Menurut Kamu, Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah? Mari Kita Bahas!

- Redaksi

Tuesday, 4 August 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah

Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah

SwaraWarta.co.id – Menurut kamu, bagaimana cara yang praktis untuk melestarikan tradisi egrang batok di sekolah? Di tengah gempuran game online dan gawai canggih, permainan tradisional Indonesia perlahan mulai terlupakan.

Salah satu yang paling berkesan adalah egrang batok permainan berjalan di atas tempurung kelapa yang terikat tali. Selain melatih keseimbangan, egrang batok menyimpan nilai budaya yang tinggi.

Lantas, bagaimana cara praktis melestarikan tradisi unik ini di lingkungan sekolah tanpa terkesan membosankan?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Integrasikan ke dalam Jam Olahraga atau PJOK

Cara paling mudah dan terstruktur adalah memasukkan egrang batok ke dalam kurikulum atau aktivitas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Permainan ini sangat efektif melatih koordinasi tubuh, motorik kasar, dan fokus siswa. Guru bisa mengemasnya dalam bentuk latihan keseimbangan yang menyenangkan sebelum memulai materi utama.

  1. Gelar “Lomba Tradisional” pada Acara Classmeeting

Setiap selesai ujian semester, sekolah biasanya mengadakan classmeeting. Momen ini sangat tepat untuk menghidupkan kembali egrang batok! Dibuat dalam bentuk kompetisi antarkelas seperti balap estafet egrang batok—aktivitas ini dijamin memicu gelak tawa, semangat kebersamaan, dan rasa penasaran siswa lain untuk mencoba.

  1. Wadahi Lewat Ekstrakurikuler Permainan Tradisional

Sekolah bisa membentuk klub atau ekstrakurikuler berbasis kebudayaan lokal. Tidak hanya egrang batok, ekskul ini bisa memadukan berbagai permainan daerah lainnya. Dengan begitu, siswa yang memiliki minat pada kegiatan luar ruangan (outdoor) punya wadah resmi untuk rutin berlatih dan berkreasi.

  1. Melibatkan Siswa dalam Pembuatan Alat (DIY Project)

Melestarikan tradisi tidak hanya soal memainkannya, tetapi juga proses pembuatannya. Sekolah bisa mengagendakan proyek seni (Proyek P5/Prakarya) di mana siswa membawa tempurung kelapa sendiri, mengamplasnya, memotongnya, dan memasang tali. Ketika siswa memakai egrang batok buatan mereka sendiri, rasa memiliki dan bangga terhadap tradisi tersebut akan jauh lebih tinggi.

Baca Juga :  Menurut Kalian Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Mari Disimak Pembahasannya!

Mengapa Ini Penting?

Melestarikan egrang batok di sekolah bukan sekadar nostalgia masa lalu. Ini adalah investasi karakter bagi generasi muda: mengajarkan pantang menyerah saat jatuh, menjaga keseimbangan hidup, dan menghargai warisan leluhur.

Menjaga kelestarian egrang batok di sekolah tidak butuh biaya mahal atau fasilitas rumit. Cukup dengan memanfaatkan momen yang ada, mengemasnya secara kreatif, dan mengajak siswa terlibat aktif. Mari kita bawa kembali keceriaan permainan tradisional ke halaman sekolah kita!

 

Berita Terkait

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Menurut Anda, Apakah Semua Kritik Mahasiswa Terhadap Kampus dapat Dikategorikan Sebagai Bentuk Perjuangan Mahasiswa?
Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Berikut Ini Penjelasannya!
Mengapa Perlu Dilakukan Penyusunan Hipotesis dalam Metode Ilmiah? Simak Berikut Penjelasannya!
Mengapa Nimfa Lebih Mungkin Memakan Makanan yang Sama dengan Hewan Dewasa Dibandingkan Larva?
Uraikan Tentang Karakteristik Pseudocode? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!
Apa yang Kalian Ketahui Tentang IPAS? Intip Penjelasan Lengkap dan Serunya Belajar Ilmu Ini!
Cara Verifikasi Akun Dapodik Terbaru Tanpa Ribet untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Berita Terkait

Tuesday, 4 August 2026 - 07:14 WIB

Menurut Kamu, Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah? Mari Kita Bahas!

Monday, 3 August 2026 - 15:46 WIB

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Monday, 3 August 2026 - 08:14 WIB

Menurut Anda, Apakah Semua Kritik Mahasiswa Terhadap Kampus dapat Dikategorikan Sebagai Bentuk Perjuangan Mahasiswa?

Saturday, 1 August 2026 - 10:35 WIB

Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Berikut Ini Penjelasannya!

Friday, 31 July 2026 - 06:30 WIB

Mengapa Perlu Dilakukan Penyusunan Hipotesis dalam Metode Ilmiah? Simak Berikut Penjelasannya!

Berita Terbaru