Hukum Mengidolakan Orang Non-Muslim Menurut Pandangan Islam, Penggemar K-Pop Wajib Tahu!

- Redaksi

Saturday, 7 September 2024 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mengidolakan nonis (Dok. Ist)

Ilustrasi mengidolakan nonis (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Mengidolakan seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia.

Dalam era modern ini, budaya pop, termasuk musik, film, dan olahraga, sering kali melibatkan idola-idola dari berbagai latar belakang.

Namun, sebagai seorang Muslim, penting untuk memahami bagaimana Islam memandang tindakan mengidolakan seseorang yang non-Muslim, mengingat hal ini terkait erat dengan prinsip-prinsip keimanan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini akan mengupas hukum mengidolakan orang non-Muslim menurut perspektif Islam dan memberikan panduan bagi penggemar budaya pop, termasuk K-Pop.

Pengertian Mengidolakan dan Kaitannya dengan Akidah

Mengidolakan dalam konteks bahasa artinya mengagumi atau meneladani seseorang. Dalam ajaran Islam, ada batasan dan panduan yang perlu diperhatikan ketika seseorang meneladani atau mengidolakan orang lain, terutama yang non-Muslim.

Baca Juga :  JAWABAN APA Keuntungan dan Kelemahan dari Struktur Organisasi Fungsional yang Diterapkan di PT Angkasa Makmur? Jelaskan Secara Konseptual

Hal ini dikaitkan dengan akidah, yaitu keyakinan fundamental seorang Muslim. Akidah menuntut agar seorang Muslim senantiasa menempatkan Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai puncak kecintaan, penghormatan, dan teladan.

Mengidolakan seseorang bukan berarti selalu salah, namun ketika seseorang mengidolakan figur non-Muslim hingga meniru perilaku atau keyakinan mereka yang bertentangan dengan ajaran Islam, hal ini bisa menjadi masalah.

Sebagai contoh, jika seorang Muslim lebih mengutamakan idolanya daripada kewajiban ibadah atau mengadopsi perilaku yang dilarang dalam Islam, ini dapat merusak keimanan.

Pandangan Ulama tentang Mengidolakan Non-Muslim

Beberapa ulama berpendapat bahwa mengidolakan orang non-Muslim diperbolehkan selama tidak menyalahi prinsip dasar Islam.

Syaikh Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama kontemporer, menekankan bahwa seorang Muslim boleh mengagumi keahlian atau prestasi seseorang tanpa harus mengikuti keyakinan atau perilaku mereka yang bertentangan dengan Islam.

Baca Juga :  Imbas Tak Ada Guru, Babinsa jadi Tenaga Pendidik di Nias

Contohnya, mengidolakan seorang atlet atau musisi non-Muslim karena prestasi mereka di bidang profesional diperbolehkan, asalkan tidak melanggar prinsip-prinsip keislaman.

Namun, ulama juga mengingatkan bahwa ada batasan yang harus diperhatikan. Mengidolakan seseorang secara berlebihan merupakan larangan agama Islam

Mengidolakan dalam Konteks Budaya Pop dan K-Pop

Bagi penggemar budaya pop, terutama K-Pop, fenomena ini sangat relevan. Banyak penggemar K-Pop yang sangat mengidolakan artis-artis non-Muslim dari Korea Selatan, yang sering kali menganut keyakinan dan gaya hidup yang berbeda dengan ajaran Islam.

Dalam kasus ini, umat Muslim harus bijak dalam mengelola perasaan mereka terhadap idola tersebut.

Islam tidak melarang umatnya untuk menikmati hiburan atau musik, asalkan tidak melanggar nilai-nilai syariah.

Baca Juga :  Hukum Eyelash, Benarkah dalam Islam diperbolehkan? Begini Catatannya...

Mengidolakan artis K-Pop, misalnya, diperbolehkan selama penggemar Muslim tidak meniru aspek-aspek kehidupan idola tersebut yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Beberapa aspek yang harus dihindari adalah mengagumi gaya hidup hedonistik, perilaku yang bertentangan dengan etika Islam, atau terlalu terobsesi hingga melupakan kewajiban ibadah.

Kesimpulan

Mengidolakan orang non-Muslim bukanlah hal yang mutlak terlarang dalam Islam, asalkan dilakukan dengan penuh kesadaran dan tidak melanggar prinsip-prinsip akidah.

Setiap Muslim diharapkan bijak dalam mengagumi dan meneladani seseorang, terutama jika idola tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda keyakinan.

Prioritas utama seorang Muslim adalah menempatkan Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai teladan tertinggi dalam kehidupan.

Berita Terkait

Jelaskan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka? Simak Penjelasannya Berikut ini!
5 Cara Mengatasi Kelangkaan yang Sering Terjadi di Sekitar Kita
Bagaimana Cara Mengamalkan Al Samad dalam Kehidupan Sehari-hari?
Sebutkan dan Jelaskan 4 Pilar Berpikir Komputasional? Berikut ini Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0? Simak Jawaban Berikut Ini!
Cara Membaca Jangka Sorong Khusus untuk Pemula dengan Mudah
Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPPKI?
Mengapa Sila Pertama Pancasila Menjiwai Sila-sila yang Lain? Simak Jawabannya Berikut!

Berita Terkait

Friday, 29 August 2025 - 10:49 WIB

Jelaskan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka? Simak Penjelasannya Berikut ini!

Thursday, 28 August 2025 - 10:16 WIB

5 Cara Mengatasi Kelangkaan yang Sering Terjadi di Sekitar Kita

Wednesday, 27 August 2025 - 16:30 WIB

Bagaimana Cara Mengamalkan Al Samad dalam Kehidupan Sehari-hari?

Wednesday, 27 August 2025 - 16:20 WIB

Sebutkan dan Jelaskan 4 Pilar Berpikir Komputasional? Berikut ini Penjelasannya!

Tuesday, 26 August 2025 - 16:58 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0? Simak Jawaban Berikut Ini!

Berita Terbaru