Iran Sudah Prediksi Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Fordow, Evakuasi Dilakukan Lebih Dulu

- Redaksi

Sunday, 22 June 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi serangan Iran (Dok. Ist)

Ilustrasi serangan Iran (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Pemerintah Iran mengaku sudah memprediksi adanya serangan terhadap fasilitas nuklir Fordow.

Karena itu, semua orang dan material penting di sana sudah dievakuasi terlebih dahulu. Hal ini disampaikan oleh penasihat Ketua Parlemen Iran, Mehdi Mohammadi.

Menurutnya, serangan tersebut tidak mengejutkan pihak Iran karena sudah diperkirakan beberapa hari sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kerusakan serius yang terjadi di fasilitas itu berkat langkah antisipatif tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sudut pandang Iran, tidak ada kejadian yang mengejutkan. Iran telah memperkirakan serangan terhadap fasilitas nuklir Fordow dalam beberapa hari. Fasilitas nuklir ini sudah dievakuasi sehingga tidak ada kerusakan yang tidak dapat diperbaiki selama serangan hari ini,” kata Mohammadi di platform X.

Baca Juga :  TikTok Shop Resmi Ditutup Hari Ini, Penjual Barang-Barang Ini Harus Putar Haluan

Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa serangan militer AS ke Iran berhasil menghancurkan tiga fasilitas nuklir penting. Ia menyebut operasi ini sebagai keberhasilan besar bagi AS, Israel, dan dunia.

Setelah serangan itu, Trump menegaskan bahwa Iran harus bersedia mengakhiri konflik. Sebelumnya, tokoh penting Iran, Mohsen Rezaei, juga menyatakan bahwa semua bahan nuklir yang dimiliki Iran telah dipindahkan ke tempat aman, jauh sebelum serangan terjadi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertahanan Iran terhadap kemungkinan serangan dari luar.

“SEKARANG IRAN HARUS SETUJU UNTUK MENGAKHIRI PERANG INI. TERIMA KASIH!” kata Trump di media sosial itu, yang mulai mengalami gangguan menyusul pengumuman serangan tersebut.

Berita Terkait

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela
Info PKH Hari Ini Apakah Sudah Cair 2026? Begini Cara Mengecek Status Penerima!

Berita Terkait

Thursday, 8 January 2026 - 14:31 WIB

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 19:08 WIB

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Berita Terbaru

Langkah-Langkah Cara Tebus Right Issue INET

Ekonomi

Cara Tebus Right Issue INET: Langkah Mudah bagi Investor!

Thursday, 8 Jan 2026 - 14:21 WIB

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Film

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Thursday, 8 Jan 2026 - 10:42 WIB