SwaraWarta.co.id – Cara menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan sering kali jadi momok yang bikin pusing para pemilik bisnis pemula.
Padahal, kalau kamu paham rumusnya, menentukan harga jual dan menghitung keuntungan bersih ternyata nggak serumit yang dibayangkan.
Jangan sampai kamu sudah capek jualan saban hari, tapi pas dihitung-hitung di akhir bulan malah tekor hanya karena salah rumus dasar.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Yuk, kupas tuntas langkah-langkahnya lewat panduan santai berikut ini!
Apa Itu HPP dan Mengapa Sangat Krusial?
Sebelum masuk ke hitung-hitungan, kamu perlu tahu dulu apa itu HPP. Secara sederhana, HPP adalah total seluruh biaya langsung yang kamu keluarkan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa sampai siap dijual. Biaya ini mencakup bahan baku, upah tenaga kerja langsung, hingga biaya operasional pabrik atau produksi.
Mengapa angka ini penting banget?
Penentu Harga Jual: Tanpa HPP yang akurat, kamu bakal menebak-nebak harga jual. Terlalu mahal bikin pembeli kabur, terlalu murah malah bikin kamu rugi.
Mengukur Keuntungan Bersih: Kamu baru bisa tahu laba kotor usahamu setelah mengurangi pendapatan dengan HPP.
Evaluasi Biaya: Kamu bisa melihat komponen mana yang terlalu boros dan perlu efisiensi.
Rumus Dasar dan Cara Menghitung HPP
Untuk bisnis manufaktur maupun perdagangan, struktur rumusnya secara umum sama. Komponen utamanya ada tiga: persediaan awal, pembelian bersih (atau biaya produksi), dan persediaan akhir.
Rumus Utama HPP:
HPP = Persediaan Awal + Pembelian/Biaya Produksi – Persediaan Akhir
Mari kita bedah satu per satu komponennya supaya kamu makin jelas:
1. Menentukan Persediaan Awal
Persediaan awal adalah nilai total barang atau bahan baku yang kamu miliki di awal periode (misalnya di awal bulan). Angka ini bisa kamu ambil dari saldo persediaan akhir bulan sebelumnya.
2. Memperhitungkan Pembelian atau Biaya Produksi
Jika kamu menjual produk jadi (toko retail), hitung total pembelian barang ditambah biaya angkut, lalu dikurangi diskon atau retur pembelian. Namun, jika kamu membuat produk sendiri, hitung total biaya bahan baku, gaji pegawai produksi, dan biaya overhead (seperti listrik mesin).
3. Menghitung Persediaan Akhir
Persediaan akhir adalah sisa nilai barang atau bahan baku yang belum terjual di akhir periode. Angka ini didapat dari proses stock opname di akhir bulan.
Simulasi Sederhana Perhitungan HPP
Supaya kamu makin kebayang, anggap saja kamu punya usaha baju.
Di awal bulan, kamu punya stok bahan senilai Rp 5.000.000.
Selama bulan berjalan, kamu belanja bahan baku tambahan dan bayar penjahit total Rp 10.000.000.
Di akhir bulan, sisa stok kain yang belum terpakai senilai Rp 3.000.000.
Maka perhitungannya:
Total barang siap pakai = Rp 5.000.000 + Rp 10.000.000 = Rp 15.000.000
Kurangi sisa persediaan = Rp 15.000.000 – Rp 3.000.000 = Rp 12.000.000
Jadi, total HPP kamu pada bulan tersebut adalah Rp 12.000.000. Dari angka ini, kamu tinggal membaginya dengan jumlah unit baju yang tercipta untuk tahu modal bersih per potongnya!

















