Gag Nikel Pastikan Aktivitasnya Aman bagi Geopark Raja Ampat, Fokus pada Tambang Ramah Lingkungan

- Redaksi

Monday, 9 June 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Gag Nikel, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyatakan komitmen penuh terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dan apresiasi atas dukungan pemerintah. Dukungan tersebut terlihat nyata melalui kunjungan Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Papua Barat Daya, dan Bupati Raja Ampat ke lokasi operasional perusahaan.

Plt Presiden Direktur PT Gag Nikel, Arya Arditya, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan terpenuhinya hak-hak masyarakat dan pengawasan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan. Kehadiran para pejabat pemerintah tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perekonomian nasional melalui sektor pertambangan yang bertanggung jawab.

Arya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya dari Menteri ESDM, Gubernur, dan Bupati yang telah bertemu langsung dengan masyarakat dan meninjau operasional PT Gag Nikel. Dukungan serupa juga datang dari Menteri Lingkungan Hidup yang secara konsisten mengawasi praktik keberlanjutan dan keseimbangan alam di wilayah operasional.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen PT Gag Nikel terhadap Pertambangan Berkelanjutan

PT Gag Nikel, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menegaskan komitmennya untuk selalu kooperatif dan menjalankan prinsip Good Mining Practices. Perusahaan menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Gerak Cepat, BPBD Sidoarjo Evakuasi Sarang Tawon Vespa yang Tewaskan Dua Lansia

Perusahaan juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung langkah-langkah Menteri Lingkungan Hidup dalam melakukan pendalaman upaya pemulihan lingkungan yang telah dilakukan. Hal ini merupakan bukti nyata dari komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Perlu ditekankan bahwa operasi penambangan nikel di Pulau Gag telah berlangsung jauh sebelum Raja Ampat dikenal luas sebagai destinasi wisata. Lokasi tambang secara geologis berada di wilayah yang dipengaruhi oleh Sesar Sorong, dan pembentukan mineral nikel terjadi melalui proses lateritisasi pada singkapan kerak samudra.

PT Gag Nikel memastikan bahwa area tambang tidak berada di dalam batas resmi Geopark Raja Ampat. Kawasan Geopark Raja Ampat mencakup empat pulau utama: Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Pulau Gag terletak cukup jauh dari keempat pulau tersebut.

Perusahaan menyayangkan beredarnya berita hoaks yang menyatakan PT Gag Nikel telah merusak Pulau Gag. PT Gag Nikel telah dan akan terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk memastikan operasional tambang yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

Baca Juga :  Dua Pria di Tuban Ditangkap karena Edarkan Uang Palsu, Modus Belanja di Warung Kecil

Upaya PT Gag Nikel dalam Pelestarian Lingkungan

Dalam pengelolaan limbah, PT Gag Nikel menerapkan prosedur sesuai standar pertambangan yang berlaku. Sistem drainase, sump pit, dan kolam pengendapan digunakan untuk menampung air larian. Pengolahan air limbah dilakukan melalui lima kompartemen sebagai filter dan tampungan sedimentasi.

Pengukuran Total Suspended Solids (TSS) dilakukan setiap hari. Air limbah baru akan dikeluarkan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Residu limbah setelah kolam penampungan mengering dipindahkan ke tempat penampungan khusus.

PT Gag Nikel juga telah memperoleh persetujuan teknis Baku Mutu Air Limbah (BMAL) dan aktif melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) serta konservasi terumbu karang. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan.

Program Keberlanjutan PT Gag Nikel

Sejak beroperasi pada tahun 2018, PT Gag Nikel telah menjalankan berbagai program keberlanjutan, antara lain:

Reklamasi Area Tambang

Sejak 2018 hingga Desember 2024, PT Gag Nikel telah melakukan reklamasi lahan seluas 131,42 hektare dengan penanaman lebih dari 350.000 pohon, termasuk 70.000 pohon endemik dan lokal.

Baca Juga :  Tiga Pemain Asing Jadi Andalan Satya Wacana Salatiga di Paruh Kedua IBL 2025

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Rehabilitasi DAS seluas 666,6 hektare telah dilakukan sejak 2018 hingga Desember 2024. Dari luas tersebut, 231,1 hektare telah berhasil ditanami dan 150 hektare lainnya dalam proses penilaian.

Konservasi Terumbu Karang

Program transplantasi terumbu karang seluas kurang lebih 1.000 m² telah dilaksanakan. Monitoring dilakukan secara triwulanan oleh tim internal dan tahunan bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong.

Pemantauan Kualitas Lingkungan

Data tahun 2024 menunjukkan kadar SO₂, NO₂, PM₁₀, dan PM₂.₅ jauh di bawah ambang batas. Air limbah memiliki pH stabil, TSS rendah, dan kadar Chromium VI di bawah batas yang diizinkan. Tingkat kebisingan juga tidak melebihi ambang batas.

Semua langkah yang telah dilakukan oleh PT Gag Nikel menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyeimbangkan eksplorasi dan produksi nikel dengan pelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat lokal. Operasi PT Gag Nikel di Raja Ampat menjadi bukti bahwa pertambangan dan konservasi dapat berjalan beriringan.

Berita Terkait

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap
Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru
MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun
Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional
Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru
Kapan Nilai TKA SD Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Ceknya
Purbaya Akui Belum Tahu Sumber Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Program Ambisius Ini Jadi Tanda Tanya
TPG April 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulan Ini

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Cerai Maia Estianty: Kronologi, Tudingan, dan Fakta Hukum yang Jarang Terungkap

Friday, 1 May 2026 - 09:44 WIB

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Berencana terhadap Wanita Berusia 60 Tahun di Pekanbaru

Wednesday, 29 April 2026 - 06:24 WIB

MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Anggaran Hingga Rp50 Triliun Setahun

Tuesday, 28 April 2026 - 09:41 WIB

Kapan Hardiknas? Ini Tanggal, Sejarah, dan Makna Hari Pendidikan Nasional

Monday, 27 April 2026 - 18:28 WIB

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru

Berita Terbaru