SwaraWarta.co.id – Apakah menangis membatalkan puasa? Saat sedang menjalankan ibadah puasa, terkadang ada momen-momen emosional yang membuat kita tidak bisa membendung air mata.
Entah karena menonton film sedih, merenungi kesalahan, atau tertimpa musibah, muncul sebuah pertanyaan klasik di benak banyak orang: apakah menangis membatalkan puasa?
Banyak mitos yang beredar di masyarakat bahwa mengeluarkan air mata dapat merusak pahala atau bahkan membatalkan puasa secara langsung. Untuk meluruskan simpang siur tersebut, mari kita bedah faktanya secara lebih mendalam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menangis Tidak Membatalkan Puasa
Kabar baik bagi Anda, secara hukum fikih, menangis sama sekali tidak membatalkan puasa. Dalam berbagai literatur hukum Islam, hal-hal yang membatalkan puasa umumnya berkaitan dengan masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh (seperti makan dan minum) secara sengaja, berhubungan seksual, atau keluarnya darah haid dan nifas.
Mata bukanlah bagian dari saluran pencernaan. Oleh karena itu, tetesan air mata yang keluar dari kelopak mata tidak dianggap sebagai hal yang membatalkan puasa, meski dilakukan dalam waktu yang lama sekalipun.
Mengapa Mitos Ini Muncul?
Ada beberapa alasan mengapa orang sering ragu tentang status menangis saat berpuasa:
- Rasa di Tenggorokan: Terkadang, saat menangis tersedu-sedu, ada cairan yang mengalir ke saluran hidung dan terasa di pangkal tenggorokan.
- Kekhawatiran Tertelan: Ada ketakutan jika air mata masuk ke dalam mulut dan tertelan secara sengaja.
Perlu diingat, jika air mata tersebut masuk ke mulut dan tertelan secara tidak sengaja, maka puasa tetap dianggap sah. Namun, jika Anda dengan sengaja menjilat atau menelan air mata tersebut, barulah hal itu dapat membatalkan puasa karena dikategorikan sebagai mengonsumsi cairan.
Tips Menjaga Kekhusyukan Saat Emosional
Meskipun tidak membatalkan puasa, menangis yang berlebihan seringkali disertai dengan rasa lemas atau dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar. Agar puasa tetap maksimal, Anda bisa melakukan hal berikut:
- Berwudhu: Air dingin dapat membantu menenangkan saraf dan meredakan emosi yang meledak.
- Istigfar dan Zikir: Mengalihkan rasa sedih menjadi doa akan meningkatkan nilai pahala puasa Anda.
- Hindari Mengucek Mata: Hal ini untuk mencegah iritasi dan memastikan tidak ada benda asing yang masuk ke mata secara tidak sengaja.
Jadi, jawaban singkat dari pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa adalah tidak. Anda tetap boleh mengekspresikan emosi secara manusiawi tanpa perlu khawatir puasa Anda menjadi sia-sia. Ibadah puasa justru merupakan momen yang tepat untuk mencurahkan segala perasaan kepada Sang Pencipta.

















