SwaraWarta.co.id – Belut listrik (Electrophorus electricus) bukanlah sekadar ikan biasa; mereka adalah pembangkit listrik berjalan di ekosistem air tawar Amazon.
Meski namanya belut, secara biologis mereka lebih dekat dengan ikan lele.
Kemampuannya melepaskan sengatan hingga 600–800 volt sering kali mengundang tanya: bagaimana belut listrik menghasilkan listrik tanpa menyengat dirinya sendiri? Mari kita bedah keajaiban biologi ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Mekanisme Biologis: Bagaimana Belut Listrik Menghasilkan Listrik?
Rahasia kekuatan belut listrik terletak pada anatomi tubuhnya yang unik. Hampir 80% tubuh belut ini terdiri dari sel-sel khusus yang berfungsi layaknya baterai biologis.
- Organ Listrik Khusus
Belut listrik memiliki tiga pasang organ perut yang menghasilkan listrik: Organ Utama, Organ Hunter, dan Organ Sach. Organ-organ ini terdiri dari ribuan sel yang disebut elektrosit.
- Peran Sel Elektrosit
Setiap sel elektrosit hanya menghasilkan tegangan kecil. Namun, sel-sel ini tersusun secara seri (berderet) dalam jumlah ribuan. Ketika belut mendeteksi mangsa atau ancaman, sistem sarafnya mengirimkan sinyal perintah melalui asetilkolin. Sinyal ini membuka saluran ion pada membran sel, membiarkan natrium masuk dan menciptakan aliran arus listrik seketika.
- Kekuatan Arus Searah (DC)
Sama seperti baterai senter yang disusun berjejer untuk menambah daya, ribuan elektrosit yang melepaskan muatan secara bersamaan menciptakan akumulasi tegangan yang sangat besar. Arus ini dilepaskan ke air sebagai senjata untuk melumpuhkan mangsa atau alat navigasi di air yang keruh.
Mengapa Belut Listrik Tidak Tersengat Listriknya Sendiri?
Pertanyaan ini sering muncul setelah kita memahami bagaimana belut listrik menghasilkan listrik. Para ahli berpendapat bahwa organ vital belut (seperti jantung dan otak) terletak jauh di bagian depan tubuh dan dilindungi oleh jaringan lemak serta kulit yang berfungsi sebagai isolator alami. Selain itu, durasi sengatan yang sangat singkat membuat arus listrik melewati tubuhnya tanpa merusak jaringan internalnya sendiri.

















