Pemahaman Mendalam tentang Organisme Hasil Rekayasa Genetika (GMO) dan Penerapannya

- Redaksi

Sunday, 23 June 2024 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jagong GMO – SwaraWarta.co.id (Healthline)

SwaraWarta.co.id – Organisme hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO) adalah organisme yang genomnya telah direkayasa di laboratorium untuk memfavoritkan ekspresi sifat fisiologis yang diinginkan atau menghasilkan produk biologis yang diinginkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam produksi ternak konvensional, pertanian tanaman, dan bahkan pemuliaan hewan peliharaan, telah lama menjadi praktik untuk membiakkan individu-individu terpilih dari suatu spesies guna menghasilkan keturunan yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan.

Namun, dalam modifikasi genetik, teknologi genetik rekombinan digunakan untuk menghasilkan organisme yang genomnya telah diubah secara tepat di tingkat molekuler,

biasanya dengan memasukkan gen dari spesies organisme yang tidak terkait yang mengkode sifat yang tidak akan mudah diperoleh melalui pembiakan selektif konvensional.

BACA JUGA: Asal Mula dan Penyebab Tantrum pada Anak Usia Dini

Dalam produksi tanaman dan hewan konvensional, seleksi dilakukan dengan memilih individu dengan sifat terbaik untuk dijadikan induk dalam upaya memperbaiki kualitas generasi berikutnya.

Baca Juga :  Buah yang Baik untuk Bayi 6 Bulan, Bunda Wajib Tau

Teknik ini memerlukan waktu yang lama dan hasilnya tidak selalu dapat diprediksi. Sebaliknya, teknik modifikasi genetik memungkinkan perubahan yang lebih cepat dan spesifik pada sifat organisme.

Misalnya, tanaman dapat dimodifikasi untuk tahan terhadap hama atau kondisi lingkungan tertentu, meningkatkan hasil panen dan mengurangi kebutuhan penggunaan pestisida.

Rekayasa genetika dimulai dengan identifikasi gen yang mengkode sifat yang diinginkan.

Setelah itu, gen tersebut diisolasi dan dimodifikasi jika diperlukan sebelum dimasukkan ke dalam organisme target menggunakan teknik-teknik seperti transfer gen.

Salah satu metode yang umum digunakan adalah menggunakan vektor, seperti plasmid bakteri, untuk memasukkan gen baru ke dalam sel target.

BACA JUGA: Hal-hal yang Bisa Dilakukan Saat Anak Tantrum

Setelah gen baru berhasil dimasukkan, sel-sel tersebut dikembangbiakkan untuk menghasilkan organisme yang seluruh selnya mengandung gen yang dimodifikasi.

Baca Juga :  PAFI Biak Numfor: Dedikasi untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan di Papua

Tanaman transgenik adalah salah satu contoh sukses GMO.

Tanaman seperti jagung, kedelai, kapas, dan kanola telah dimodifikasi secara genetik untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta untuk toleransi terhadap herbisida.

Salah satu contoh yang terkenal adalah tanaman jagung Bt, yang mengandung gen dari bakteri Bacillus thuringiensis.

Gen ini mengkode protein yang beracun bagi beberapa jenis serangga hama, sehingga mengurangi kerugian hasil panen akibat serangan hama dan mengurangi penggunaan insektisida kimia.

Selain tanaman, rekayasa genetika juga diterapkan pada hewan.

Misalnya, ikan salmon telah dimodifikasi secara genetik untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan salmon liar.

Gen pertumbuhan dari spesies ikan lain dimasukkan ke dalam genom salmon, menghasilkan ikan yang mencapai ukuran pasar lebih cepat, sehingga meningkatkan efisiensi produksi.

Penggunaan GMO tidak lepas dari kontroversi.

Beberapa kekhawatiran yang sering diungkapkan termasuk dampak lingkungan, seperti kemungkinan GMO menyebar ke populasi liar dan mempengaruhi ekosistem alami, serta potensi risiko kesehatan bagi manusia yang mengkonsumsi produk GMO.

Baca Juga :  Mengenal Microsleep, Penyebab Kecelakaan Tol Jombang

Selain itu, ada juga kekhawatiran tentang dominasi perusahaan besar dalam sektor pertanian, yang mungkin memperburuk ketidakadilan ekonomi bagi petani kecil.

Namun, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa GMO aman untuk dikonsumsi dan tidak memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman dan hewan konvensional.

Regulasi ketat juga diterapkan untuk memastikan bahwa setiap produk GMO yang dilepas ke pasar telah melalui pengujian yang komprehensif untuk menjamin keselamatannya bagi lingkungan dan manusia.

Di masa depan, GMO memiliki potensi besar untuk membantu mengatasi tantangan global, seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Dengan terus mengembangkan teknologi ini dan melakukan penelitian lebih lanjut, kita dapat menemukan solusi inovatif yang membantu meningkatkan kualitas hidup dan menjaga keberlanjutan lingkungan.***

Berita Terkait

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!
Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini
Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh
Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu GBD dan Mengapa Dunia Medis Menjadikannya Panduan Utama
Gula Darah Normal Berapa? Disimak Angka yang Perlu Kamu Ketahui!
Diclofenac Sodium Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 09:40 WIB

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!

Monday, 13 July 2026 - 17:12 WIB

Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini

Saturday, 11 July 2026 - 07:00 WIB

Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh

Monday, 6 July 2026 - 14:07 WIB

Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sunday, 5 July 2026 - 11:23 WIB

Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terbaru

Apakah Hari Ini Tanggal Merah

Berita

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Cek Fakta 5 Agustus 2026

Wednesday, 5 Aug 2026 - 09:15 WIB