Mengapa Warga Pati Demo ke Jakarta? Ini Tuntutan dan Kronologinya

- Redaksi

Tuesday, 25 August 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Warga Pati Demo ke Jakarta

Mengapa Warga Pati Demo ke Jakarta

SwaraWarta.co.id – Mengapa warga Pati demo ke Jakarta? Sejumlah warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berbondong-bondong menuju Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026.

Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan membawa tuntutan yang menyentuh persoalan mendasar bangsa: pemberantasan korupsi.

Tuntutan Utama: RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

Aksi ini digerakkan oleh dua tuntutan utama. Pertama, mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Kedua, menuntut penerapan hukuman mati bagi para koruptor.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menyatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam kondisi akut. “Korupsi adalah penjajah bangsa ini. Korupsi sangat merusak masa depan bangsa ini. Korupsi juga membuat rakyat Indonesia sengsara,” ujarnya. Ia juga menyoroti maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap kepala daerah, khususnya di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kapan Sidang Isbat di Tahun 2026? Ini Jawaban Resmi dari Kemenag

Perjalanan Penuh Hambatan dan Intimidasi

Dalam perjalanan menuju Jakarta, rombongan warga Pati mengalami berbagai gangguan dan intimidasi. Koordinator AMPB mengaku akun media sosial TikTok dan WhatsApp-nya diblokir secara mendadak.

Tak hanya itu, rekening bank pribadi Botok yang berisi uang pribadi dan donasi warga untuk operasional aksi sebesar Rp80,9 juta juga diblokir. Bank Mandiri menyebut pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum.

Intimidasi fisik pun terjadi. Bus yang ditumpangi rombongan AMPB dilempari batu oleh dua orang tak dikenal di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 54-56, Karawang. Kaca depan bus pecah dan beberapa penumpang mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca. Namun demikian, warga Pati tetap melanjutkan perjalanan dan bertekad menggelar aksi pada 27 Agustus.

Baca Juga :  Lowongan Staging Store Leader Anteraja Pati Tahun 2025

Dukungan dan Respons Pemerintah

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera mengakui bahwa demonstrasi warga Pati merupakan hak konstitusional warga negara selama dilakukan secara damai dan tidak merusak.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan warga Pati menyampaikan aspirasi, asalkan tidak disertai tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas publik. Ia meminta aparat mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani aksi.

Demo ini menjadi sorotan karena keberanian warga Pati menempuh perjalanan jauh dari Jawa Tengah ke Jakarta demi menyuarakan tuntutan pemberantasan korupsi.

Mereka datang dengan membawa bekal seadanya, seperti beras dan mi instan, sebagai bukti bahwa gerakan ini murni dari rakyat tanpa sokongan dana dari pihak manapun

Baca Juga :  Lowongan Pelaksana Gudang Roti O (PT Sebastian Citra Indonesia) Lulusan SMA Penempatan Tbk Pati Mei Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

 

Berita Terkait

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!
Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus dan Keluarkan Lava Panas

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Sunday, 6 September 2026 - 12:07 WIB

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terbaru

Jelaskan apa yang kamu tahu soal molding dan pekerjaan terkait molding

Pendidikan

Mengenal Molding: Pengertian, Jenis, dan Detail Pekerjaannya

Tuesday, 8 Sep 2026 - 11:15 WIB

Cara Pembagian Bersusun

Pendidikan

Cara Pembagian Bersusun Mudah dan Cepat untuk Anak Sekolah

Tuesday, 8 Sep 2026 - 06:00 WIB