Pendidikan

Mengapa Manusia Bisa Tergelincir ke Tempat yang Serendah-rendahnya? Berikut Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id – Mengapa manusia bisa tergelincir ke tempat yang serendah-rendahnya? Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali dipandang sebagai makhluk yang paling mulia.

Namun, sejarah dan realita sosial menunjukkan sisi lain yang kelam: potensi manusia untuk jatuh ke titik nadir moralitas.

Pertanyaan besar yang muncul adalah, mengapa manusia bisa tergelincir ke tempat yang serendah-rendahnya?

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara filosofis dan psikologis, fenomena ini bukanlah kejadian tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai faktor internal dan eksternal.

Berikut adalah analisis mengapa penurunan derajat ini bisa terjadi.

  1. Hilangnya Kendali Atas Hawa Nafsu

Faktor utama yang sering membuat manusia kehilangan kemuliaannya adalah ketidakmampuan mengendalikan impuls dasar. Ketika keserakahan, amarah, dan ego menguasai nalar, seseorang cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dalam kondisi ini, nilai-nilai etika dan empati seringkali dikesampingkan demi kepuasan sesaat.

  1. Pengikisan Integritas Secara Perlahan

Jarang ada orang yang langsung melakukan kejahatan besar dalam satu malam. Biasanya, proses tergelincirnya manusia dimulai dari kompromi-kompromi kecil terhadap prinsip hidup. Kebohongan kecil yang dibiarkan akan tumbuh menjadi pola perilaku. Inilah yang disebut dengan “lereng licin” (slippery slope) moralitas, di mana seseorang tidak sadar mereka telah berada di tempat yang sangat rendah sampai semuanya sudah terlambat.

  1. Pengaruh Lingkungan dan Sistem

Manusia adalah makhluk sosial yang sangat dipengaruhi oleh ekosistemnya. Lingkungan yang toksik atau sistem yang korup dapat menormalisasi perilaku menyimpang. Jika seseorang berada dalam lingkaran yang memuja materi di atas segalanya, maka standar moral mereka akan perlahan bergeser untuk menyesuaikan diri dengan kelompok tersebut.

  1. Putusnya Koneksi Spiritual dan Kemanusiaan

Ketika seseorang kehilangan rasa takut akan konsekuensi jangka panjang atau kehilangan rasa cinta terhadap sesama, mereka kehilangan “rem” alami dalam dirinya. Tanpa pegangan nilai atau spiritualitas yang kuat, manusia mudah terombang-ambing oleh tren negatif dan tekanan sosial yang merusak.

Kesimpulan Tergelincirnya manusia ke tempat yang serendah-rendahnya adalah hasil dari pengabaian terhadap hati nurani dan akal sehat. Meskipun kita memiliki potensi untuk jatuh, kita juga memiliki kekuatan untuk bangkit kembali melalui kesadaran diri dan perbaikan lingkungan.

Mengenali tanda-tanda penurunan kualitas diri adalah langkah awal agar kita tetap berada di jalur yang benar. Tetaplah menjaga integritas, karena itulah benteng terakhir yang menjaga kemuliaan kita sebagai manusia.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Bongkar Rahasia! Cara Mendapatkan Anak Laki-Laki Menurut Islam

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara mendapatkan anak laki-laki menurut Islam? Memiliki keturunan adalah impian setiap pasangan…

2 hours ago

Panduan Terbaru 2026: Cara Mendapatkan API Key Gemini dengan Mudah dan Cepat

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara mendapatkan API Key Gemini. Di era kecerdasan buatan yang berkembang…

2 hours ago

LINK NONTON Bangkit Tanpa Dukungan Drama China Full Episode Sub Indo Gratis

Dunia drama pendek kembali diramaikan oleh kisah emosional berjudul “Bangkit Tanpa Dukungan”. Drama China ini…

20 hours ago

Berbagai Jenis Pizza Khas Italia yang Mendunia

Italia dikenal sebagai negara asal pizza yang menghadirkan ragam cita rasa autentik dan teknik pembuatan…

20 hours ago

Update Kurs: 1 Dollar Australia Berapa Rupiah Hari Ini?

SwaraWarta.co.id - Bagi Anda yang berencana untuk berlibur ke Sydney, melanjutkan studi di Melbourne, atau…

1 day ago

Mengenal Lebih Dalam: Apa Itu Harta PPS dan Mengapa Penting bagi Wajib Pajak?

SwaraWarta.co.id - Bagi Anda yang berkecimpung di dunia perpajakan atau aktif sebagai pelaku usaha, istilah…

1 day ago