Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
SwaraWarta.co.id – Setelah tujuh hari berjuang di medan terjal Gunung Bulusaraung, operasi SAR berhasil menemukan korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500. Momen itu dibanjiri air mata haru dan syukur dari para personel.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, sebuah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) besar akhirnya mencapai klimaksnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur lainnya berhasil menemukan seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Penemuan korban kesepuluh menandai berakhirnya misi yang penuh tantangan dan diwarnai banjir air mata emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dikelola Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat itu sedang menjalankan tugas patroli udara untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan membawa 10 orang, yaitu tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai kementerian.
Pencarian segera diluncurkan dan menemukan serpihan pesawat di lereng terjal gunung. Medan operasi yang sangat sulit, berupa tebing curam, jurang, serta sering diselimuti kabut dan hujan, menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Mereka harus menggunakan teknik tali-temali dan keterampilan mendaki tinggi untuk menjangkau lokasi korban.
Ketika laporan radio mengonfirmasi penemuan korban kesepuluh pada Jumat pagi, suasana haru melanda Posko Komando SAR di Desa Tompo Bulu. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, tak dapat menahan air matanya saat mengumumkan kabar tersebut kepada publik. Suaranya terbata-bata penuh emosi.
“Alhamdulillah, pada hari ketujuh kita bisa menemukan seluruh korban… Tepat hari ini kami gunakan sandi ‘sapu bersih’, dan Allah meridai sandi tersebut,” ujar Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, yang juga terlihat berkaca-kaca. Para komandan dan personel di posko langsung bersujud syukur dan berpelukan, melepas segala ketegangan dan kelegaan setelah perjuangan panjang.
Sebanyak 11 paket jenazah, termasuk satu paket berisi potongan tulang, telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi forensik. Hingga saat ini, tiga korban telah berhasil diidentifikasi.
Selain korban, tim gabungan juga berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat, yang berada dalam kondisi utuh di dekat ekor pesawat. Kotak hitam ini telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Dengan berakhirnya fase pencarian korban, perhatian kini beralih pada proses identifikasi jenazah yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan, serta investigasi mendalam oleh KNKT. Kisah perjuangan tim SAR di Gunung Bulusaraung akan dikenang sebagai sebuah misi yang berakhir dengan banjir air mata kelegaan, mengembalikan seluruh korban kepada keluarganya meski dengan duka yang mendalam
SwaraWarta.co.id – Apa itu child grooming? Di era digital yang semakin berkembang, ancaman terhadap anak-anak…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda menatap langit malam dan bertanya-tanya bagaimana benda-benda langit tersebut bekerja sama?…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana dada Anda naik-turun dengan sangat cepat setelah berlari kencang,…
SwaraWarta.co.id - Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Selebgram sekaligus aktris multitalenta, Lula Lahfah, dikabarkan…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda bercermin dan menyadari betapa kompleks dan sempurnanya anatomi tubuh manusia? Dalam…
SwaraWarta.co.id - Bagi para penggemar game simulasi pembangunan kota, TheoTown menawarkan kebebasan luar biasa dalam…