Akhiri Debat Pilgub Jateng 2024, Luthfi – Taj Yasin Nyanyi Tembang Jawa Lir Ilir

- Redaksi

Monday, 11 November 2024 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lutfhi-Yasin
(Dok. Ist)

Lutfhi-Yasin (Dok. Ist)

Swarawarta.co.id – Pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Yasin, mengakhiri sesi debat dengan menyanyikan lagu “Lir-Ilir”, sebuah lagu tradisional yang populer, yang dikenal sebagai ciptaan Sunan Kalijaga dari Walisongo.

“Ngopeni dengan dengan hati, adalah gaya pemimpin yang dilakukan dengan tulus, dengan ikhlas dan dedikatif. Terakhir, tembang ciptaan Sunan Kalijaga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua yang senantisa hidup sederhana,” kata Gus Yasin di MAC Ballroom, Jalan Majapahit, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/11/2024). Debat ini disiarkan oleh KPU Jateng di channel Youtubenya.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin (Gus Yasin) mengungkapkan bahwa konsep kepemimpinan yang mereka tawarkan adalah ngopeni (merawat) dengan hati, yang mengutamakan nilai kasih sayang dan perhatian.

Sebagai penutup, mereka memilih lagu tersebut karena mengandung pesan penting tentang rasa syukur dan kerjasama, yang sesuai dengan visi mereka dalam membangun Jawa Tengah.

“Saling mendukung, saling bersyukur, atas segala sesuatu yang sudah kita miliki. Juga bekerja sama untuk mewujudkan Jawa Tengah yang maju berkelanjutan,” lanjutnya

Di tengah-tengah lagu yang menceritakan tentang tanaman yang tumbuh subur, Luthfi dan Gus Yasin membuat sedikit modifikasi pada bagian akhir liriknya.

Mereka menambahkan sebuah pesan khusus untuk mendukung pasangan nomor urut dua yang merupakan nomor urut mereka, sebagai bentuk kampanye yang kreatif dan menghibur.

“Lir ilir, lir ilir. Tandure wis sumilir. Tak ijo royo-royo, tak sengga temanten anyar. Cah angon, cah angon. (Bangunlah, bangunlah. Tanaman sudah bersemi. Telah menghijau seperti pengantin baru, anak gembala, anak gembala),” bunyi lirik Lir-ilir yang mereka nyanyikan.

Baca Juga :  Viral, Bapak Kos Tega Makan Kucing Motifnya Bikin Geleng Kepala

“Penekna blimbing kuwi. Lunyu-lunyu penekna (Panjatlah pohon belimbing itu Walaupun licin, tetap panjatlah),” lanjutnya.

Dia akhir lirik, mereka sedikit memodifikasi lagunya. Lutfhi-Taj Yasin menambahkan ucapan nomor dua yang merupakan nomor urut mereka.

“Yo surak’o… Nomor loro (Ayo bersoraklah… Nomor dua),” ujarnya.

Berita Terkait

Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara? Simak Pembahasannya!
Menurut Kamu, Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah? Mari Kita Bahas!
Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Menurut Anda, Apakah Semua Kritik Mahasiswa Terhadap Kampus dapat Dikategorikan Sebagai Bentuk Perjuangan Mahasiswa?
Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Berikut Ini Penjelasannya!
Mengapa Perlu Dilakukan Penyusunan Hipotesis dalam Metode Ilmiah? Simak Berikut Penjelasannya!
Mengapa Nimfa Lebih Mungkin Memakan Makanan yang Sama dengan Hewan Dewasa Dibandingkan Larva?
Uraikan Tentang Karakteristik Pseudocode? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!

Berita Terkait

Tuesday, 4 August 2026 - 08:34 WIB

Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara? Simak Pembahasannya!

Tuesday, 4 August 2026 - 07:14 WIB

Menurut Kamu, Bagaimana Cara yang Praktis untuk Melestarikan Tradisi Egrang Batok di Sekolah? Mari Kita Bahas!

Monday, 3 August 2026 - 15:46 WIB

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Monday, 3 August 2026 - 08:14 WIB

Menurut Anda, Apakah Semua Kritik Mahasiswa Terhadap Kampus dapat Dikategorikan Sebagai Bentuk Perjuangan Mahasiswa?

Saturday, 1 August 2026 - 10:35 WIB

Mengapa Penghematan Energi Listrik Berkontribusi pada Mitigasi Perubahan Iklim? Berikut Ini Penjelasannya!

Berita Terbaru