Berita

Kapan Musim Kemarau 2026 Berakhir? Ini Prediksi Lengkap BMKG

SwaraWarta.co.id – Kapan musim kemarau 2026 berakhir? Musim kemarau 2026 menjadi salah satu yang paling dinantikan akhirnya, terutama setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun ini datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering dari biasanya. Lantas, kapan sebenarnya musim kemarau 2026 berakhir?

Berdasarkan pemutakhiran informasi BMKG, secara umum musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak Kemarau Terjadi Agustus-September

Sebelum berakhir, puncak musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Juli, Agustus, dan September. Sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia mencapai puncak kemarau pada Agustus, sementara 169 ZOM lainnya mengalami puncak pada September.

Pada Agustus 2026, puncak kemarau melanda Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Pengaruh El Nino Memperpanjang Kemarau

Fenomena El Nino yang mencapai intensitas sangat kuat turut memperkuat kondisi kering di Indonesia. El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dengan peluang intensitas moderat mencapai 98 persen. Dampaknya terhadap Indonesia terutama terasa hingga pertengahan Oktober 2026.

Akibatnya, sekitar 86,62 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (0-50 mm per dasarian) pada akhir Agustus 2026. Kondisi ini juga memicu peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Transisi ke Musim Hujan

Setelah kemarau berakhir, musim hujan diprediksi mulai tiba secara bertahap. Wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatra akan lebih dulu mengalami hujan pada pertengahan Oktober, kemudian meluas ke Pulau Jawa dan wilayah lainnya pada November 2026.

Meski demikian, beberapa daerah diperkirakan masih merasakan dampak kemarau hingga November 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi krisis air bersih, ancaman karhutla, serta gangguan sektor pertanian selama periode peralihan musim ini.

Musim kemarau 2026 diprediksi berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026, dengan wilayah barat Indonesia lebih dulu memasuki musim hujan. Pantau terus informasi resmi BMKG untuk pembaruan terkini.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Cara Download The Sims 4 Gratis di PC: Panduan Lengkap Anti Gagal!

SwaraWarta.co.id - Bagi kamu pencinta game simulasi kehidupan, cara download The Sims 4 pasti jadi…

2 hours ago

Mengapa Kita Harus Meneladani Sifat Al Alim dalam Menjalani Kehidupan? Ini Alasan Pentingnya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa kita harus meneladani sifat al alim dalam menjalani kehidupan? Pertanyaan ini sering…

6 hours ago

Apakah Anak Krakatau Masih Erupsi? Ini Fakta Terbaru Status Gunung di Selat Sunda

SwaraWarta.co.id - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian publik setelah serangkaian erupsi…

7 hours ago

Faktor-faktor Apa Saja yang Termasuk dalam Lingkungan Eksternal Organisasi? Yuk Disimak Penjelasannya Disini!

SwaraWarta.co.id - Faktor-faktor apa saja yang termasuk dalam lingkungan eksternal organisasi sering kali menjadi penentu…

1 day ago

3 Cara Export Video HD di CapCut Agar Hasil Resolusi Jernih dan Tidak Pecah

SwaraWarta.co.id - Cara export video HD di capcut sebenarnya sangat mudah jika kamu tahu kombinasi…

1 day ago

Kangen Band Resmi Bubar, Ternyata ini Penyebabnya

SwaraWarta.co.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia musik Tanah Air. Kangen Band, yang telah lama…

1 day ago