Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter
SwaraWarta.co.id – Mengapa bahasa indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter? Bahasa Indonesia kerap dipuji sebagai salah satu bahasa paling inklusif di dunia.
Di tengah keanekaragaman suku dan budaya Nusantara, bahasa nasional kita hadir bukan sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga simbol kesetaraan. Lantas, mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter?
Egaliter sendiri berarti bersifat merata, sederajat, atau tidak membeda-bedakan tingkatan sosial. Sifat ini melekat erat pada struktur gramatikal dan sejarah perkembangan bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah faktor kunci yang menjadikan bahasa pemersatu ini begitu ramah dan setara bagi siapa saja penggunanya:
Berbeda dengan beberapa bahasa daerah seperti bahasa Jawa atau Sunda yang memiliki tingkatan halus (krama) dan kasar (ngoko) berdasarkan status sosial—bahasa Indonesia tidak menerapkan aturan tersebut.
Kata “makan” tetaplah “makan”, baik ketika diucapkan kepada seorang teman sebaya, anak kecil, maupun pejabat tinggi. Tidak ada perubahan kata kerja yang bergantung pada hierarki sosial.
Bahasa Indonesia tidak membebankan penggunanya dengan kerumitan gramatikal yang berlebihan:
Secara historis, bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Lingua Franca atau Melayu Pasar. Sejak ratusan tahun lalu, bahasa ini digunakan oleh para pedagang antar pulau dari pelbagai latar belakang tanpa memandang kasta atau kelas ekonomi. Karakter yang fleksibel dan terbuka ini terbawa hingga diresmikan dalam Sumpah Pemuda 1928.
Sifatnya yang netral membuat bahasa Indonesia mampu menjembatani perbedaan latar belakang etnis, budaya, dan strata ekonomi. Siapa pun memiliki hak tutur yang sama tanpa rasa canggung atau takut melanggar norma tata bahasa feodal.
Bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter karena tidak mengenal hierarki kasta, berstruktur inklusif, serta dirancang untuk merangkul semua kalangan secara setara. Sifat inilah yang menjadikannya fondasi terkuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia hingga saat ini.
SwaraWarta.co.id – Kabar gembira datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Pemain asal Jepang yang membela…
SwaraWarta.co.id - Pernah mengalami momen menyebalkan saat indikator data seluler sudah dinyalakan, tapi ikon internet…
SwaraWarta.co.id - Bali kembali tercoreng. Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak senonoh sepasang orang asing…
SwaraWarta.co.id - Jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan aksi pelecehan…
SwaraWarta.co.id - Apa yang dimaksud dengan hipotesis dalam metode ilmiah sering kali menjadi pertanyaan dasar…
SwaraWarta.co.id - Kenapa KKB tidak diberantas habis oleh aparat penegak hukum maupun militer hingga hari…