadah kita. Mari kita menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola rezeki yang telah Allah berikan, dimulai dari hal yang paling mendasar: piring dan gelas kita sendiri. Dengan menghindari tabzir, kita turut mensyukuri nikmat-Nya.

 

Berita Terkait

BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN PERILAKU DISIPLIN DAN SALING MENGHARGAI DALAM MENJALANKAN IBADAH PADA DIRI SESEORANG?
Bagaimana Cara Memberikan Dorongan Kepada Teman Kita untuk Beramal Baik dan Menjauhi Amal yang Buruk?
Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, Apa yang Dimaksud dengan Penyusutan Arsip?
APA YANG MENJADI PEMBEDA ANTARA DIGITAL CITIZEN DAN CITIZEN JOURNALISM? BAGAIMANA KARAKTERISTIK MEREKA? BERIKUT PEMBAHASANNYA!
Jelaskan Arti Penting Diutusnya Nabi Muhammad SAW dalam Menyampaikan dan Menegakkan Hukum Allah SWT, Bagaimana Peran Beliau Sebagai Rasul Memengaruhi Kehidupan Umat Islam
Bagaimana Pemahaman Anda Terhadap Tanggung Jawab Sebagai Warga Digital dalam Memanfaatkan dan Berpartisipasi dalam Lingkungan Digital?
MENGAPA MENUNTUT ILMU PENTING DALAM KEHIDUPAN MANUSIA BAIK DI DUNIA MAUPUN DI AKHIRAT?
Jelaskan Kewajiban Menuntu dan Mengamalkan Ilmu dalam Islam, Mengapa Ilmu Tanpa Pengalaman dapat Menimbulkan Masalah Moral dan Sosial?

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 14:27 WIB

BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN PERILAKU DISIPLIN DAN SALING MENGHARGAI DALAM MENJALANKAN IBADAH PADA DIRI SESEORANG?

Tuesday, 2 June 2026 - 14:21 WIB

Bagaimana Cara Memberikan Dorongan Kepada Teman Kita untuk Beramal Baik dan Menjauhi Amal yang Buruk?

Tuesday, 2 June 2026 - 14:11 WIB

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, Apa yang Dimaksud dengan Penyusutan Arsip?

Monday, 1 June 2026 - 10:12 WIB

Jelaskan Arti Penting Diutusnya Nabi Muhammad SAW dalam Menyampaikan dan Menegakkan Hukum Allah SWT, Bagaimana Peran Beliau Sebagai Rasul Memengaruhi Kehidupan Umat Islam

Monday, 1 June 2026 - 09:46 WIB

Bagaimana Pemahaman Anda Terhadap Tanggung Jawab Sebagai Warga Digital dalam Memanfaatkan dan Berpartisipasi dalam Lingkungan Digital?

Berita Terbaru