SwaraWarta.co.id – Bagaimana kesesuaian Bhinneka Tunggal Ika dengan nilai Pancasila? Indonesia adalah negara dengan sebuah mahakarya keberagaman.
Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis, menjaga persatuan bukanlah perkara mudah. Di sinilah peran krusial Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
Banyak yang bertanya, bagaimana kesesuaian Bhinneka Tunggal Ika dengan nilai Pancasila? Jawabannya sederhana: keduanya adalah dua sisi dari koin yang sama yang menjaga eksistensi bangsa ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Akar Tunggal dalam Perbedaan
Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” bukan sekadar slogan puitis. Ia adalah manifestasi dari realitas sosiologis Indonesia.
Sementara itu, Pancasila hadir sebagai Philosofische Grondslag atau dasar filosofis yang menopang keberagaman tersebut agar tidak pecah menjadi konflik.
- Sila Ketuhanan dan Keberagaman Religi
Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa,” adalah payung bagi keberagaman agama di Indonesia.
Bhinneka Tunggal Ika memastikan bahwa meskipun cara beribadah kita berbeda, kita tetap menyembah Tuhan yang sama dalam bingkai kewarganegaraan yang setara.
Nilai ini mengajarkan toleransi yang menjadi inti dari semboyan negara.
- Sila Persatuan sebagai Jembatan Utama
Kesesuaian paling nyata terlihat pada Sila Ketiga, “Persatuan Indonesia.” Di sinilah Bhinneka Tunggal Ika menemukan rumahnya. Pancasila memberikan arahan bahwa perbedaan suku, ras, dan golongan (Bhinneka) tidak boleh menjadi penghalang bagi terciptasnya satu kesatuan bangsa (Tunggal Ika).
Harmonisasi dalam Kehidupan Bernegara
Kesesuaian ini juga terpancar dalam nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengakui bahwa setiap individu, dari latar belakang apa pun, memiliki martabat yang sama.
- Musyawarah dan Mufakat: Menghargai pendapat yang berbeda-beda untuk mencapai satu keputusan bersama demi kepentingan nasional.
- Keadilan Sosial: Memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke tanpa diskriminasi.
Sinergi antara Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila menciptakan sebuah ekosistem sosial yang stabil. Bhinneka Tunggal Ika memberikan pengakuan terhadap identitas unik setiap kelompok, sementara Pancasila memberikan tujuan bersama sebagai satu bangsa. Tanpa Pancasila, keberagaman bisa menjadi perpecahan; tanpa Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila kehilangan objek nyata untuk dipersatukan.

















