Jet Tempur KF-21 Boramae Buatan Korea Selatan–Indonesia Disebut Bisa Guncang Negara Adidaya, Ini Alasan Utamanya

- Redaksi

Sunday, 14 September 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korea Selatan (Korsel) berambisi besar untuk meningkatkan kapabilitas pesawat tempur KF-21 Boramae hingga mencapai generasi kelima. Langkah ini mencerminkan tekad Korsel untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dari Korea Utara dan Tiongkok.

Proyek peningkatan KF-21, yang disebut KF-21EX, diharapkan mampu menyaingi jet tempur generasi kelima dari negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat (F-35), Tiongkok (J-20), dan Rusia (Su-57). Suksesnya proyek ini akan menempatkan Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) sebagai kekuatan udara utama di kawasan Asia yang sangat kompetitif.

KF-21 Boramae: Dari Generasi 4.5 Menuju Generasi Kelima

KF-21 Boramae, awalnya dirancang sebagai pesawat tempur generasi 4.5, memiliki kemampuan yang mumpuni. Namun, peningkatan ke generasi kelima akan melibatkan integrasi teknologi canggih yang signifikan. Ini meliputi peningkatan kemampuan siluman, sistem sensor yang lebih maju, dan integrasi persenjataan yang lebih modern.

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan KF-21EX adalah integrasi teknologi siluman tingkat tinggi. Teknologi ini sangat penting untuk mengurangi kemampuan deteksi radar musuh dan meningkatkan daya bertahan pesawat dalam pertempuran udara.

Selain itu, sistem sensor yang lebih canggih, termasuk radar AESA (Active Electronically Scanned Array) dan sistem inframerah, akan memberikan keunggulan situasi (situational awareness) yang lebih baik kepada pilot. Ini akan memungkinkan deteksi dan penargetan musuh secara lebih akurat dan efektif.

Kerjasama Internasional dan Tantangan Keuangan

Pengembangan KF-21 Boramae tidak dilakukan secara sendiri oleh Korsel. Indonesia turut berpartisipasi sebagai mitra dalam proyek ini, dengan komitmen pendanaan sebesar 20 persen melalui PT Dirgantara Indonesia. Kerjasama ini juga melibatkan Lockheed Martin yang memberikan konsultasi desain, serta mitra industri Eropa yang memasok subsistem dan avionik.

Baca Juga :  Besaran Zakat Fitrah 2025 Ditetapkan, Variasi di Berbagai Daerah

Namun, partisipasi Indonesia sempat terhambat oleh penundaan pembayaran. Hal ini memaksa negosiasi ulang perjanjian kerjasama, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan baru yang merevisi porsi pembayaran Indonesia. Pelunasan kewajiban finansial Indonesia akan menjadi penentu kelancaran proyek dan peningkatan kerjasama pertahanan antara kedua negara.

Implikasi Geopolitik di Indo-Pasifik

Pengembangan KF-21EX memiliki implikasi geopolitik yang signifikan di kawasan Indo-Pasifik. Munculnya jet tempur generasi kelima dari Korsel akan mengubah keseimbangan kekuatan udara di kawasan tersebut. Hal ini terutama relevan dalam konteks meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan Laut Cina Selatan.

Korsel menghadapi ancaman dari program persenjataan nuklir Korea Utara yang terus berkembang, serta aktivitas Tiongkok yang semakin agresif di Laut Cina Selatan. Kemampuan KF-21EX diharapkan akan meningkatkan kemampuan pertahanan Korsel dan berperan sebagai penangkal terhadap ancaman tersebut.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Takluk 0-4 oleh Australia, Shin Tae-yong Mengaku Tidak Merasa Kecewa

Keberhasilan pengembangan KF-21EX akan menjadi bukti kemampuan Korsel untuk mengembangkan teknologi pertahanan canggih secara mandiri, sekaligus menunjukkan ambisi Korsel untuk menjadi pemain utama dalam industri pertahanan global.

Penggantian Armada Tua

KF-21 Boramae dirancang untuk menggantikan pesawat tempur tua Korsel seperti F-4 Phantom II dan F-5 Tiger II. Pesawat-pesawat tua ini sudah usang dan membutuhkan penggantian untuk menjaga kapabilitas pertahanan udara Korsel.

Dengan kemampuan yang lebih modern, KF-21 Boramae dan pengembangan lanjutannya akan memperkuat kekuatan udara Korsel dan memastikan kemampuannya untuk menghadapi ancaman masa depan.

Berita Terkait

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

Thursday, 29 January 2026 - 15:40 WIB

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Thursday, 29 January 2026 - 15:08 WIB

Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Berita Terbaru

Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

Pendidikan

Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

Monday, 2 Feb 2026 - 12:00 WIB

Mauro Zijlstra Semakin Dekat dengan Klub Persija Jakarta

Olahraga

Mauro Zijlstra Semakin Dekat dengan Klub Persija Jakarta

Monday, 2 Feb 2026 - 10:18 WIB