Perhatikan Kalimat Berikut! a. Setiap Hari Besar Idul Fitri, Umat Islam Menuju Masjid Raya Untuk Menunggu Kedatangan Tamu Akbar

- Redaksi

Saturday, 30 November 2024 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tips Menulis.Doc.Ist

Ilustrasi Tips Menulis.Doc.Ist

SwaraWarta.co.id – Setiap kalimat yang digunakan dalam komunikasi formal maupun informal memiliki standar kebahasaan tertentu. Ketika ditemukan ketidaksesuaian dengan kaidah bahasa yang benar, penyuntingan menjadi hal yang penting agar pesan yang disampaikan lebih jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan aturan tata bahasa. Artikel ini akan membahas apakah dua kalimat berikut perlu disunting, beserta alasan yang dilandasi teori kebahasaan

Soal Lengkap:

Perhatikan kalimat berikut!

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

a. setiap hari besar Idul Fitri, umat Islam menuju masjid raya untuk menunggu kedatangan tamu akbar.

b. syukuran di adakan oleh para petani pasca panen tiba dibalai desa

Diskusikanlah, perlukah kedua kalimat di atas disunting? Apa alasannya? Alasan saudara wajib dikaitkan dengan teori dari buku atau hasil penelitian!

Baca Juga :  8 Penyebab Siswa Malas Belajar di Sekolah

Jawaban:

Analisis dan Penyuntingan

Kalimat Pertama:

“Setiap hari besar Idul Fitri, umat Islam menuju masjid raya untuk menunggu kedatangan tamu akbar.”

Analisis Masalah:

  1. Penggunaan Frasa “hari besar Idul Fitri”:
    Frasa ini kurang tepat karena “Idul Fitri” sendiri sudah merupakan hari besar. Kata “hari besar” menjadi tidak perlu dan menyebabkan redundansi.
  2. Penulisan Kata “masjid raya”:
    Dalam penulisan formal, nama tempat khusus seperti “Masjid Raya” sebaiknya diawali dengan huruf kapital.
  3. Istilah “tamu akbar”:
    Frasa ini tidak spesifik dan menimbulkan ambiguitas. Sebaiknya diganti dengan istilah yang lebih jelas untuk menggambarkan makna tamu tersebut.

Penyuntingan yang Disarankan:

“Setiap Idul Fitri, umat Islam menuju Masjid Raya untuk menunggu kedatangan tamu kehormatan.”

Alasan Penyuntingan:

Menurut teori linguistik, kalimat yang efektif harus memenuhi prinsip kejelasan (clarity) dan kebakuan (standardization) dalam bahasa (Keraf, Komposisi). Kata-kata yang redundan atau ambigu sebaiknya dihindari agar pesan lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Baca Juga :  Universitas Terbaik Singapura yang Kerap jadi Tujuan Pemuda Indonesia

Kalimat Kedua:

“Syukuran di adakan oleh para petani pasca panen tiba dibalai desa.”

Analisis Masalah:

  1. Penulisan Kata “di adakan”:
    Kata kerja pasif seperti “diadakan” ditulis tanpa spasi untuk membedakan makna dari frasa “di” sebagai kata depan.
  2. Frasa “pasca panen tiba”:
    Frasa ini kurang baku. Kata “pasca” adalah kata depan yang harus diikuti oleh kata benda. Frasa ini bisa diperbaiki agar sesuai dengan kaidah tata bahasa.
  3. Penulisan “dibalai desa”:
    Dalam bahasa Indonesia, kata depan seperti “di” harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Penyuntingan yang Disarankan:

“Syukuran diadakan oleh para petani setelah panen tiba di balai desa.”

Alasan Penyuntingan:

Penulisan kata depan dan kata kerja pasif dalam bahasa Indonesia memiliki aturan yang harus dipatuhi agar sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Menggunakan frasa “setelah panen tiba” juga lebih jelas daripada “pasca panen tiba,” karena lebih sesuai dengan konteks dan mudah dipahami.

Baca Juga :  Doa Setelah Membaca Surat Al Mulk: Perisai Diri dari Siksa Kubur

Kesimpulan

Kedua kalimat di atas perlu disunting karena terdapat beberapa masalah kebahasaan, seperti:

  1. Redundansi (penggunaan kata berlebih).
  2. Ambiguitas (makna yang kurang jelas).
  3. Ketidaksesuaian dengan aturan tata bahasa dan ejaan.

Menurut teori linguistik dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penyuntingan bertujuan untuk memastikan kalimat memenuhi prinsip kejelasan, kebakuan, dan kesesuaian dengan konteks.

 

Berita Terkait

Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!
Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Simak Pembahasannya!
Jelaskan Makna Hadis Riwayat Ibnu Majah yang Menyatakan Bahwa Setiap Anak Itu Tergadai dengan Aqiqahnya? Yuk Mari Kita Bahas!
Jelaskan Definisi Administrasi dan Fungsi-fungsi Administrasi Bagi Dunia Usaha? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!
1 Hektar Berapa Meter? Begini Pembahasannya Cara Memahami Ukuran Hektar dan Meter!
Bagaimana Kuliner Tionghoa Mengalami Penyesuaian dengan Selera Masyarakat Indonesia? Berikut Penjelasannya!
Menurut Anda, Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Menjadi Hal yang Sangat Penting? Bagaimana Hubungannya dengan Hak Cipta yang Restriktif?
Socrates Award Itu Apa? Rahasia di Balik Penghargaan Dunia yang Bikin Penasaran!

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 11:00 WIB

Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!

Saturday, 31 October 2026 - 11:12 WIB

Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Simak Pembahasannya!

Thursday, 29 October 2026 - 13:08 WIB

Jelaskan Makna Hadis Riwayat Ibnu Majah yang Menyatakan Bahwa Setiap Anak Itu Tergadai dengan Aqiqahnya? Yuk Mari Kita Bahas!

Thursday, 29 October 2026 - 11:11 WIB

Jelaskan Definisi Administrasi dan Fungsi-fungsi Administrasi Bagi Dunia Usaha? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!

Wednesday, 28 October 2026 - 12:03 WIB

1 Hektar Berapa Meter? Begini Pembahasannya Cara Memahami Ukuran Hektar dan Meter!

Berita Terbaru