Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum? Aki basah yang mulai “loyo” atau tidak bisa menyimpan setrum sering kali membuat pemilik kendaraan pusing.
Alih-alih langsung membeli aki baru yang harganya cukup merogoh kocek, Anda bisa mencoba melakukan langkah pemulihan secara mandiri.
Fenomena aki tidak mau mengisi biasanya disebabkan oleh penumpukan timbal sulfat pada sel aki atau cairan elektrolit yang sudah tidak murni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah panduan praktis cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum agar kembali bertenaga.
Sebelum memulai, pastikan Anda menggunakan sarung tangan karet dan masker. Air aki mengandung asam sulfat (H2 SO4) yang korosif dan berbahaya bagi kulit serta pernapasan.
1. Lepaskan Aki dari Kendaraan
Mulailah dengan melepas kabel negatif terlebih dahulu, kemudian positif, untuk menghindari korsleting. Bersihkan terminal aki dari kerak putih menggunakan sikat kawat dan air hangat.
2. Keluarkan Cairan Aki Lama
Buka semua tutup sel aki dan buang seluruh cairan di dalamnya ke wadah yang aman. Berhati-hatilah saat menuang agar tidak mengenai bodi kendaraan atau kulit Anda.
3. Pembersihan Sel dengan Air Panas
Tuangkan air panas ke dalam setiap sel aki. Kocok perlahan untuk meluruhkan endapan sisa kimia yang menempel pada lempengan timbal, lalu buang kembali. Ulangi proses ini 2–3 kali sampai air yang keluar terlihat jernih.
4. Pengisian Cairan Baru
Isi kembali sel aki menggunakan Air Zuur (biasanya dalam kemasan botol merah). Jangan gunakan air murni (botol biru) karena Air Zuur mengandung elektrolit yang diperlukan untuk memicu reaksi kimia awal. Pastikan level cairan berada di antara garis lower dan upper level.
5. Proses Recharging (Setrum Ulang)
Ini adalah langkah krusial. Setelah diisi air zuur, aki tidak langsung penuh. Anda harus melakukan charging menggunakan alat charger aki dengan arus kecil (slow charging) agar sel tidak cepat panas dan rusak. Lakukan proses ini selama 5–10 jam hingga indikator menunjukkan daya penuh.
Banyak montir menyarankan penggunaan serbuk obat sakit kepala (seperti Bodrex) yang dicampurkan ke dalam air aki. Secara teori kimia, kandungan tertentu dalam obat tersebut dapat membantu merontokkan sulfasi pada pelat. Namun, cara ini bersifat spekulatif dan sebaiknya hanya digunakan sebagai upaya terakhir jika cara standar tidak berhasil.
Memperbaiki aki basah membutuhkan kesabaran. Jika setelah disetrum ulang aki tetap tidak bisa menyimpan daya, kemungkinan besar sel timbal di dalamnya sudah rontok atau putus secara permanen. Jika ini terjadi, barulah Anda perlu mempertimbangkan untuk mengganti aki.
SwaraWarta.co.id - Mengapa pendidikan pancasila tetap penting dipelajari oleh siswa saat ini, dan bagaimana hakikat…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara menonaktifkan NPWP? Menonaktifkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) merupakan solusi bagi…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu mengalami momen menyebalkan saat sedang terburu-buru, namun baterai ponsel justru tidak…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana hubungan antar komponen tersebut dalam proses manajemen strategik? Manajemen strategik seringkali disalahpahami…
SwaraWarta.co.id - Menunaikan ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Namun, mengingat antrean yang cukup panjang,…
SwaraWarta.co.id - Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar istilah korupsi disamakan dengan tindakan mengambil hak…