Kenapa Bayi Sering Gumoh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Bunda Tenang

- Redaksi

Saturday, 2 May 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Bayi Sering Gumoh

Kenapa Bayi Sering Gumoh

SwaraWarta.co.id – Kenapa bayi sering gumoh? Melihat si kecil mengeluarkan kembali susu yang baru saja diminum tentu membuat kamu merasa khawatir.

Fenomena ini sangat umum terjadi pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Namun, pertanyaan besar yang sering muncul di benak orang tua adalah kenapa bayi sering gumoh dan apakah hal tersebut membahayakan pertumbuhannya?

Memahami mekanisme tubuh si kecil akan membantu kamu lebih tenang dalam memberikan perawatan terbaik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengenal Penyebab Kenapa Bayi Sering Gumoh

Gumoh, atau dalam istilah medis disebut refluks, terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Ada beberapa alasan utama mengapa hal ini sangat sering terjadi pada fase awal kehidupan bayi:

  • Katup Lambung Belum Sempurna: Bayi memiliki otot sirkular (sfingter) di bagian bawah kerongkongan yang berfungsi sebagai pintu masuk ke lambung. Pada bayi, katup ini belum kuat sepenuhnya, sehingga cairan mudah keluar kembali.
  • Ukuran Lambung yang Kecil: Bayi memiliki kapasitas lambung yang sangat terbatas. Jika kamu memberikan susu terlalu banyak dalam satu waktu, lambung akan kelebihan beban.
  • Posisi Tubuh: Bayi lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring telentang, yang memudahkan cairan mengalir balik ke atas akibat gravitasi.
Baca Juga :  Mengenal Microsleep, Penyebab Kecelakaan Tol Jombang

Cara Membedakan Gumoh dan Muntah

Seringkali orang tua tertukar antara gumoh biasa dengan muntah. Gumoh biasanya mengalir begitu saja dari mulut tanpa disertai kontraksi otot perut yang kuat.

Si kecil pun umumnya tetap terlihat ceria dan tidak merasa kesakitan. Sebaliknya, muntah melibatkan dorongan kuat dari perut dan biasanya membuat bayi rewel atau tampak lemas.

Tips Ampuh Meminimalisir Gumoh pada Si Kecil

Setelah mengetahui alasan kenapa bayi sering gumoh, kamu bisa melakukan beberapa langkah praktis berikut untuk mengurangi frekuensinya:

  1. Pastikan Posisi Menyusu yang Benar

Pastikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya saat menyusu. Jika kamu menyusui dengan botol, pastikan dot terisi penuh dengan susu agar si kecil tidak banyak menelan udara. Udara yang terperangkap di lambung seringkali menjadi pemicu utama cairan terdorong keluar.

  1. Sendawakan Bayi Secara Rutin
Baca Juga :  4 Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami dan Efektif

Jangan menunggu sampai sesi menyusu selesai untuk menyendawakan bayi. Cobalah untuk menyendawakannya setiap kali ia berpindah payudara atau setelah meminum beberapa mililiter susu dari botol. Menepuk punggungnya dengan lembut akan membantu mengeluarkan gas tanpa membawa serta susunya.

  1. Hindari Tekanan pada Perut

Setelah menyusu, jangan langsung mengajak si kecil bermain secara aktif atau menekan bagian perutnya. Biarkan si kecil dalam posisi tegak (digendong tegak) selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Pastikan juga popok yang kamu pakaikan tidak terlalu ketat di bagian pinggang.

Kapan Kamu Harus Menghubungi Dokter?

Meskipun gumoh adalah hal yang normal, kamu tetap perlu waspada jika muncul tanda-tanda “lampu merah”. Segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Berat badan si kecil tidak kunjung naik.
  • Cairan yang keluar berwarna hijau, kuning, atau disertai darah.
  • Gumoh terjadi dengan sangat hebat (proyektil) hingga menyemprot jauh.
  • Bayi menolak untuk menyusu secara terus-menerus.
Baca Juga :  Soal Pneumonia di China, WHO Belum menemukan Patogen Jenis Baru

Kesimpulannya, alasan kenapa bayi sering gumoh mayoritas disebabkan oleh sistem pencernaan yang masih dalam tahap perkembangan. Seiring bertambahnya usia, biasanya setelah melewati 6 bulan, frekuensi gumoh akan berkurang dengan sendirinya. Tetaplah sabar dan nikmati setiap momen pertumbuhan si kecil!

 

Berita Terkait

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!
Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini
Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh
Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu GBD dan Mengapa Dunia Medis Menjadikannya Panduan Utama
Gula Darah Normal Berapa? Disimak Angka yang Perlu Kamu Ketahui!
Diclofenac Sodium Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 09:40 WIB

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!

Monday, 13 July 2026 - 17:12 WIB

Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini

Saturday, 11 July 2026 - 07:00 WIB

Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh

Monday, 6 July 2026 - 14:07 WIB

Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sunday, 5 July 2026 - 11:23 WIB

Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terbaru