Waspada! Lima Gejala Power Steering Rusak yang Membahayakan

- Redaksi

Friday, 18 April 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Power steering merupakan komponen vital yang menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Kerusakannya bisa berujung pada kegagalan kemudi, sehingga sangat penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Gejala kerusakan power steering seringkali muncul secara bertahap dan halus, sehingga mudah diabaikan oleh pengemudi. Awalnya, Anda mungkin merasakan setir terasa lebih berat dari biasanya, terutama saat mobil baru dihidupkan atau saat bermanuver pelan.

Selain itu, munculnya suara mendengung atau berdecit dari ruang mesin juga bisa menjadi indikator adanya masalah pada sistem power steering. Jangan abaikan gejala ini, karena dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab Kerusakan Power Steering

Beberapa penyebab umum kerusakan power steering meliputi berkurangnya volume oli power steering, kebocoran pada sistem hidrolik, atau melemahnya pompa power steering. Kondisi ini akan menyebabkan penurunan tekanan hidrolik dan membuat sistem kemudi tidak bekerja secara optimal.

Baca Juga :  Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Spanyol 2025 Usai Salip Quartararo

Pada sistem power steering elektronik, kerusakan juga bisa disebabkan oleh korsleting akibat modifikasi kelistrikan yang tidak tepat. Hal ini dapat mengganggu sensor dan menyebabkan indikator power steering menyala di panel instrumen.

Jika dibiarkan, masalah ini dapat menyebabkan steering terkunci atau kehilangan bantuan tenaga secara tiba-tiba, yang sangat berbahaya saat berkendara.

Jenis-Jenis Power Steering dan Kerusakannya

Power Steering Hidrolik

Sistem power steering hidrolik memanfaatkan tekanan oli untuk membantu memutar setir. Kerusakan sering terjadi karena kebocoran selang, kerusakan pompa, atau rendahnya volume oli. Periksa secara berkala kondisi oli dan selang untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Power Steering Elektrik (EPS)

Sistem EPS menggunakan motor listrik untuk membantu memutar setir. Kerusakan pada sistem EPS lebih sering disebabkan oleh masalah kelistrikan, seperti korsleting, kerusakan modul kontrol, atau kerusakan sensor. Modifikasi kelistrikan yang tidak profesional dapat meningkatkan risiko kerusakan ini.

Baca Juga :  Spesifikasi Suzuki Access 125: Skutik Retro Modern untuk Mobilitas Tanpa Kompromi

Perawatan Power Steering

Penting untuk melakukan perawatan rutin power steering untuk mencegah kerusakan yang lebih besar dan mahal. Lakukan pengecekan kondisi oli power steering dan sistem kelistrikannya (khusus EPS) minimal setiap 20.000 km atau setahun sekali, tergantung pemakaian.

Servis ringan seperti pengisian ulang oli atau kalibrasi sensor jauh lebih terjangkau daripada penggantian pompa atau modul EPS yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. Konsultasikan dengan bengkel spesialis untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Tanda-Tanda Lain yang Perlu Diwaspadai

  • Setir bergetar saat kecepatan tinggi.
  • Setir terasa berat bahkan saat mesin sudah panas.
  • Munculnya kebocoran cairan di sekitar komponen power steering.
  • Terdengar suara aneh seperti bunyi “ngik” atau “kriuk” dari area power steering.
  • Baca Juga :  Sepeda Listrik Harga 2 Jutaan yang Punya Banyak Keunggulan

    Jangan ragu untuk segera membawa mobil Anda ke bengkel jika Anda mengalami salah satu gejala di atas. Deteksi dini dan perawatan rutin akan membantu mencegah kerusakan yang lebih serius dan menjaga keselamatan berkendara Anda.

    Ingat, keselamatan berkendara adalah hal yang utama. Jangan pernah mengabaikan kondisi power steering Anda, karena hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan Anda untuk mengontrol kendaraan.

    Berita Terkait

    Bocoran Harga Toyota Land Cruiser FJ dengan Tampilan Desain yang Sangat Menggoda
    Memahami Cara Kerja Mesin Hybrid Seri: Efisiensi Maksimal untuk Masa Depan
    Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum: Panduan Lengkap dan Mudah!
    Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya
    Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km
    Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern
    Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern
    Cara Perpanjang SIM Online di Tahun 2026: Praktis Tanpa Antre!

    Berita Terkait

    Wednesday, 25 March 2026 - 12:34 WIB

    Bocoran Harga Toyota Land Cruiser FJ dengan Tampilan Desain yang Sangat Menggoda

    Monday, 16 March 2026 - 13:33 WIB

    Memahami Cara Kerja Mesin Hybrid Seri: Efisiensi Maksimal untuk Masa Depan

    Thursday, 5 March 2026 - 09:38 WIB

    Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum: Panduan Lengkap dan Mudah!

    Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

    Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

    Friday, 27 February 2026 - 18:41 WIB

    Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km

    Berita Terbaru

    Samsung A57 Kapan Rilis di Indonesia

    Teknologi

    Samsung A57 Kapan Rilis di Indonesia? Bocoran Terbaru Maret 2026

    Wednesday, 25 Mar 2026 - 10:10 WIB