Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman
SwaraWarta.co.id – Bagaimana ajaran islam memandang kerukunan dalam keberagaman? Keragaman (diversitas) adalah sunnatullah, ketetapan alami dari Allah SWT, yang menjadi realitas tak terhindarkan dalam kehidupan umat manusia.
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, memahami bagaimana ajaran Islam memandang kerukunan dalam keberagaman menjadi sangat penting.
Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), tidak hanya mengakui, tetapi juga menganjurkan terciptanya harmoni dan kedamaian di tengah perbedaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajaran Islam meletakkan fondasi kerukunan pada prinsip-prinsip teologis yang kuat. Salah satu ayat kunci yang sering dirujuk adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa tujuan penciptaan suku dan bangsa yang beragam adalah untuk saling kenal-mengenal (ta’aruf), bukan untuk saling bermusuhan atau mendominasi. Kriteria kemuliaan di sisi Allah bukanlah ras, warna kulit, atau latar belakang sosial, melainkan ketakwaan (taqwa).
Dalam Islam, konsep toleransi (tasamuh) tidak sekadar mengakui, tetapi juga menghormati hak-hak individu, termasuk dalam hal keyakinan. Pedoman utama dalam hubungan antar-umat beragama termaktub dalam Surah Al-Kafirun ayat 6:
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Ayat ini memberikan batas yang jelas antara akidah (keyakinan) dan muamalah (interaksi sosial). Dalam urusan keyakinan, tidak ada kompromi, tetapi dalam urusan sosial-kemasyarakatan, umat Islam diperintahkan untuk menjalin hubungan yang baik (silaturahmi) dan berbuat adil (ihsan).
Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan teladan dalam menjalin hubungan baik dengan komunitas non-Muslim melalui Piagam Madinah, sebuah konstitusi yang mengatur tata kehidupan multireligius di Madinah, menjamin hak-hak beragama, keamanan, dan keadilan bagi seluruh warganya, termasuk kaum Yahudi dan musyrikin.
Kerukunan dalam keberagaman, menurut Islam, diwujudkan melalui beberapa praktik kunci:
Dengan demikian, ajaran Islam memandang keragaman sebagai kekayaan dan potensi, bukan sebagai sumber konflik. Kerukunan dalam keberagaman adalah mandat etika dan teologis yang harus diperjuangkan oleh setiap Muslim demi mewujudkan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera di bawah naungan rahmatan lil ‘alamin.
SwaraWarta.co.id - Apa dukungan yang anda butuhkan untuk melakukan upaya tindak lanjut? Pernahkah Anda merasa…
SwaraWarta.co.id – Apa yang menyebabkan TPG guru madrasah PPG 2025 belum cair? Bagi para guru…
SwaraWarta.co.id – Apa itu red flag? Belakangan ini, istilah "red flag" sering sekali seliweran di…
SwaraWarta.co.id - Disimak cara mengatasi WhatsApp web tidak bisa dibuka. WhatsApp Web telah menjadi perangkat…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara hapus cache di iPhone? Pernahkah Anda merasa iPhone kesayangan mulai terasa…
SwaraWarta.co.id – Kapan jadwal pelaksanaan TKA SD 2026? Bagi para orang tua dan siswa kelas…