Pemkab Lumajang Tutup Sementara Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu untuk Evaluasi Pengelolaan Wisata

- Redaksi

Monday, 10 March 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata di Lumajang yang ditutup sementara (Dok. Ist)

Wisata di Lumajang yang ditutup sementara (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, resmi menutup sementara dua destinasi wisata alam andalannya, yakni Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Nomor 500.13/SD/427.12/2025 yang ditandatangani oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada 9 Maret 2025.

Menurut Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, serta memastikan pengelolaan wisata yang lebih baik dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan ini juga mengacu pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 5 Tahun 2018 mengenai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, serta Peraturan Bupati Lumajang Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pedoman Pengelolaan Daya Tarik Wisata.

Baca Juga :  Tidak Terima dibanding-bandingkan dengan Mantan Suami, Pria Magelang Tega Habisi Nyawa Istrinya

Selain itu, Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/296/427.12/2022 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar turut menjadi pertimbangan dalam kebijakan ini.

Bunda Indah menjelaskan bahwa penutupan sementara ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan wisatawan, menata ulang sistem pengelolaan wisata, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

“Langkah itu diambil sebagai upaya menciptakan keamanan, ketertiban, serta meningkatkan pengelolaan pariwisata yang lebih baik dan berkelanjutan di Lumajang,” kata Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah dalam keterangan tertulis yang diterima di kabupaten setempat, Minggu.

 

Pemerintah daerah ingin menjadikan wisata Lumajang lebih tertata, nyaman, dan bebas dari praktik pungutan liar yang dapat merugikan pengunjung maupun masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, pengelola Grojogan Sewu diminta untuk menutup operasionalnya selama masa evaluasi, sementara pengelolaan Tumpak Sewu akan dilakukan dengan pendampingan langsung dari Pemkab Lumajang.

Baca Juga :  Update Informasi Terbaru Pencairan Bansos PKH, BPNT, BLT Dana Desa, dan Bansos Pangan, Cek Jadwalnya di Sini

Pemkab Lumajang berkomitmen menciptakan sektor pariwisata yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.

Bunda Indah menegaskan bahwa wisata alam di Lumajang harus tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, tetapi juga dikelola dengan standar yang baik untuk menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung kebijakan ini, surat edaran penutupan sementara telah ditembuskan kepada berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Kepolisian Resor Lumajang, Komandan Kodim 0821 Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, Camat Pronojiwo, serta Kepala Desa Sidomulyo.

Pemerintah berharap seluruh elemen dapat bersinergi dalam menjaga ketertiban serta mendukung proses pengelolaan ulang wisata ini agar lebih optimal di masa mendatang.

Baca Juga :  OJK Rilis Tiga Pedoman Baru untuk Tingkatkan Daya Saing Perbankan Syariah

Pemkab Lumajang juga mengajak semua pihak, baik pengelola wisata maupun masyarakat, untuk bekerja sama dalam membangun pariwisata yang lebih berkualitas.

Dengan adanya evaluasi dan pendampingan dari pemerintah, diharapkan Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu dapat kembali dibuka dengan sistem pengelolaan yang lebih baik dan profesional.

Pemerintah meminta pengertian dari wisatawan selama masa penutupan ini. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan destinasi wisata yang lebih aman, nyaman, dan lestari.

Diharapkan setelah masa evaluasi selesai, wisata alam Lumajang dapat kembali beroperasi dengan kualitas pelayanan dan pengelolaan yang lebih baik untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

Berita Terkait

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?
Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya
Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger
Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 10:07 WIB

Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi

Sunday, 1 November 2026 - 09:45 WIB

Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!

Sunday, 1 November 2026 - 09:13 WIB

Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Saturday, 31 October 2026 - 08:35 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya

Berita Terbaru